brand logo
Kategori
Cek Kesehatan
Komunitas
Booking Dokter

Iklan

Bagikan

Makanan Kelinci yang Aman dan Baik untuk Kesehatannya

Ketika membayangkan makanan kelinci, wortel mungkin menjadi salah satu yang pertama terlintas di pikiran. Padahal, makanan utama kelinci bukan wortel, melainkan rumput atau hay berkualitas yang tinggi serat.

Makanan Kelinci yang Aman dan Baik untuk Kesehatannya

Hay perlu tersedia sepanjang waktu agar kelinci dapat makan sedikit demi sedikit sesuai perilaku alaminya. Serat dari hay juga berperan penting dalam menjaga pergerakan saluran pencernaan dan kesehatan gigi kelinci.

Selain hay, pola makan kelinci dapat dilengkapi dengan sayuran berdaun hijau, pelet khusus kelinci dalam jumlah terukur, serta sedikit buah sebagai camilan.

Lantas, apa saja makanan kelinci yang aman dan berapa banyak yang sebaiknya diberikan?

Apa makanan utama kelinci?

Kelinci merupakan hewan herbivora dengan sistem pencernaan yang dirancang untuk mengonsumsi makanan tinggi serat.

Menurut MSD Veterinary Manual, pola makan kelinci yang sehat secara umum terdiri dari sekitar 85–90% grass hay, kemudian dilengkapi dengan pelet dan sayuran segar dalam jumlah lebih kecil. Hay berkualitas sebaiknya tersedia tanpa batas sepanjang hari.

Untuk kelinci dewasa yang sehat, pilihan hay dapat berupa:

  • timothy hay,
  • orchard grass,
  • oat hay, atau
  • meadow hay.

Hay tidak hanya menyediakan serat. Kebiasaan mengunyah makanan berserat dalam waktu lama juga penting karena seluruh gigi kelinci terus tumbuh sepanjang hidupnya.

MSD Veterinary Manual menjelaskan bahwa kelinci yang lebih banyak mengonsumsi pelet daripada hay lebih berisiko mengalami pertumbuhan gigi berlebihan karena pelet tidak memberikan pola mengunyah yang sama seperti hay.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Small Animal Practice juga menemukan perubahan awal yang mengarah pada masalah gigi pada kelinci yang mendapatkan diet berbasis muesli dibandingkan kelompok yang mengonsumsi hay.

Catatan: kebutuhan kelinci muda berbeda dari kelinci dewasa. Alfalfa hay, misalnya, dapat digunakan untuk kelinci yang masih tumbuh, tetapi umumnya tidak dianjurkan sebagai hay utama untuk kelinci dewasa sehat karena kandungan protein dan kalsiumnya lebih tinggi.

Daftar makanan kelinci yang aman

Selain hay sebagai makanan utama, berikut beberapa jenis makanan yang dapat diberikan kepada kelinci.

1. Hay atau rumput

Hay merupakan bagian terpenting dalam pola makan kelinci dan harus tersedia setiap saat.

Kandungan seratnya membantu menjaga pergerakan normal saluran cerna. Merck Veterinary Manual menjelaskan bahwa serat berukuran panjang secara mekanis membantu merangsang pergerakan usus besar dan sekum kelinci. Diet rendah serat, sebaliknya, berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan saluran pencernaan.

Hay yang diberikan sebaiknya:

  • kering,
  • tidak berjamur,
  • tidak berdebu berlebihan,
  • berbau segar, dan
  • disimpan di tempat yang kering.

Kelinci dewasa sebaiknya selalu memiliki akses terhadap hay sehingga dapat makan kapan pun ia membutuhkannya.

Jangan menyamakan hay dengan rumput hasil potongan mesin pemotong rumput. RSPCA secara khusus menyarankan untuk tidak memberikan lawn mower clippings karena dapat membuat kelinci sakit.

2. Sayuran berdaun hijau

Sayuran segar dapat melengkapi hay dengan memberikan variasi tekstur dan zat gizi.

Beberapa pilihan sayuran dan herba yang disebut aman dalam panduan RSPCA antara lain:

  • kale,
  • brokoli,
  • peterseli,
  • daun dandelion,
  • mint,
  • rosemary, dan
  • beberapa jenis kubis atau sayuran berdaun hijau lainnya.

Sayuran sebaiknya dicuci terlebih dahulu dan diberikan dalam variasi, bukan hanya satu jenis dalam jumlah besar.

VCA Animal Hospitals juga menyarankan pemberian beberapa jenis sayuran dalam jumlah kecil lebih baik daripada memberikan satu jenis sayuran dalam jumlah besar.

Saat memperkenalkan sayuran baru, berikan sedikit terlebih dahulu dan pantau apakah terjadi perubahan pada feses, nafsu makan, atau tanda gangguan pencernaan.

3. Pelet khusus kelinci

Pelet atau rabbit pellets dapat menjadi bagian dari pola makan kelinci, tetapi porsinya jauh lebih kecil dibandingkan hay.

Pilih pelet yang diformulasikan khusus untuk kelinci dan memiliki kandungan serat yang memadai.

Untuk kelinci dewasa, pelet berbahan dasar timothy biasanya lebih sesuai dibandingkan produk berbahan dasar alfalfa. Pelet sebaiknya diberikan dalam jumlah terukur karena konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kelinci makan lebih sedikit hay dan meningkatkan asupan energi.

Hindari mengisi kembali mangkuk pelet setiap kali terlihat kosong tanpa memperhitungkan jumlah hariannya.

4. Buah dalam jumlah terbatas

Buah bukan makanan utama kelinci.

Kandungan gula pada buah membuatnya lebih sesuai diberikan sebagai camilan sesekali dalam jumlah kecil.

Beberapa pilihan yang dapat diberikan antara lain:

  • apel tanpa biji,
  • pir,
  • stroberi,
  • raspberry, atau
  • buah beri lainnya.

VCA menyarankan buah diberikan dalam jumlah sangat terbatas karena konsumsi gula yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan normal bakteri di saluran pencernaan.

Hal yang sama berlaku untuk wortel. Meski sangat identik dengan kelinci, wortel merupakan sayuran akar yang relatif tinggi karbohidrat sehingga lebih baik diberikan sebagai camilan daripada makanan sehari-hari.

5. Air bersih

Selain makanan berserat tinggi, kelinci harus selalu memiliki akses terhadap air minum yang bersih dan segar.

Air perlu tersedia setiap saat dan diganti secara rutin. Periksa juga wadah atau botol air setiap hari untuk memastikan kelinci dapat mengaksesnya dengan mudah.

MSD Veterinary Manual memasukkan ketersediaan air bersih tanpa batas sebagai bagian mendasar dari pola makan sehat kelinci.

Berapa banyak makanan yang diberikan kepada kelinci?

Jumlah makanan yang dibutuhkan dapat berbeda menurut:

  • usia,
  • berat dan ukuran tubuh,
  • aktivitas,
  • kondisi tubuh,
  • kondisi kesehatan,
  • kehamilan atau menyusui, serta
  • jenis makanan yang digunakan.

Karena itu, angka porsi sebaiknya digunakan sebagai panduan umum, bukan aturan yang berlaku untuk semua kelinci.

Hay

Untuk kelinci dewasa sehat, hay sebaiknya tersedia sepanjang waktu dan tidak perlu dibatasi.

MSD Veterinary Manual menyebut grass hay sebagai sekitar 85–90% pola makan sehat kelinci.

Sayuran hijau

Sayuran dapat diberikan setiap hari dalam jumlah yang disesuaikan dengan ukuran kelinci.

Sebagai gambaran, MSD Veterinary Manual mencantumkan sekitar 1 cup sayuran segar per 2 pound atau sekitar 0,9 kg berat badan per hari sebagai panduan umum.

Namun, jenis sayuran juga perlu bervariasi dan makanan baru tetap harus diperkenalkan secara bertahap.

Pelet

Pelet perlu diberikan dalam jumlah yang terukur.

VCA Animal Hospitals memberi kisaran sekitar 1/8–1/4 cup pelet berbahan dasar timothy per 5 pound atau sekitar 2,25 kg berat badan untuk kelinci dewasa.

Sementara itu, MSD Veterinary Manual menggunakan sekitar 1/4 cup per 5 pound berat badan per hari sebagai panduan umum.

Perbedaan kecil antar-panduan ini menunjukkan bahwa porsinya tidak perlu diperlakukan sebagai resep universal. Ikuti petunjuk produk dan diskusikan kebutuhan individual dengan dokter hewan, terutama jika kelinci masih muda, sedang hamil atau menyusui, terlalu kurus, mengalami obesitas, atau memiliki kondisi medis tertentu.

Buah dan camilan

Buah diberikan jauh lebih sedikit daripada hay, sayuran, atau pelet.

VCA, misalnya, menyarankan buah segar tinggi serat dalam jumlah sekitar 1–2 sendok makan, satu atau dua kali seminggu.

RSPCA juga menempatkan buah dan sayuran akar seperti wortel sebagai camilan sesekali, bukan makanan harian.

Makanan yang tidak boleh diberikan secara sembarangan

Beberapa makanan perlu dibatasi atau sebaiknya tidak diberikan kepada kelinci.

1. Terlalu banyak wortel

Wortel bukan makanan utama kelinci.

Karena kandungan karbohidrat dan gulanya relatif tinggi, wortel lebih tepat diberikan dalam potongan kecil sebagai camilan sesekali.

Daun wortel dapat memiliki profil nutrisi berbeda dari bagian akarnya dan termasuk salah satu leafy green yang dicantumkan VCA sebagai pilihan sayuran.

2. Terlalu banyak buah

Buah mengandung gula sehingga sebaiknya tidak diberikan setiap hari dalam jumlah besar.

Jika terlalu banyak makanan manis menggantikan hay, kelinci juga dapat kehilangan asupan serat panjang yang dibutuhkan saluran pencernaannya.

3. Muesli mix

Makanan kelinci bergaya muesli biasanya berisi campuran biji-bijian, jagung, kacang polong, serpihan, dan berbagai bentuk pelet.

RSPCA tidak merekomendasikan diet semacam ini karena kelinci dapat memilih komponen tertentu dan meninggalkan yang lain. Kebiasaan ini dapat menyebabkan pola makan yang tidak seimbang serta berkaitan dengan masalah gigi, pencernaan, dan berat badan.

Hal ini juga didukung oleh penelitian.

Sebuah studi pada 32 kelinci menemukan selective feeding pada seluruh kelompok yang mendapatkan muesli. Kelinci cenderung memilih komponen tertentu dan meninggalkan pelet sehingga peneliti menyimpulkan bahwa diet muesli tidak dapat direkomendasikan.

Penelitian lain pada 32 kelinci menunjukkan kelompok yang mendapatkan muesli tanpa hay memiliki kondisi tubuh yang lebih tinggi dan masuk kategori obesitas setelah sembilan bulan penelitian.

Studi lanjutan juga menemukan perubahan awal pada struktur gigi dan kasus penyakit gigi pada beberapa kelinci yang mendapat muesli tanpa hay.

4. Potongan rumput dari mesin pemotong

Jangan memberikan rumput dari sisa mesin pemotong rumput.

RSPCA menyarankan untuk menghindarinya karena potongan tersebut dapat membuat kelinci sakit. Jika ingin memberikan rumput segar, pastikan berasal dari tanaman yang aman, bebas bahan kimia, dan dipetik secara langsung.

5. Kacang, biji, roti, dan makanan manusia

VCA menyarankan agar kelinci tidak diberikan makanan seperti:

  • kue atau biskuit,
  • kacang,
  • biji-bijian,
  • grains, dan
  • roti.

Makanan tersebut tidak sesuai dengan pola makan tinggi serat yang dibutuhkan kelinci dan dapat memberikan kalori atau karbohidrat berlebih.

Makanan manusia yang tinggi gula, garam, atau lemak juga sebaiknya tidak diberikan.

6. Tanaman yang belum diketahui keamanannya

Tidak semua tanaman, bunga, atau daun aman untuk kelinci.

RSPCA mencantumkan beberapa tanaman beracun, termasuk bluebell, foxglove, holly, dan tulip. Karena spesies tanaman di Indonesia dapat berbeda, jangan memberikan tanaman liar jika belum dapat memastikan jenis dan keamanannya.

Jika ragu, lebih aman tidak memberikannya dan berkonsultasi dengan dokter hewan.

Tips mengganti makanan kelinci

Perubahan pola makan kelinci sebaiknya tidak dilakukan secara mendadak.

Sistem pencernaan kelinci memiliki komunitas mikroorganisme yang membantu mencerna makanan. Perubahan makanan terlalu cepat dapat mengganggu keseimbangan tersebut dan menyebabkan masalah pencernaan.

Jika ingin mengganti pelet atau menghentikan makanan muesli, lakukan secara bertahap.

Contohnya:

  1. campurkan sedikit makanan baru dengan makanan lama,
  2. tingkatkan jumlah makanan baru secara perlahan,
  3. kurangi makanan lama secara bertahap,
  4. pastikan kelinci tetap makan hay dalam jumlah cukup, dan
  5. pantau nafsu makan serta jumlah dan bentuk feses setiap hari.

RSPCA menyarankan perpindahan dari diet muesli menuju pola makan yang lebih sehat dilakukan secara bertahap selama beberapa minggu, bukan sekaligus.

Jika mengenalkan sayuran baru, prinsipnya serupa. Berikan sedikit terlebih dahulu dan pantau apakah muncul feses lunak, diare, kembung, atau perubahan nafsu makan.

Waspadai ketika kelinci berhenti makan

Pada kelinci, penurunan nafsu makan tidak sebaiknya dianggap sepele.

Diet rendah serat, masalah gigi, rasa sakit, stres, dan berbagai kondisi kesehatan dapat menyebabkan pergerakan saluran cerna melambat atau berhenti, yang dikenal sebagai gastrointestinal stasis.

MSD Veterinary Manual menyebutkan kelinci yang berhenti makan atau mengalami diare maupun penurunan jumlah feses perlu mendapat pemeriksaan dokter hewan dengan segera.

VCA juga menekankan bahwa kelinci yang tidak makan dapat berubah dari sekadar tampak kurang sehat menjadi mengalami kondisi yang mengancam nyawa hanya dalam hitungan jam.

Segera konsultasikan dengan dokter hewan jika kelinci:

  • tiba-tiba tidak mau makan,
  • hanya mau makan makanan tertentu tetapi menolak hay,
  • menghasilkan feses jauh lebih sedikit,
  • tidak buang air besar,
  • terlihat lemas,
  • tampak kesakitan atau membungkuk,
  • mengalami perut membesar, atau
  • mengalami perubahan berat badan yang tidak wajar.

Penolakan terhadap hay juga dapat menjadi salah satu tanda masalah gigi karena mengunyah menjadi terasa tidak nyaman.

Kesimpulan

  • Makanan kelinci yang sehat berpusat pada hay atau rumput berkualitas tinggi, bukan wortel maupun pelet.
  • Untuk kelinci dewasa sehat, hay perlu tersedia sepanjang hari dan menjadi sebagian besar makanannya. 
  • Pola makan bisa dilengkapi dengan variasi sayuran berdaun hijau, pelet khusus kelinci dalam jumlah terukur, serta sedikit buah atau wortel sebagai camilan.
  • Hindari diet bergaya muesli, makanan manusia tinggi gula atau lemak, serta perubahan makanan secara mendadak.
  • Yang tidak kalah penting, pantau kebiasaan makan dan feses setiap hari. 
  • Jika kelinci tiba-tiba berhenti makan atau jumlah feses berkurang drastis, jangan menunggu terlalu lama untuk berkonsultasi dengan dokter hewan.
medical
Hello Sehat Medical Review Team
Ditinjau secara medis oleh
Kesehatan · None
Ditulis oleh Wicak Hidayat · Tanggal diperbarui 2 hari lalu