Terbuat Dari Bahan Alami, Apakah Madu Bisa Basi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Madu dibuat oleh lebah dengan mengolah nektar dari tanaman berbunga menggunakan enzim yang terdapat dalam liurnya. Karena sifatnya yang manis alami, madu sering dijadikan sebagai pengganti gula yang lebih sehat. Manfaat menyehatkan dari madu juga kerap membuat cairan kental kuning ini dijadikan obat penyembuh berbagai masalah kesehatan hingga perawatan kecantikan. Lantas, apakah madu bisa basi?

Madu bisa basi, benar atau tidak?

Ketika berbelanja madu di supermarket atau warung terdekat, Anda mungkin memerhatikan pada kemasan madu tersebut tercantum tanggal kedaluwarsa. Hal ini yang kemudian membuat banyak orang beranggapan madu bisa basi. Nyatanya, madu dalam bentuk paling murni dan alaminya — tanpa tambahan gula atau pun bahan lain — tidak bisa basi.

Madu murni sangat tinggi gula. Bahkan, 80% kandungan madu terdiri dari gula alami. Tingginya gula ini menghambat pertumbuhan berbagai jenis mikroba, seperti bakteri dan jamur. Selain itu, kandungan air dalam madu sangat sedikit yang membuat teksturnya sangat kental. Kekentalan ini membuat gula tidak dapat terfermentasi dan oksigen pun tidak mudah larut ke dalamnya. Dengan begitu, mikroba penyebab makanan busuk tidak dapat tumbuh apalagi berkembang biak.

Madu juga memiliki rata-rata kadar pH 3.9 yang menandakan bahwa cairan manis ini bersifat asam. Bakteri penyebab kontaminasi makanan tertentu seperti C. diphtheriae, E.coli, Streptococcus, dan Salmonella, tidak dapat tumbuh di lingkungan yang asam. Sifat asam inilah yang membuat madu bisa bertahan dalam waktu yang sangat lama.

Kemudian, madu murni memiliki enzim khusus bernama glukosa oksidase yang bekerja menekan pertumbuhan bakteri. Enzim tersebut terkandung secara alami dalam liur lebah yang kemudian dilarutkan ke dalam nektar (sari tanaman) selama masa produksi madu.

Saat madu matang, proses kimia yang mengubah gula menjadi asam glukonat akan menghasilkan senyawa yang disebut dengan hidrogen peroksida. Senyawa ini memberikan madu sifat antibakteri dan antimikroba lainnya seperti polifenol dan flavonoid sehingga membantu mencegah pertumbuhan mikroorganisme penyebab makanan busuk.

Namun, madu bisa menurun kualitasnya

Madu bisa basi adalah anggapan yang keliru. Madu murni tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Meski begitu, kualitas madu bisa menurun dan karenanya bisa tidak lagi menyehatkan, bahkan berisiko menimbulkan penyakit, apabila terkontaminasi oleh mikroba asing selama proses produksi yang tidak higienis.

Dikutip dari Healthline, spora dari neurotoxin C. botulinum bahkan ditemukan dalam beberapa sampel madu. Spora ini tidak berbahaya untuk orang dewasa, tetapi bisa meningkatkan risiko botulisme pada bayi. Itu sebabnya bayi yang masih sangat kecil tidak boleh diberi makan madu.

Selain itu, beberapa jenis racun tanaman bisa terbawa dalam air lir lebah saat sedang mengumpulkan nektar. Yang paling umum adalah grayanotoxins dari Rhododendron ponticum dan Azalea pontica. Madu yang dihasilkan dari tanaman ini dapat menyebabkan pusing, mual dan masalah pada denyut jantung serta tekanan darah jika proses produksinya tidak dijaga ketat. Zat yang dikenal sebagai hydroxymethylfurfural (HMF) dapat muncul selama madu diproduksi. Beberapa penelitian menemukan bukti bahwa HMF berefek negatif pada kesehatan, seperti kerusakan sel dan DNA. Untuk itu, madu sebaiknya tidak mengandung HMF lebih dari 40 mg per kilogramnya.

Terlebih, madu yang diproduksi massal dalam pabrik bisa saja sengaja dicemari dengan berbagai cara untuk mengurangi biaya produksi. Misalnya, lebah dengan sengaja diberi makan sirup gula dari jagung (fruktosa). Selain itu, produsen juga bisa saja mencemarinya dengan menambahkan pemanis murah ke dalam madu. Gula buatan inilah yang bisa membuat madu kemasan basi.

Tak hanya itu. Untuk mempercepat proses produksinya, tak jarang madu dipanen sebelum matang. Akibatnya, madu memiliki kandungan air yang lebih tinggi dari biasanya sehingga berisiko mengalami fermentasi serta perubahan rasa. Hal ini menyebabkan madu bisa basi.

Cara penyimpanan madu yang salah bisa bikin basi

Jika madu murni Anda berkualitas sangat baik tapi cara penyimpanannya salah, madu tersebut bisa kehilangan sifat antimikrobanya dan kemudian basi. Jika madu sudah terlihat berbusa atau berair, lebih baik membuangnya. Ini menandakan madu telah terkontaminasi dan tidak lagi layak untuk dikonsumsi.

Agar madu tahan lama, simpan dalam wadah kedap udara yang tertutup rapat. Simpan di tempat yang sejuk dan kering, dalam suhu ruangan sekitar -10 hingga sekitar 20º Celsius. Jangan biarkan madu dalam keadaan terbuka sehingga terpapar oleh lingkungan luar dan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri dari udara sekitar. Membiarkan kemasan madu terbuka lama juga dapat meningkatkan kadar airnya, sehingga madu terfermentasi dan cepat basi.

Anda boleh menyimpan madu di kulkas. Madu akan sedikit memadat setelah lama disimpan di lemari es, tapi Anda bisa memanaskannya sebentar di atas api kecil dan aduk rata sampai kembali pada tekstur aslinya. Jangan memanaskannya dengan suhu tinggi atau merebusnya dengan air karena akan menurunkan kualitasnya.

Ketika akan mengambil madu dari wadahnya untuk diolah atau dikonsumsi, pastikan Anda menggunakan peralatan yang bersih dan steril untuk menyendoknya. Jangan pakai alat yang sama untuk mengambil madu kedua kalinya. Ingat untuk menutup rapat wadah madu setiap kali habis pakai.

Untuk lebih jelasnya, lihat instruksi penyimpanan pada kemasan karena komposisi tiap madu berbeda-beda.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Manfaat Minum Campuran Lemon dan Madu untuk Kesehatan

Minuman campuran lemon dan madu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Selain membantu meningkatkan imun tubuh, apa saja manfaat campuran lemon dan madu?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan, Informasi Kesehatan 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Botulisme

Botulisme adalah kondisi penyakit infeksi bakteri yang menyerang perut. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatan di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Madu atau Gula: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Apa yang Anda gunakan sebagai pemanis minuman Anda, madu atau gula? Dari kedua pemanis tersebut, manakah yang lebih baik dan sehat untuk dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi 30 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Usia Berapa Bayi Mulai Boleh untuk Diberikan Madu?

Madu adalah makanan alami yang mengandung banyak manfaat. Namun tunggu dulu, ternyata madu untuk bayi tidak boleh asal diberikan, lho!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 5 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

dampak buruk minum bubble tea

Masalah Kesehatan yang Mungkin Muncul Akibat Doyan Minum Bubble Tea

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
minum teh manis pakai madu atau gula

Minum Teh Manis, Lebih Sehat Pakai Gula Pasir atau Pakai Madu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
madu untuk ibu hamil

Manfaat Madu untuk Ibu Hamil, Salah Satunya Redakan Mual dan Muntah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Manfaat Propolis, Getah Lebah yang Penuh Khasiat (Tidak Kalah dari Madu!)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit