Glimepiride obat apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Nama Generik: Glimepiride Merek: Actaryl, Anpiride, Glimepiride Otto, Glucokaf, Mapryl, Paride, Pimaryl, Simryl, Solosa, Versibet, Friladar, Glamarol, Glimepiride OGB Dexa, Glimetic, Glimexal, Gliperid, Glucoryl, Mepirilid dan Norizec.

Penggunaan

Untuk apakah obat Glimepiride digunakan?

Glimepiride adalah salah satu obat minum yang termasuk ke dalam golongan obat sulfonilurea.

Golongan obat ini bekerja dengan cara menurunkan kadar gula darah di dalam tubuh dengan cara merangsang tubuh untuk memproduksi insulin.

Biasanya obat ini digunakan untuk mengontrol kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes tipe 2. Obat ini juga dapat digunakan bersama obat diabetes lain.

Mengontrol kadar gula darah Anda dapat membantu mencegah kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf, dan masalah fungsi seksual. Kontrol diabetes yang sesuai juga dapat mengurangi risiko serangan jantung atau stroke.

Demi menurunkan kadar gula darah di dalam tubuh, biasanya Anda juga harus melakukan diet sehat serta rutin berolahraga. Obat ini termasuk ke dalam obat resep sehingga Anda hanya bisa membelinya di apotek jika menyertakan resep dari dokter.

Bagaimana cara penggunaan Glimepiride?

Sama halnya dengan obat lain, ada tata cara penggunaan glimepiride yang harus Anda perhatikan saat menggunakan glimepiride, di antaranya adalah:

  • Waktu yang paling tepat untuk mengonsumsi glimepiride adalah tepat setelah sarapan sesuai anjuran dokter, biasanya sekali sehari.
  • Dosis glimepiride yang diberikan untuk Anda adalah dosis yang ditentukan berdasarkan kondisi kesehatan dan respon terapi Anda.
  • Biasanya, dokter akan memberikan dosis paling rendah sebagai dosis awal untuk kemudian menentukan dosis yang tepat secara bertahap.
  • Jika Anda sudah menggunakan obat antidiabetes lain (seperti klorpropamide), ikuti instruksi yang diberikan dokter Anda dengan cermat demi berhenti dari obat antidiabetes Anda sebelumnya dan memulai menggunakan glimepiride.
  • Colesevelam dapat menurunkan penyerapan Glimepiride. Jika Anda menggunakan colesevelam, gunakan Glimepiride minimal 4 jam sebelum menggunakannya.
  • Untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal, gunakan obat ini di waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan berhenti menggunakan obat ini tanpa persetujuan dokter, bahkan jika Anda merasa sudah baik-baik saja.
  • Anda harus memberi tahu dokter jika kondisi Anda tidak membaik atau bahkan memburuk (kadar gula darah Anda naik atau turun secara drastis).

Bagaimana cara penyimpanan Glimepiride?

Ada tata cara yang harus Anda perhatikan untuk menyimpan obat ini dengan benar, seperti berikut.

  • Cara terbaik menyimpan glimepiride adalah disimpan pada suhu ruangan.
  • Jauhkan dari cahaya langsung atau paparan sinar matahari.
  • Jangan menyimpan obat ini di tempat yang lembap.
  • Jangan pula menyimpannya di dalam kamar mandi.
  • Jangan disimpan dan dibekukan di dalam freezer.
  • Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.
  • Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda.
  • Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan.

Jangan mencampurkan sampah obat ini dengan sampah rumah tangga biasa demi kesehatan lingkungan. Konsultasikan kepada apoteker atau petugas dari instansi pembuangan sampah setempat mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Berapa dosis Glimepiride untuk orang dewasa?

Dosis dewasa diabetes tipe 2

  • Dosis awal: 1-2 mg secara oral sekali sehari.
  • Dosis perawatan: Dosis dapat ditingkatkan hingga 1-2 mg setiap 1-2 minggu sekali, bergantung pada respon Anda terhadap perawatan.
  • Glimepiride sebaiknya diberikan setelah sarapan atau makan pertama Anda setiap harinya
  • Dosis maksimal yang dianjurkan yaitu 8 mg per hari.

Dosis lansia diabetes tipe 2

  • Dosis awal: 1 mg secara oral sekali sehari.
  • Dosis perawatan: Dosis dapat ditingkatkan hingga 1-2 mg setiap 1-2 minggu sekali, bergantung pada respon Anda terhadap perawatan.

Berapa dosis Glimepiride untuk anak-anak?

