home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mie Soba Sehat atau Tidak? Simak Faktanya!

Mie Soba Sehat atau Tidak? Simak Faktanya!

Mie soba adalah makanan khas Jepang yang terbuat dari buckwheat Jepang atau sejenis biji-bijian bernama latin Fagopyrum esculentum. Jenis biji tersebut bebas dari gluten dan tidak seperti gandum pada umumnya. Apa manfaat dari bahan pangan ini?

Mie soba aman atau tidak untuk kesehatan?

Sumber: Live Japan

Mie soba merupakan mie yang terbuat dari tepung soba dan air. Namun, sekarang ini umumnya orang membuatnya dengan campuran terigu dan garam.

Mie jenis yang kedua tersebut biasanya dibuat dengan komposisi tepung soba 80% dan tepung terigu 20%, yang kerap disebut dengan hachiwari.

Saat ini, Anda bisa menemukan menu makanan di berbagai restoran di Indonesia. Pembuatannya sudah banyak dikreasikan, yang beberapa di antaranya bahkan mengandung lebih banyak tepung terigu daripada tepung soba seperti resep orisinal.

Variasi komposisi itulah yang menentukan aman atau tidaknya mie soba untuk kesehatan. Secara umum, mie jenis ini merupakan sumber karbohidrat.

Namun, jika mengonsumsi yang mengandung tinggi tepung terigu beserta kandungan garamnya, Anda harus lebih berhati-hati dan mengurangi jumlahnya.

Bukannya tidak boleh mengonsumsi tepung, tetapi tepung terigu memberi tambahan kalori pada mie Anda. Begitupun dengan natrium dalam garam yang jika terlalu banyak akan meningkatkan risiko hipertensi (tekanan darah tinggi).

Apa saja kandungan gizinya?

Sumber: Cooking NY Times

Karena mie jenis ini tersedia dalam banyak varian, sebaiknya cek label gizinya sebelum membeli salah satu jenis mie ini. Setiap merek memiliki komposisi berbeda-beda, tergantung apa saja bahan yang digunakan untuk membuat mie soba tersebut.

Agar lebih jelas, di bawah ini merupakan kandungan zat gizi mie dari tepung soba yang asli 100%.

  • Energi (kalori): 192 kalori
  • Protein: 8 gram
  • Karbohidrat: 42 gram
  • Serat: 3 gram
  • Lemak: 0 gram

Dilihat dari nilai gizinya, soba cocok untuk Anda yang sedang mengurangi jumlah lemak untuk cegah menaikkan berat badan. Protein di dalamnya termasuk tinggi dan diketahui mengandung asam amino jenis lisin yang lebih tinggi daripada gandum.

Maka itu, mie dari soba bisa jadi pilihan yang baik juga bagi para vegetarian untuk bantu memenuhi kebutuhan protein yang penting untuk tumbuh kembang sel, serta memperbaiki sel-sel seluruh tubuh yang rusak, dan juga membangun otot.

Selain itu, bagi orang yang mengalami intoleransi gluten, mie soba termasuk aman dikonsumsi sebab tidak mengandung gluten. Kecuali kalau Anda mengonsumsi mi soba yang mengandung tepung terigu.

Yang tidak kalah penting, soba merupakan sumber mineral mangan yang baik. Dengan mengonsumsi sekitar 1 cangkir mie ini dapat memenuhi 24% kebutuhan mangan pada wanita dewasa, dan 18% kebutuhan mangan pada pria dewasa.

Bahan pangan ini juga merupakan sumber vitamin B1 (tiamin) yang baik dalam tubuh. Vitamin B1 ini dibutuhkan untuk metabolisme energi dan mendukung pertumbuhan sel.

Soba juga memiliki efek antiradang sebab kadar senyawa flavonoid di dalamnya cukup tinggi. Dengan begitu, soba bisa membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah dari peradangan.

Menurut penelitian, pada orang sehat maupun yang memiliki risiko penyakit jantung, mengonsumsi tepung soba 40 gram selama 12 minggu dapat menurunkan 19 mg/dl kolesterol total dan menurunkan 22 mg/dl trigliserida. Diketahui bahwa bahan pangan ini ini mengurangi penyerapan kolesterol.

Selain itu, bahan pangan ini memiliki nilai indeks glikemik yang rendah. Artinya, bahan pangan ini aman dikonsumsi bagi Anda yang memiliki penyakit diabetes. Soba tidak menyebakan lonjakan gula darah Anda secara tiba-tiba.

Cara mengolah mie soba yang baik untuk kesehatan

Sumber: Livestrong

Cara memasak bahan pangan ini yakni dengan direbus. Setelah itu, tiriskan soba dan segera bilas dengan air dingin matang. Sembari dibilas, goyangkan mie perlahan. Pembilasan dilakukan untuk menjaga tekstur mie agar tidak mudah menempel dan lengket.

Selanjutnya, Anda bisa memasak mie dari soba seperti mie pada umumnya. Dibuat berkuah, atau tumis dengan sayuran, dimakan dengan saus kacang, dan lain sebagainya.

Yang penting, selama makan mie soba campurkan juga dengan sayuran dan sumber protein lainnya seperti telur, tahu, atau potongan daging ikan.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

McCulloch Marsha. 2018. Soba Noodles: Good or Bad?. [Online] Tersedia pada: https://www.healthline.com/nutrition/soba-noodles#what-they-are (Diakses 4 September 2018)

Kerns Michelle. 2018. Healthy Benefits of Buckwheat Noodles. [Online] Tersedia pada: https://healthyeating.sfgate.com/healthy-benefits-buckwheat-noodles-6583.html (Diakses 4 September 2018)

Christensen Emma. 2013. How to Make Buckwheat Soba Noodles from Scratch. [Online] Tersedia pada: https://www.thekitchn.com/how-to-make-soba-noodles-from-scratch-cooking-lessons-from-the-kitchn-191038 (Diakses 4 September 2018)

McDermott Anette. 2016. The Nutritional Value of Soba Noodles. [Online] Tersedia pada: https://www.healthline.com/health/food-nutrition/soba-noodles-nutrition#1 (Diakses 4 September 2018)

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 14/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x