Waktu Terbaik untuk Makan Makanan Berprotein: Pagi, Siang, Atau Malam?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Makanan yang mengandung protein membantu membentuk otot dan mempertahankan kekuatannya, menurunkan berat badan, dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berbagai peran penting yang dilakukan protein dalam tubuh di antaranya adalah untuk menunjang pertumbuhan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan membantu proses metabolisme tubuh.

Namun, kapan waktu terbaik untuk mengonsumsinya? Simak di sini jawabannya.

Waktu yang tepat untuk makan makanan yang mengandung protein

Protein banyak terkandung dalam makanan seperti daging, ikan, telur, produk susu, hingga kacang dan biji-bijian. Selain dari makanan yang mengandung protein, Anda juga bisa mencukupi kebutuhan protein Anda dari suplemen atau susu protein.

Untuk masalah kapan tepatnya harus makan protein, baik dari sumber makanan dan suplemen, akan tergantung dari apa tujuan Anda sebenarnya.

Kapan harus makan makanan berprotein kalau ingin turunkan berat badan?

Makanan yang mengandung protein tinggi dapat membantu meningkatkan metabolisme untuk membakar lemak dan mengurangi nafsu makan dengan membuat Anda kenyang lebih lama.

Untuk mendapatkan manfaat penurunan berat badan selama diet tinggi protein, usahakan untuk makan makanan kaya protein sepanjang hari. Selingi waktu makan dengan camilan yang juga tinggi protein, seperti kacang-kacangan dan yogurt atau susu.

Makan makanan berprotein di setiap waktu makan, termasuk waktunya ngemil, akan membantu Anda mengurangi asupan kalori sepanjang hari.

Kapan waktu terbaik makan makanan berprotein kalau ingin membentuk otot?

Protein penting untuk membentuk dan menguatkan otot. Selain dari makanan yang mengandung protein, Anda juga bisa meraih tujuan ini dengan minum suplemen susu protein.

Jika otot yang kuat adalah tujuan Anda untuk mengonsumsi banyak protein, Anda harus mengimbanginya dengan berolahraga rutin. tentu bukan sekadar olahraga biasa, melainkan olahraga yang memang bertujuan khusus membentuk otot. Asupan protein juga bisa membantu Anda menghindari kerusakan organ tubuh selama latihan ketahanan atau angkat beban.

Jika Anda ingin membangun massa otot, Anda bisa mengonsumsi protein dalam dua jam setelah berolahraga. Dengan catatan, Anda harus makan dulu. Jika Anda terbiasa untuk olahraga saat perut kosong alias sebelum makan, sebaiknya protein harus langsung dikonsumsi setelah selesai olahraga.

Kapan waktu terbaik makan makanan berprotein kalau ingin mencegah kehilangan massa otot?

Semakin usia bertambah tua, tubuh secara alami akan mulai kehilangan massa ototnya. Setelah lewat usia 30 tahun, Anda akan kehilangan 3% massa otot tubuh setiap tahunnya. Kehilangan massa otot meningkatkan risiko Anda terhadap patah tulang dan masalah kesehatan lainnya di usia senja.

Untuk mencegah ini terejad, sebaiknya makan 25-30 gram protein dalam satu kali waktu makan, baik saat sarapan atau makan malam. Jika Anda meningkatkan asupan protein pada saat sarapan, hal ini akan membantu Anda untuk mendistribusikan kebutuhan protein secara merata sepanjang hari.

Kapan waktu terbaik makan makanan berprotein kalau ingin mempertahankan stamina tubuh?

Untuk menjaga kebugaran tubuh, makanan yang mengandung protein adalah andalan Anda. Makan makanan berprotein yang dipadukan dengan sumber karbohidrat kompleks setelah latihan ketahanan dapat meningkatkan stamina dan mengurangi nyeri otot. Pemulihan nyeri otot pun juga lebih cepat dengan kombinasi dua makanan ini.

Makan makanan tinggi protein dan karbohidrat sebelum, selama dan setelah berolahraga.

Makan protein kasein sebelum tidur

Boleh saja. Makan makanan yang mengandung protein di malam hari akan sama manfaatnya seperti di waktu-waktu lain. Bahkan, konsumsi protein sebelum tidur dilaporkan lebih efektif untuk mempercepat pembentukan otot dan mempercepat waktu adaptasi tubuh setelah berolahraga.

Protein ternyata lebih cepat untuk dicerna dan lebih efektif diserap tubuh ketika dikonsumsi sebelum tidur. Hal ini kemudian meningkatkan ketersediaan protein ke otot untuk pemulihan sepanjang malam.

Jika Anda ingin mengonsumsi protein sebelum tidur, Anda dapat memilih bentuk protein kasein. Makanan yang mengandung protein kasein yaitu produk susu seperti keju cottage dan yogurt, juga suplemen protein kasein.

Protein kasein dicerna secara perlahan, sehingga tubuh dapat menyediakan asupan protein yang stabil sepanjang malam. Penelitian menunjukkan mengonsumsi protein kasein sebelum tidur meningkatkan pertumbuhan otot, bahkan pada lansia yang kurang aktif.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Telur mentah bisa ditemukan dalam berbagai minuman dan masakan. Tapi ternyata ada banyak risiko makan telur mentah, apalagi untuk orang-orang tertentu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

5 Manfaat Makan Tempe bagi Kesehatan yang Sayang Anda Lewatkan

Manfaat tempe bagi tubuh kita bukan sekadar sumber protein saja, tapi juga ternyata baik disantap oleh Anda yang sedang diet, bahkan oleh bayi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Gadis Rima Astari
Fakta Gizi, Nutrisi 29 November 2020 . Waktu baca 7 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Ferritin, Protein Penentu Kadar Zat Besi dalam Tubuh

Tes ferritin menjadi salah satu pemeriksaan anemia untuk mengetahui kadar zat besi dalam tubuh. Apa yang harus dilakukan bila hasilnya abnormal?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kandungan dan manfaat kacang hijau

Mengungkap 7 Manfaat Kacang Hijau yang Mengejutkan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 9 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
alergi pada telur

Serba-serbi Alergi Telur yang Harus Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
susu penambah berat badan

Apakah Susu Penambah Berat Badan Betulan Ampuh Bikin Berisi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
cara membentuk otot

7 Rahasia Membentuk Otot Hanya Dalam Satu Minggu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit