Kenali Manfaat Kromium untuk Menurunkan Kadar Gula Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebagian dari Anda mungkin telah mengetahui kegunaan kromium pada industri bahan kimia ataupun pabrik logam. Namun, apakah Anda tahu kalau mineral ini ternyata memiliki sisi positif untuk menurunkan kadar gula darah dalam tubuh? Simak penjelasannya dalam ulasan berikut ini.

Apa manfaat kromium pada penyakit diabetes?

Diabetes adalah kondisi ketika insulin dalam tubuh tidak mencukupi sehingga kadar glukosa dalam darah naik. Di sini, mineral kromium ternyata memiliki peran yang sangat penting dalam mengontrol kadar glukosa darah pada penderita diabetes.

Dilansir dari laman Diabetes.co.uk, penelitian menunjukkan bahwa mineral ini mampu menurunkan kadar insulin dan meningkatkan metabolisme glukosa darah pada penderita diabetes dengan badan gemuk. Intinya semua penelitian yang menggunakan manfaat dari mineral ini untuk gangguan intoleransi glukosa dan diabetes, menunjukkan efek yang positif.

Mineral ini mampu membantu kerja hormon insulin, tepatnya dengan cara mengubah glukosa pada darah untuk kemudian dijadikan energi tubuh. Sehingga glukosa darah pada penderita diabetes yang sering kali meningkat, bisa jadi menurun karena bantuan dari kerja mineral ini. Maka, pengidap diabetes akan sangat terbantu dengan hadirnya kromium dalam tubuh.

Ternyata selain berguna pada penyakit diabetes, mineral ini juga memiliki manfaat lain. Di antaranya adalah berguna untuk membangun otot, membakar lemak, dan membantu tubuh memanfaatkan karbohidrat. Bagi mata, kadar kromium yang rendah dapat meningkatkan risiko penyakit glaukoma. Unsur mineral ini pada tulang juga bermanfaat untuk membantu mencegah keropos, terutama pada wanita saat memasuki masa menopause.

Apa saja makanan sumber kromium?

Penderita diabetes bisa mendapatkan manfaat mineral ini dari mengonsumsi makanan yang kaya akan mineral. Makanan berikut ini memiliki kandungan kromium tinggi:

  • Makanan laut seperti kerang, ikan, dan tiram
  • Roti
  • Beras merah
  • Daging sapi
  • Daging ayam
  • Brokoli
  • Keju
  • Telur
  • Produk susu
  • Sayuran segar
  • Kacang hijau
  • Jamur
  • Ragi

Apakah kromium aman untuk dikonsumsi?

Tak perlu khawatir jika mineral ini lebih sering ditemui pada industri bahan kimia, refraktori, maupun pabrik logam. Pasalnya, kromium industri jelas berbeda dengan yang ada pada bahan makanan, sehingga aman untuk dikonsumsi. Biasanya mineral ini dikonsumsi dalam bentuk suplemen, tapi ada juga produk olahan yang mencampurkan mineral ini dalam komposisinya.

Yang perlu Anda ingat saat mengonsumsi mineral ini, pastikan Anda tidak mengonsumsinya melebihi dosis yang dianjurkan. Efek yang diakibatkan dari konsumsi mineral ini secara berlebihan memang jarang terjadi, tapi jika melebihi dosis anjuran bisa menyebabkan masalah perut, gula darah rendah (hipoglikemia), kerusakan pada hati, ginjal, saraf, serta mengakibatkan ritme detak jantung tidak teratur.

Jika Anda mengonsumsi obat-obatan seperti aspirin, naproxen, dan ibuprofen, kadar kromium dalam tubuh Anda bisa meningkat. Jadi sebaiknya Anda hentikan konsumsi suplemen kromium saat berbarengan dengan konsumsi obat-obatan pereda nyeri tersebut.

Jadi, kesimpulannya…

Kromium dapat dikatakan sebagai nutrisi yang membantu kerja insulin dalam tubuh. Maka terlihat jelas, bahwa asupan mineral ini penting untuk metabolisme gula darah. Selain mengatur pola makan, berolahraga secara teratur, dan rutin mengonsumsi obat diabetes atau rutin suntik insulin, konsumsi sumber mineral ini pada penderita diabetes juga dapat membantu Anda mengontrol gula darah Anda. 

Bukan hanya pengidap diabetes saja yang dapat merasakan manfaatnya, orang tanpa diabetes juga menunjukkan efek positif jika mengonsumsi mineral ini. Bisa dikatakan bahwa seseorang yang mendapat asupan kromium – baik dari suplemen, produk olahan, maupun makanan – bisa terhindar dari risiko penyakit diabetes.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi sakit punggung

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit