Kenapa Makanan dan Minuman Manis Bikin Cepat Haus?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Makanan manis mungkin menjadi salah satu makanan favorit Anda. Pasalnya, kandungan kalori pada gula memberikan sensasi lezat saat dimakan. Namun, kandungan gula dalam makanan cenderung membuat tenggorokan terasa sangat kering. Itu sebabnya Anda menjadi cepat haus dan ingin meneguk lebih banyak cairan. Lantas, mengapa makanan dan minuman manis membuat Anda cepat haus? Berikut penjelasannya.

Kenapa kita bisa merasa haus?

Sederhananya, rasa haus adalah sensasi normal saat tubuh membutuhkan asupan cairan. Naik turunnya rasa haus merupakan hal yang biasa. Umumnya terjadi akibat faktor makanan, cuaca, aktivitas fisik, dan faktor lainnya. Sementara itu, rasa haus yang turun secara drastis biasanya dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan seperti diabetes, dehidrasi akut, gangguan mental, atau cedera kepala.

Sinyal haus yang dihasilkan oleh tubuh berfungsi untuk memberi tahu Anda kapan kadar cairan tubuh harus diisi ulang. Ini karena sistem organ tubuh terbiasa bekerja dengan kadar cairan tertentu. Bila cairan tubuh mulai berkurang, maka otak akan memberikan sinyal haus agar Anda memenuhinya dengan segera. Fungsinya supaya kerja seluruh organ dalam tubuh tidak terganggu.

Penyebab makanan dan minuman manis bikin cepat haus

Rasa haus yang muncul setelah mengonsumsi makanan manis berkaitan dengan lonjakan glukosa (gula) dalam darah. Saat mengonsumsi makanan manis, gula dalam makanan akan masuk ke lambung dan berlanjut ke aliran darah seluruh tubuh. Artinya, kadar glukosa darah menjadi meningkat.

Setelah partikel gula mencapai aliran darah, kandungan air dari dalam sel tubuh akan bergerak keluar sel dan masuk ke dalam darah. Hal ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan cairan dalam darah agar tidak terlalu pekat akibat kelebihan gula. Proses ini disebut dengan osmolaritas dalam darah.

Osmolaritas adalah kondisi yang menggambarkan berapa banyak molekul yang harus dilarutkan dalam cairan. Semakin banyak zat yang dilarutkan maka semakin tinggi osmolaritasnya. Sama halnya dengan asupan gula, semakin banyak gula yang dikonsumsi maka semakin banyak pula molekul gula yang harus dilarutkan dalam cairan.

Otak secara rutin memantau konsentrasi darah untuk mempertahankan kadar yang normal. Ketika sudah terlalu banyak glukosa dalam darah, sel tubuh akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa sudah saatnya tubuh mengonsumsi cairan tambahan. Inilah yang menyebabkan munculnya rasa haus.

Sama halnya bila Anda menenggak minuman yang mengandung gula alias minuman manis. Saat Anda merasa haus di tengah cuaca terik, mata Anda lebih tertuju pada jus segar atau minuman manis lainnya untuk melepaskan dahaga. Cara ini justru salah. Minuman manis hanya akan menambah rasa haus Anda. Maka, lebih baik pilih air putih untuk melegakan tenggorokan Anda tanpa menambah dahaga.

Sebenarnya bukan makanan manis saja yang dapat membuat Anda haus. Makanan asin dan pedas pun juga memberikan efek yang sama. Apalagi bila Anda makan makanan manis dan asin secara bersamaan, otomatis sensasi hausnya akan berlipat-lipat.

Segera periksa ke dokter bila Anda sering cepat haus

Rasa haus berlebihan tidak selalu menandakan Anda kecanduan makanan manis. Hal ini juga dapat menandakan kondisi medis tertentu, salah satunya diabetes. Jika Anda juga mengalami penglihatan kabur, kelelahan, perubahan frekuensi buang air kecil setiap hari, maka segera periksa ke dokter untuk diagnosis yang lebih tepat.

Dalam kondisi apa pun, tubuh Anda tetap memerlukan asupan cairan. Bahkan menurut artikel yang diterbitkan pada Physiological Research Center, orang menjadi lebih cepat haus seiring dengan bertambahnya usia. Oleh karena itu, pastikan kebutuhan cairan Anda terpenuhi walaupun Anda tidak merasa haus.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Bisa Sakit Kepala Setelah Cabut Gigi?

Apakah Anda mengalami sakit kepala setelah cabut gigi? Mungkin dua alasan ini penyebabnya. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Jenis-Jenis Yoga dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Yoga adalah salah satu jenis olahraga yang diminati banyak orang. Tapi, apakah Anda tahu apa saja manfaat yoga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fitriana Deswika
Latihan Kelenturan, Kebugaran 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Mie Instan Jika Terlalu Sering Dikonsumsi

Mie instan mungkin makanan favorit masyarakat Indonesia, terutama anak kos di akhir bulan. Namun, tahukah Anda bahaya makan mie instan?

Ditinjau oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daun mimba

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
bakteri asam laktat

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
wanita berbulu lebat nafsu tinggi seks

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
tidak tumbuh jenggot dan kumis

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit