backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Makanan dan Minuman yang Bikin Sering Buang Air Kecil, Lansia Wajib Tahu!

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Diva Mosaik Lintang · Tanggal diperbarui 4 hari lalu

Makanan dan Minuman yang Bikin Sering Buang Air Kecil, Lansia Wajib Tahu!

Inkontinensia urine (gangguan kandung kemih) adalah kondisi sulit menahan buang air kecil dan menjadi permasalahan yang sering lansia rasakan. Kondisi ini sering mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari, sehingga perlu melakukan upaya pencegahan. Salah satunya adalah memperhatikan asupan yang dikonsumsi. Terdapat jenis makanan dan minuman yang membuat sering buang air kecil, sehingga Anda perlu membatasinya. Apa saja?

Beragam jenis makanan dan minuman yang membuat sering buang air kecil

Berikut ini terdapat sejumlah jenis makanan dan minuman yang bisa menyebabkan Anda sering buang air kecil.

1. Hidangan dengan pemanis buatan

Pemanis buatan bisa Anda temukan pada beragam jenis sajian, baik berupa makanan ataupun minuman. Jenis pemanis buatan pun bermacam-macam, seperti aspartam atau sakarin.

Kandungan tersebut dianggap dapat memengaruhi fungsi kandung kemih, sehingga menyebabkan iritasi kandung kemih terutama pada orang dengan kondisi radang kandung kemih kronis.

Bahkan, pemanis buatan juga dapat memperburuk gejala inkontinensia urine pada seseorang yang mengalami infeksi saluran kemih.

Oleh karena itu, sebaiknya batasi asupan makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan untuk mengurangi risiko sulit menahan buang air kecil.

2. Makanan tinggi sodium

Monosodium glutamat (MSG) merupakan zat aditif pada makanan yang memberi rasa gurih dan nikmat ketika disantap.

Makanan yang gurih karena kandungan sodium tersebut cenderung memicu rasa ketagihan sehingga sebagian orang ingin menyantapnya dalam jumlah yang banyak.

Sayangnya, asupan sodium yang berlebihan dalam tubuh dapat mengganggu kesehatan, salah satunya sulit menahan buang air kecil.

Mengutip salah satu jurnal dari International Journal of Clinical Practice, makanan tinggi sodium dapat meningkatkan produksi urin pada manusia.

Mengonsumsi makanan bersodium tinggi secara berlebihan juga menyebabkan kandung kemih bekerja lebih keras, sehingga memicu anyang-anyangan yang mengakibatkan buang air kecil berlebihan.

3. Soda

Tak hanya asupan berupa makanan, minuman jenis tertentu juga dapat memicu atau memperparah sulitnya menahan buang air kecil. Salah satu jenis minuman tersebut adalah minuman ringan yang mengandung soda.

Minuman bersoda dapat mengiritasi kandung kemih Anda, sehingga menyebabkan lebih sering buang air kecil.

Selain kandungan soda, zat pemanis buatan yang umumnya berkadar tinggi di dalam minuman bersoda juga dapat memperparah kondisi kandung kemih.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari mengonsumsi minuman bersoda untuk mencegah dan membantu mengatasi masalah sulit menahan buang air kecil.

4. Minuman berkafein

Kafein merupakan zat yang memiliki sifat diuretik, sehingga dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Minuman berkafein seperti kopi atau teh dapat menyebabkan sering buang air kecil jika Anda mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan.

Mengonsumsi banyak minuman berkafein alih-alih air putih juga dapat meningkatan risiko dehidrasi.

5. Alkohol

Sama halnya dengan minuman berkafein, alkohol juga bersifat diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Semakin banyak alkohol yang Anda konsumsi, kandung kemih pun akan terisi dengan cepat sehingga menambah tekanan pada otot dinding kandung kemih. Akibatnya, timbul rasa ingin buang air kecil yang sulit dikontrol.

Selain memperhatikan asupan makanan, sebaiknya Anda menjaga kenyamanan di tengah kondisi sulit menahan buang air kecil dengan menggunakan popok khusus dewasa.

Popok khusus dewasa cukup penting karena dapat menanggulangi kebocoran urine di tengah aktivitas, sehingga Anda bisa tetap merasa nyaman saat berkegiatan.

Tentunya, pemakaian popok dewasa ini dapat memberikan kenyamanan selama 24 jam baik saat beraktivitas maupun istirahat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Diva Mosaik Lintang · Tanggal diperbarui 4 hari lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan