Oxomemazine

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/04/2020
Bagikan sekarang

Oxomemazine Obat Apa?

Untuk apa Oxomemazine?

Oxomemazine adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gejala-gejala alergi serta beberapa masalah kulit, seperti pruritus.

Obat ini tergolong dalam kelas antihistamin dan anti-alergi. Oxomemazine merupakan turunan dari obat fenotiazin, yang bekerja dengan cara menghambat produksi histamin, senyawa dalam tubuh yang memicu alergi.

Obat ini hanya bisa didapat melalui resep dokter. Beberapa merek dagang dari obat ini yang terkenal adalah Comtusi, Oroxin, serta Zemindo.

Bagaimana cara penggunaan Oxomemazine?

Oxomemazine tersedia dalam bentuk sirup. Untuk obat sirup, minumlah obat sesuai dengan petunjuk pemakaian yang tertera di label kemasan, atau sesuai dengan aturan minum obat yang diberikan dokter Anda.

Pastikan Anda mengocok obat sirup sebelum diminum. Selain itu, hindari memakai sendok rumahan, seperti sendok makan atau sendok teh, untuk menuangkan sirup. Hal ini disebabkan takaran obat sirup bisa jadi kurang tepat. Selalu gunakan sendok obat yang sudah tersedia dalam kemasan.

Baca aturan minum obat yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat ini dan setiap kali Anda mendapatkan isi ulang. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker.

Jangan gunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan, lebih sedikit, atau lebih lama dari yang disarankan. Untuk pertanyaan lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter atau apoteker.

Bagaimana cara penyimpanan obat ini?

Simpanlah oxomemazine pada suhu ruangan, serta jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat ini ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlaku obat telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Dosis Oxomemazine

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Oxomemazine untuk orang dewasa?

5-13 mg sehari dalam dosis yang dibagi.

Bagaimana dosis Oxomemazine untuk anak-anak?

0-3 bulan: 2,5-5 mg per hari

> 3 bulan: 5-20 mg per hari. Dosis digunakan dalam 2-3 dosis yang terbagi.

Dalam dosis apakah obat ini tersedia?

Oxomemazine adalah obat yangtersedia dalam bentuk larutan atau sirup. Misalnya dalam merek Oroxin, setiap 5 ml obat sirupnya mengandung 1,65 mg oxomemazine dan 33,3 mg guaifenesin.

Efek samping Oxomemazine

Efek samping apa yang dapat dialami karena Oxomemazine?

Sama halnya dengan pemakaian obat-obatan pada umumnya, penggunaan oxomemazine berpotensi memicu beberapa efek samping. Kebanyakan dari efek samping berikut jarang terjadi dan tidak memerlukan pengobatan tambahan.

Namun, penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter Anda jika Anda memiliki masalah apapun setelah minum obat ini.

Hentikan menggunakan obat ini dan hubungi dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari efek samping yang serius. Menurut MIMS, berikut adalah daftar efek samping dari oxomemazine:

  • sembelit (konstipasi)
  • sensitif terhadap cahaya matahari
  • ruam kulit
  • pembengkakan payudara pada pria (ginekomastia)
  • mulut kering
  • sulit buang air kecil
  • gerakan tidak terkendali pada wajah
  • mengantuk
  • sakit kepala
  • vertigo
  • otot melemah

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Oxomemazine

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Oxomemazine?

Berikut adalah beberapa hal yang wajib Anda perhatikan sebelum menggunakan oxomemazine:

  • Beri tahu dokter mengenai penyakit atau kondisi kesehatan lain yang sedang Anda derita. Kemungkinan obat ini dapat memicu terjadinya interaksi dengan penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.
  • Selain itu, beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda gunakan, baik obat resep, nonresep, suplemen, atau obat herbal. Hal ini dikarenakan beberapa jenis obat mungkin dapat berinteraksi dengan obat ini.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat-obatan tertentu, terutama oxomemazine atau kandungan aktif lain yang terdapat dalam obat ini.
  • Sebelum memberikan obat ini pada penderita gangguan fungsi ginjal atau hati, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.
  • Hindari kegiatan yang membutuhkan konsentrasi tinggi setelah mengonsumsi obat ini, seperti mengemudi.
  • Konsultasikan terlebih dahulu ke dokter mengenai pemberian obat ini pada lansia.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang memadai mengenai keamanan obat ini pada wanita hamil dan menyusui.

Pertimbangkan potensi manfaat dan risikonya sebelum mengonsumsi obat ini selama hamil dan menyusui. Maka itu, selalu konsultasikan ke dokter mengenai obat-obatan apa saja yang akan Anda konsumsi.

Interaksi Obat Oxomemazine

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Oxomemazine?

Hati-hati mengonsumsi obat ini jika Anda juga sedang berada dalam pengobatan di bawah ini:

  • aditif depresi CNS dengan alkohol
  • barbiturat
  • hipnotik
  • analgesik opioid
  • sedatif anxiolytic

Interaksi obat dapat mengubah kinerja suplemen makanan ini atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam artikel ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Oxomemazine?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Hindari memakan jeruk bali merah (grapefruit) atau meminum jus jeruk bali merah saat menggunakan obat kecuali diizinkan dokter.

Jeruk bali merah dan obat-obatan dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi. Konsultasikan dengan dokter dan apoteker untuk info lebih lanjut.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Oxomemazine?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beritahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama penyakit hati dan ginjal.

Overdosis Oxomemazine

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau muncul tanda-tanda overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat (118 atau 119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Apabila Anda melupakan satu dosis oxomemazine, gunakan obat ini sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Pastikan Anda tidak menggandakan dosis dalam satu kali minum.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa Penyebab Rasisme yang Masih Terjadi di Sekitar Kita?

    Rasisme masih menjadi masalah dalam kehidupan bermasyarakat di berbagai belahan dunia. Ternyata, ini faktor yang menjadi penyebab rasisme.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    Wabah Virus Ebola Kembali Muncul di Kongo, Bagaimana Penanganannya?

    Wabah Ebola di Kongo sebelumnya diprediksi akan berakhir dalam waktu dekat. Namun, virus yang menyerang sistem imun manusia ini kembali muncul.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi

    Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

    Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Menyusui 05/06/2020

    Mengulik Berbagai Manfaat Kacang Pistachio untuk Kesehatan

    Tak hanya memiliki citarasa khas yang manis dan gurih, berbagai manfaat kesehatan dari kacang pistachio ini sayang untuk Anda lewatkan.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Nutrisi, Hidup Sehat 05/06/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Anak Penyandang Autisme Lebih Riskan Mengalami Gangguan Makan, Ini Faktanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
    junk food menurunkan konsentrasi

    Studi: Makan Satu Porsi Junk Food Saja Sudah Bisa Turunkan Konsentrasi

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
    protein untuk anak saat puasa

    Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
    persiapan puasa untuk lansia

    3 Hal yang Harus Diperhatikan Lansia Saat Sahur dan Berbuka Puasa

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020