Dosis penggunaan obat ini untuk anak-anak belum ditentukan. Jika Anda ingin memberikan obat ini untuk anak-anak, pastikan Anda telah berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

Dalam dosis apakah Glimepiride tersedia?

Glimepiride tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut.

Tablet, Oral: 1 mg, 2 mg, 4 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Glimepiride?

Sama halnya dengan obat-obatan lainnya, glimepiride juga memiliki efek samping penggunaan obat yang harus diperhatikan. Efek samping tersebut bisa tergolong ringan hingga serius. Efek samping penggunaan glimepiride yang tergolong ringan adalah:

  • mengantuk, sakit kepala, rasa lelah
  • mual ringan, muntah, nyeri perut, diare
  • peningkatan sensitivitas pada sinar matahari
  • gatal atau ruam kulit ringan

Sementara, efek samping yang cukup serius yang mungkin terjadi termasuk berikut ini.

  • Tanda reaksi alergi seperti gatal-gatal, sulit bernapas; bengkak wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Ruam kulit berat, gatal, merah, atau iritasi
  • Kulit pucat, mudah memar atau berdarah, demam, tubuh terasa lemas tanpa alasan yang jelas
  • Rasa baal atau geli
  • Masalah pernapasan
  • Tubuh rasanya ingin pingsan
  • Urine dan tinja berwarna gelap
  • Nyeri perut di bagian atas, demam ringan, sakit kuning (kulit atau mata menguning)
  • Mual, muntah, tidak nafsu makan, merasa gelisah, bingung, halusinasi, nyeri otot atau lemas, dan/atau kejang.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu yang Anda alami setelah menggunakan obat ini, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Glimepiride?

Sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan obat ini, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui. Hal tersebut meliputi peringatan dan pencegahan penggunaan glimepiride, di antaranya adalah:

  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda memiliki alergi terhadap glimepiride, obat lain, atau bahan lain yang terdapat pada glimepiride. Tanyakan pada apoteker daftar bahan obat ini.
  • Beri tahu dokter dan apoteker Anda obat resep dan nonresep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang Anda gunakan atau berencana gunakan.
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita atau pernah menderita defisiensi G6PD (kondisi turunan yang menyebabkan pemecahan sel darah merah lebih cepat atau anemia hemolitik); jika Anda memiliki kelainan hormonal berkaitan dengan adrenal, hipofisis, atau kelenjar tiroid; atau jika Anda menderita penyakit jantung, ginjal, atau liver.
  • Beri tahu dokter jika Anda hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui. Jika Anda akan hamil dan sedang menggunakan obat ini, segera hubungi dokter Anda.
  • Jika Anda akan menjalani sebuah operasi, seperti operasi gigi atau operasi besar lainnya, beri tahu dokter atau dokter gigi bahwa Anda sedang menggunakan glimepiride.
  • Tanyakan pada dokter apakah aman menggunakan alkohol saat sedang dalam pengaruh obat ini. Pasalnya, alkohol dapat meningkatkan risiko efek samping penggunaan obat. Konsumsi alkohol saat menggunakan obat ini juga dapat menyebabkan flushing (wajah memerah), sakit kepala, mual, muntah, nyeri dada, lemas, penglihatan kabur, kebingungan mental, berkeringat, tersedak, sulit bernapas, dan cemas.
  • Hindari paparan sinar matahari yang tidak perlu atau lama dan gunakan baju pelindung, kacamata hitam, dan tabir surya. Obat ini dapat membuat kulit Anda sensitif terhadap sinar matahari.
  • Tanyakan pada dokter apa yang harus dilakukan jika Anda sakit, mengalami infeksi atau demam, mengalami stres yang tidak biasa, atau terluka. Kondisi ini dapat mempengaruhi gula darah dan dosis obat yang Anda butuhkan.

Apakah  Glimepiride aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA) atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia. Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  •      A: Tidak berisiko,
  •      B: Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C: Mungkin berisiko,
  •      D: Ada bukti positif dari risiko,
  •      X: Kontraindikasi,
  •      N: Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan glimepiride?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam artikel ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Anda lebih rentan menderita hipoglikemia (gula darah rendah) jika Anda menggunakan glimepiride dengan obat lain yang dapat menurunkan gula darah Anda, di antaranya adalah:

