Sempat Ditarik dari Peredaran, Kini Ranitidin Kembali Dijual di Pasaran

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan penarikan obat ranitidin dari pasaran. Hal ini dilakukan karena senyawa ini diduga kuat mengandung senyawa yang bisa memicu kanker. Namun kini, BPOM mengeluarkan surat edaran resmi yang menyatakan bahwa ranitidin bisa diedarkan kembali. Mengapa demikian?

Alasan ranitidin diedarkan kembali di pasaran

obat untuk asam lambung

Ranitidin merupakan salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi tukak lambung dan usus.

Obat yang cukup populer di Indonesia ini ternyata sempat dilarang beredar di pasaran karena mengandung senyawa yang dapat memicu sel kanker, yaitu N-nitrosodimethylamine (NDMA).

Pengumuman ini disiarkan dalam situs resmi BPOM pada Jumat (11/10) lalu.

Beberapa produk ranitidin terbukti mengandung NDMA meskipun dalam jumlah yan relatif kecil. Namun, jumlah yang kecil ini disinyalir bisa memicu kanker jika dikonsumsi dalam waktu yang lama.

Hal inilah yang menjadi dasar BPOM meminta para produsen ranitidin untuk menghentikan produksi, distribusi, dan menarik produknya dari pasaran untuk sementara.

ranitidin dan omeprazole

Akan tetapi, berdasarkan surat edaran resmi yang terdapat di laman websitenya, pada Kamis (21/11), BPOM mengumumkan izin ranitidin untuk diedarkan kembali. 

Menurut BPOM, setelah dilakukan kajian dan pengujian laboratorium terhadap cemaran N-nitrosodimethylamine (NDMA) dalam ranitidin di pasaran, beberapa produk dinyatakan aman.

Hal tersebut dikarenakan studi global menyepakati bahwa batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari.

Artinya, beberapa produk tidak melanggar ambang batas tersebut sehingga bisa dipergunakan dalam pengobatan.

Terdapat 37 obat ranitidin yang secara resmi boleh kembali beredar. Di luar itu, produk dinyatakan ditarik dari peredaran dan dimusnahkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Jika ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang obat ranitidin, Anda bisa mengeceknya melalui laman BPOM atau aplikasi Cek BPOM. 

Manfaat yang bisa diperoleh dari ranitidin

manfaat ranitidin

Mungkin sebagian dari Anda belum mengetahui betul apa sebenarnya manfaat yang dihasilkan dari ranitidin. 

Ranitidin merupakan obat yang berfungsi untuk mengurangi kadar asam lambung dalam perut, sehingga gejala tukak lambung bisa diatasi dan dicegah, seperti maag dan heartburn. 

Selain itu, Anda bisa juga mengatasi masalah kesehatan lainnya dengan ranitidin, seperti:

  • Mengobati refluks asam lambung atau erosive esophagetis
  • Membantu mengatasi berbagai penyakit perut dan kerongkongan
  • Mengobati gejala yang muncul akibat kadar asam lambung yang terlalu tinggi

Aturan pakai ranitidin

ranitidin ditarik

Beberapa produk ranitidin yang diedarkan kembali di pasaran ternyata masih bisa Anda konsumsi tanpa resep dari dokter.

Namun, Anda tetap perlu memperhatikan instruksi penggunaan obat yang tertera di kemasan produk. Jika Anda merasa ragu, tanyakan pada apoteker yang sedang berjaga mengenai aturan pakainya.

Normalnya, ranitidin dikonsumsi secara oral, alias diminum langsung lewat mulut baik dengan atau tanpa makanan.

Obat biasanya dikonsumsi sebanyak 1 sampai 2 kali sehari sesuai instruksi dokter atau yang tertera di kemasan obat.

Pada kondisi tertentu, ranitidin bisa dikonsumsi sampai 4 kali sehari.

Akan tetapi, jika Anda hanya meminumnya sekali sehari saja, usahakan untuk mengonsumsinya setelah makan malam atau sebelum tidur. 

Selain itu, setiap orang memiliki batas dosis yang berbeda-beda. Biasanya, hal tersebut tergantung pada usia, kondisi medis, dan respon tubuh seseorang. 

Jangan mengonsumsi obat ini lebih dari 14 hari. Jika sudah lewat dari dua minggu tetapi kondisi tak juga membaik, silakan hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Obat Ranitidine 150 mg

Ranitidine adalah salah satu obat yang dapat digunakan untuk mengatasi produksi berlebihan asam pencernaan tersebut. Apa saja manfaat ranitidine 150 mg?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 1 Februari 2017 . Waktu baca 3 menit

Aturan Pakai Ranitidin untuk Maag dan Asam Lambung

Ranitidin untuk maag atau penyakit lain terkait asam lambung dapat digunakan dengan resep dokter maupun tanpa resep dokter. Lalu, bagaimana aturan pakainya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 31 Januari 2017 . Waktu baca 4 menit

Waspada, Ini Efek Samping Obat Maag Ranitidin

Setiap obat memiliki efek samping, termasuk ranitidin yang digunakan untuk mengobati penyakit terkait asam lambung. Lalu, apa saja efek samping ranitidin?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 31 Januari 2017 . Waktu baca 3 menit

Bagaimana Cara Pakai Obat Ranitidine Injeksi?

Ranitidine adalah obat yang biasa digunakan untuk menangani masalah usus dan pencernaan. Lalu, bagaimana cara pakai ranitidine injeksi?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 31 Januari 2017 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat asam lambung obat sakit maag

Obat Asam Lambung di Apotek, dengan dan Tanpa Resep Dokter

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit
ranitidin dan omeprazole

Ranitidin dan Omeprazole, Apa Bedanya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 6 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
obat untuk asam lambung

Sama-sama Bisa Atasi Asam Lambung, Ini Beda Obat Famotidine dan Ranitidine

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 17 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
famotidine mengatasi asam lambung

Seberapa Cepat Famotidine Mengatasi Asam Lambung Naik?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit