home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Hal Tak Terduga yang Bisa Memengaruhi Kadar Vitamin D Dalam Tubuh

6 Hal Tak Terduga yang Bisa Memengaruhi Kadar Vitamin D Dalam Tubuh

Tahukah Anda bahwa ada sekitar satu miliar orang di seluruh dunia yang mengalami kekurangan vitamin D, dan kejadian paling banyak adalah di Timur Tengah dan Asia? Ini adalah masalah serius karena defisiensi alias kekurangan vitamin D dapat memicu rendahnya daya tahan tubuh, lambatnya proses regenerasi kulit ketika terjadinya luka, gangguan pertumbuhan tulang pada anak, serta berkurangnya energi.

Paparan sinar matahari (radiasi sinar UVB) adalah sumber utama produksi vitamin D dalam tubuh, meskipun vitamin D juga dapat didapatkan melalui asupan makanan ataupun suplemen. Namun selain itu, perbedaan gaya hidup dan berbagai faktor lain juga memengaruhi proses penyerapan vitamin D di dalam tubuh. Untuk menghindari kekurangan vitamin D, Anda harus sadar dan mengambil langkah proaktif untuk melawan faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan.

Apa saja yang mempengaruhi kadar vitamin D dalam tubuh?

Berikut ini berbagai faktor yang dapat memengaruhi kadar vitamin D dalam tubuh Anda:

1. Warna kulit

Melanin, alias zat pewarna kulit, “bersaing” dengan suatu zat di kulit dalam menyerap sinar UVB. Hal ini berarti semakin banyak melanin yang Anda miliki (artinya, jika warna kulit Anda lebih gelap), semakin besar kemungkinan Anda mengalami defisiensi vitamin D. Orang berkulit gelap membutuhkan lebih banyak waktu di bawah sinar matahari, atau mungkin perlu mengonsumsi suplemen vitamin D dengan kadar yang lebih tinggi.

2. Penggunaan tabir surya

Tabir surya alias sunscreen sering kali dianjurkan oleh dokter untuk mencegah sengatan matahari, kanker kulit, dan penuaan kulit yang berlebihan. Meskipun ini benar, penggunaan tabir surya yang salah sebenarnya dapat meningkatkan risiko kanker karena tindakan pemblokirannya yang kuat terhadap vitamin D.

Tabir surya bekerja dengan cara menghalangi sinar UVB, sinar yang penting untuk mengaktifkan produksi vitamin D. Nah, agar terhindari dari efek buruk sinar matahari tanpa harus terhalangi dari manfaatnya, baca di sini untuk cara pakai tabir surya agar tetap aman.

3. Polusi udara

Partikel organik dari pembakaran kayu, bahan bakar fosil, dan bahan polutan lainnya tersebar di udara terbuka dan dapat menyerap UVB.

4. Berat badan

Lemak tubuh menyerap lebih banyak vitamin D dan berfungsi sebagai pusat penyimpanan nutrisi. Memiliki persentase lemak tubuh yang sehat dapat membantu untuk memastikan tingkat vitamin D yang memadai sepanjang tahun. Namun, bukan berarti kelebihan lemak tubuh itu baik, karena penelitian juga menunjukkan bahwa obesitas berhubungan dengan kadar vitamin D yang rendah.

5. Musim dan lokasi

Selama musim dingin, jumlah sinar UVB yang dapat mencapai permukaan bumi menurun karena rendahnya sudut matahari. Hal ini terutama berlaku jika Anda berada semakin jauh dari garis khatulistiwa.

6. Usia

Dibandingkan dengan orang usia muda, orang tua memiliki kadar zat pengubah sinar UVB menjadi prekursor vitamin D yang lebih rendah. Artinya, orang tua adalah produsen vitamin D yang kurang efisien daripada orang muda. Hal ini berkaitan dengan berkurangnya fungsi organ-organ yang berperan serta dalam pengolahan vitamin D dalam tubuh, khususnya hati, ginjal, dan usus.

Untuk mengetahui apakah Anda perlu suplemen dengan vitamin D, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu dikarenakan kadar yang dibutuhkan setiap orang berbeda. Jika Anda membutuhkan suplemen, dokter Anda akan memberi saran jumlah suplemen yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  1. Holick M.F. Vitamin D deficiency. N. Engl. J. Med. 2007;357:266–281. doi: 10.1056/NEJMra070553. Diakses pada 4 November 2017.
  2. Van Schoor N.M., Lips P. Worldwide vitamin D status. Best Pract. Res. Clin. Endocrinol. Metab. 2011;25:671–680. doi: 10.1016/j.beem.2011.06.007. Diakses pada 4 November 2017.
  3. Mazahery H, von Hurst PR. Factors Affecting 25-Hydroxyvitamin D Concentration in Response to Vitamin D Supplementation. Nutrients. 2015;7(7):5111-5142. doi:10.3390/nu7075111. Diakses pada 4 November 2017.
  4. 9 things that can undermine your vitamin D level. https://www.health.harvard.edu/healthbeat/9-things-that-can-undermine-your-vitamin-d-level. Diakses pada 4 November 2017.
  5. Debska O, Kaminska-Winclorek G, Spiewak R. Does sunscreen use influence the level of vitamin D in the body? Pol Merkur Lekarski. 2013 Jun;34(204):368-70. Diakses pada 4 November 2017.
  6. Hosseinpanah F, Pour SH, Helbatollahi M, et al. The effects of air pollution on vitamin D status in healthy women: a cross sectional study. BMC Public Health. 2010 Aug 29;10:519. doi: 10.1186/1471-2458-10-519. Diakses pada 4 November 2017.
  7. Arunabh S, Pollack S, Yeh J, Aloia JF. Body fat content and 25-hydroxyvitamin D levels in healthy women. J Clin Endocrinol Metab. 2003 Jan;88(1):157-61. Diakses pada 4 November 2017.
Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh dr. Maggie Nathania
Tanggal diperbarui 20/11/2017
x