  • antikoagulan (‘pengencer darah’) seperti warfarin (Coumadin);
  • aspirin dan nonsteroidal anti-inflammatory medications (NSAIDs) lain seperti ibuprofen (Advil, Motrin) dan naproxen (Aleve, Naprosyn);
  • beta blockers seperti atenolol (Tenormin), labetalol (Normodyne), metoprolol (Lopressor, Toprol XL), nadolol (Corgard), dan propranolol (Inderal);
  • chloramphenicol;
  • clarithromycin (Biaxin);
  • disopyramide (Norpace);
  • diuretik (‘pil air’);
  • fluconazole (Diflucan);
  • fluoxetine (Prozac, Sarafem);
  • terapi pengganti hormon dan kontrasepsi hormonal (pil pengontrol kehamilan, patches, rings, implan, dan suntikan);
  • insulin atau obat lain untuk mengobati gula darah tinggi atau diabetes;
  • isoniazid (INH);
  • MAO inhibitors seperti isocarboxazid (Marplan), phenelzine (Nardil), selegiline (Eldepryl, Emsam, Zelapar), dan tranylcypromine (Parnate);
  • obat asma dan flu;
  • obat untuk kelainan mental dan mual;
  • miconazole (Monistat);
  • niacin;
  • steroid oral seperti dexamethasone (Decadron, Dexone), methylprednisolone (Medrol), dan prednisone (Deltasone);
  • phenytoin (Dilantin);
  • probenecid (Benemid);
  • quinolone dan fluoroquinolone antibiotik seperti cinoxacin (Cinobac), ciprofloxacin (Cipro), enoxacin (Penetrex), gatifloxacin (Tequin), levofloxacin (Levaquin), lomefloxacin (Maxaquin), moxifloxacin (Avelox), nalidixic acid (NegGram), norfloxacin (Noroxin), ofloxacin (Floxin), sparfloxacin (Zagam), trovafloxacin dan alatrofloxacin combination (Trovan);
  • rifampin (Rifadin);
  • anti nyeri salicylate seperti choline magnesium trisalicylate, choline salicylate (Arthropan), diflunisal (Dolobid), magnesium salicylate (Doan’s, others), dan salsalate (Argesic, Disalcid, Salgesic); antibiotik sulfa antibiotik seperti co-trimoxazole (Bactrim, Septra);
  • sulfasalazine (Azulfidine);
  • exenatide (Byetta)
  • probenecid (Benemid)

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan glimepiride?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan glimepiride?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain saat hendak menggunakan glimepiride, di antaranya adalah:

  • keracunan alkohol
  • kelenjar adrenal kurang aktif
  • kelenjar hipofisis kurang aktif
  • kondisi kurang gizi
  • kondisi fisik lemah
  • kondisi  lain yang menyebabkan kadar gula darah rendah. Pasalnya, pasien dengan kondisi ini lebih rentan atau memiliki risiko lebih tinggi mengalami gula darah rendah.
  • diabetic ketoacidosis (keto dalam darah)
  • riwayat alergi Sulfonamide (antibiotik atau obat lambung, seperti sulfamethoxazole, sulfasalazine, sulfisoxazole, Azulfidine®, Bactrim®, atau Septra®)
  • diabetes tipe 1. Jika memiliki kondisi ini, glimepiride sebaiknya tidak digunakan oleh pasien.
  • demam
  • infeksi
  • operasi
  • Trauma. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah sementara pada kontrol gula darah dan dokter mungkin akan mengobati Anda dengan insulin sementara
  • defisiensi Glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD) (masalah enzim). Dapat menyebabkan anemia hemolitik (kelainan darah) pada pasien dengan kondisi ini
  • penyakit jantung. Gunakan obat ini dengan hati-hati. Dapat memperburuk kondisi ini
  • penyakit ginjal
  • penyakit hati. Gunakan obat ini dengan hati-hati. Efek dapat meningkat akibat melambatnya pembuangan obat dari tubuh.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis dari penggunaan glimepiride adalah termasuk gejala hipoglikemia seperti:

  • kejang
  • penurunan kesadaran

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin dosis yang terlupa. Namun bila ternyata saat Anda hendak mengonsumsi dosis yang terlupa, waktu sudah menunjukkan untuk mengonsumsi dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa.

Jangan menggandakan dosis karena dosis ganda tidak akan menjamin apakah Anda bisa merasakan manfaat glimepiride lebih cepat daripada tidak menggandakannya. Selain itu, Anda tidak tahu apakah menggandakan dosis tidak akan akan meningkatkan risiko efek samping dari penggunaan obat atau tidak.

Selalu konsultasikan kepada dokter mengenai dosis penggunaan obat, sebab dokter yang memeriksa kondisi Anda tentu lebih mengetahui penggunaan dosis yang lebih tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Agustus 22, 2019

Sumber