home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Nutrisi Daging Wagyu yang Terkenal Lezat dan Mahal

Nutrisi Daging Wagyu yang Terkenal Lezat dan Mahal

Daging wagyu terkenal mahal tapi memiliki tekstur lembut dan empuk. Apakah harganya yang mahal setara dengan nutrisi daging wagyu yang sehat? Benarkah jenis daging ini lebih sehat dibanding dengan daging lainnya? Cari tahu pada ulasan berikut ini.

Apakah daging wagyu lebih sehat?

Daging wagyu adalah jenis daging sapi asal Jepang yang memiliki pola seperti marmer yang khas. Nama Wagyu sendiri diambil dari bahasa Jepang “Wa” yang berarti Jepang dan “Gyu” yang berarti daging atau ternak. Meski begitu, daging ini juga ada yang berasal dari Australia dan Amerika serikat.

Daging jenis ini dikenal dengan tekstur dagingnya yang lembut. Pola marmer pada daging dihasilkan dari kandungan lemak tak jenuh. Hal tersebutlah yang memberikan rasa daging sapi yang satu ini menjadi beraroma gurih dan terasa lumer di mulut.

Berkenaan dengan nutrisinya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa daging wagyu mengandung lebih banyak asam lemak omega-3 dan omega-6, serta lebih banyak asam lemak tak jenuh tunggal dibandingkan daging sapi lainnya.

Persentase asam lemak memengaruhi tekstur dan rasa makanan di mulut, terutama pada daging. Itulah alasan mengapa daging sapi jenis ini dianggap sebagai daging sapi terbaik dan terenak serta memiliki harga yang mahal.

Asam lemak tak jenuh membantu mengendalikan tekanan darah dan menjaga suhu tubuh normal. Asam lemak tak jenuh tunggalnya dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Peningkatan omega-3 dan omega-6 membantu pencernaan kolesterol dan trigliserida.

Protein dalam daging wagyu dapat membantu menjaga otot dan membakar lemak karena dapat meningkatkan asupan oksigen, produksi energi, dan tingkat metabolisme tubuh.

Mengenal kandungan nutrisi daging wagyu

nutrisi daging wagyu
sumber: CNN

Satu porsi daging wagyu (yang berasal dari Jepang) seberat sekitar 113 gram mengandung sebanyak 280 kalori. Sementara itu, 1 porsi (113 gram) daging ini yang berasal dari Amerika memiliki kandungan kalori sebesar 330 kalori.

Tak hanya cenderung punya kalori yang rendah, kandungan nutrisi daging wagyu juga beragam yang tentunya penting untuk tubuh. Apa saja?

Lemak

Badan kesehatan dunia WHO menyarankan total asupan lemak tidak lebih dari 30% dari total kebutuhan kalori per hari.

Sementara kadar lemak jenuh tidak boleh lebih dari 10% dari total asupan lemak dalam sehari dan harus memperbanyak asupan lemak tak jenuh. Ini setara dengan 67 gram lemak per hari yang terdiri dari 22 gram lemak jenuh dan sisanya lemak tak jenuh.

Jika dibandingkan dengan kandungan lemak dalam satu porsi daging wagyu, terdapat sebanyak 20 gram lemak total dan 8 gram lemak jenuh. Mengonsumsi daging jenis ini masih cukup aman bagi kadar lemak total.

Meski begitu, Anda tetap perlu hati-hati agar tidak sampai berlebihan. Sebab, mengonsumsi lemak jenuh melebihi batas normal dapat meningkatkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung.

Protein

Berdasarkan tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kemenkes RI, standar angka kecukupan protein bagi masyarakat Indonesia yakni sekitar 56 – 59 gram per hari untuk perempuan dan 62 – 66 gram per hari untuk laki-laki.

Sementara itu, satu porsi jenis daging ini memiliki 22 gram protein. Ini setara dengan 30 – 40% kebutuhan protein harian Anda.

Sebagai sumber protein hewani, daging wagyu mengandung semua asam amino esensial, yang menjadikannya sumber protein yang lengkap.

Zat besi

Zat besi termasuk mineral tubuh yang berguna untuk pembentukan sel darah merah yang memiliki peran mengangkut oksigen ke dalam tubuh.

Maka itu, kekurangan zat besi dapat menyebabkan Anda mudah lelah dan kekebalan tubuh menurun. Bagi Anda yang mengalami anemia, Anda harus mengonsumsi makanan sumber zat besi agar cepat pulih.

Kebutuhan zat besi untuk laki-laki dewasa berusia 19 – 50 tahun dan perempuan di atas usia 51 tahun yakni 8 miligram zat besi per hari. Sementara perempuan berusia 19 – 50 tahun membutuhkan 18 miligram zat besi per hari.

Nah, daging wagyu bisa jadi pilihan sumber zat besi yang baik karena mengandung 10% kebutuhan zat besi harian Anda atau sekitar 2 miligram.

Natrium

Daging sapi wagyu mengandung sekitar 60 gram natrium. Meski beberapa orang peka terhadap garam dan perlu memerhatikan asupan mineral natrium, tubuh Anda tetap memerlukan zat mineral ini.

Natrium membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, yang berperan dalam mendinginkan tubuh Anda saat berkeringat dan membantu mengirimkan sinyal ke sistem saraf tubuh.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Wagyu Beef Nutrition https://www.livestrong.com/article/349495-wagyu-beef-nutrition/ diakses 5 Maret 2018.

Kobe Beef Nutrition Facts https://www.livestrong.com/article/171027-kobe-beef-nutrition-facts/ diakses 5 Maret 2018.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sehat Berawal dari Piring Makanku  http://www.depkes.go.id/article/view/17103100004/healthy-starting-from-my-food-plate.html  diakses 6 Maret 2018.

Healthy Diet http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs394/en/ diakses 6 Maret 2018.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 15/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x