home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Orang Dewasa Pakai Popok Bisa Mengalami Ruam, Bagaimana Mengatasinya?

Orang Dewasa Pakai Popok Bisa Mengalami Ruam, Bagaimana Mengatasinya?

Ruam popok ternyata bukan hanya bisa terjadi pada anak bayi. Kondisi ini bisa terjadi pada siapapun yang pakai popok, dari orang dewasa, maupun lansia. Ruam ini menimbulkan rasa perih dan tidak nyaman pada kulit. Gejala ruam popok pada bayi maupun orang dewasa pun biasanya mirip, yakni kulit kemerahan, kulit mengelupas, dan iritasi. Yuk, simak cara mengatasi dan penyebab ruam popok pada orang dewasa berikut ini.

Apa penyebab dari ruam popok pada dewasa?

Berikut adalah beberapa penyebab dari ruam pada orang dewasa yang pakai popok:

1. Popok jarang diganti

Saat menggunakan popok, tentu Anda perlu menggantinya setiap beberapa jam sekali. Pasalnya, popok yang kotor dan tak segera diganti dapat menyebabkan kulit basah atau lembap.

Kulit lembap yang bergesekan terus dengan lapisan popok kotor dapat memudahkan timbulnya bakteri penyebab ruam kulit dan iritasi. Oleh sebab itu, jika popok sudah kotor, sebaiknya segera ganti dengan yang baru.

2. Alergi

Meski begitu, bukan berarti ruam popok tidak mungkin terjadi saat Anda sudah menggantinya dengan yang baru. Pasalnya, bisa jadi orang dewasa yang mengalami ruam popok terjadi karena adanya alergi.

Biasanya, alergi muncul karena kulit yang terlalu sensitif. Oleh sebab itu, cari popok untuk dewasa yang tepat dan bisa Anda pakai tanpa menyebabkan alergi.

3. Kurang bersih membersihkan organ genital

Selain itu, tidak bersih saat mencuci organ genital juga bisa menjadi penyebab timbulnya ruam kulit pada orang dewasa yang pakai popok.

Pasalnya, area sekitar organ genital adalah tempat yang cukup ideal dengan bakteri dan kuman jika tidak membersihkannya dengan baik. Bakteri yang paling sering memicu ruam popok adalah Staphylococcus aureus.

4. Infeksi jamur

Infeksi jamur juga bisa menyebabkan ruam popok pada orang dewasa. Hal ini terjadi karena jamur mudah tumbuh pada bagian yang hangat, gelap, dan lembap seperti area yang ada dalam popok.

Pertumbuhan jamur ini juga akhirnya membuat kulit jadi iritasi dan gatal-gatal. Salah satu jamur penyebab iritasi ruam popok dewasa adalah Candida albicans.

Apa saja gejala ruam popok yang muncul pada orang dewasa?

vagina

Ruam pada orang dewasa atau lansia yang pakai popok bisa terjadi pada area mana saja, dari selangkangan, pantat, paha dan pinggul. Kondisi yang mungkin menyerang kesehatan kulit lansia ini akan menimbulkan gejala seperti berikut:

  • Kulit memerah dan atau ada bintik-bintik merah.
  • Kulit bercak-bercak merah.
  • Permukaan kulit jadi lebih kasar.
  • Kulit terasa gatal.
  • Rasa panas seperti terbakar.

Semakin parah ruam di area popok, kulit yang iritasi bisa menjadi semakin luas areanya. Biasanya, akan muncul bentol-bentol merah berukuran kecil jika ruam merah terjadi karena infeksi jamur.

Bagaimana cara mengatasi ruam pada orang dewasa?

membersihkan vagina bersih dan sehat

Pada dasarnya, mengatasi ruam popok, baik pada bayi maupun lansia tidak jauh berbeda. Oleh sebab itu, Anda bisa mengatasi ruam pada orang dewasa yang pakai popok dengan beberapa cara berikut ini:

1. Menjaga area popok tetap kering dan bersih

Sebagai orang dewasa, Anda sendiri pasti tidak nyaman jika pakai popok yang sudah kotor terlalu lama. Oleh sebab itu, saat popok sudah terasa penuh dan basah, lebih baik segera ganti dengan yang baru. Namun, sebelum menggunakan yang baru, pastikan Anda telah membersihkan dan mengeringkan area popok terlebih dahulu.

Setelah membersihkan dan mengeringkannya, gunakan krim atau salep dan oleskan pada area ruam popok. Biasanya, krim atau salep yang bisa membantu mengatasi ruam pada orang dewasa atau lansia yang pakai popok adalah yang memiliki kandungan zinc oxide dan petroleum jelly.

Bahan-bahan tersebut dapat membantu membuat kulit lansia yang menggunakan popok lebih sehat dan terjaga. Namun, saat hendak mengganti popok, jangan menghapus krim atau salep dengan kasar, karena hal ini dapat membuat kulit lebih terasa sakit. Lebih baik, gunakan kapas atau cotton bud jika ingin menghilangkannya.

2. Meningkatkan aliran udara di area popok

Salah satu kondisi yang menyebabkan ruam pada orang dewasa atau lansia yang pakai popok adalah kurangnya aliran udara di area popok. Selain menimbulkan rasa tak nyaman, hal ini menyebabkan area tersebut menjadi lembap sehingga mudah mengalami ruam popok.

Oleh sebab itu, lakukan beberapa hal berikut ini untuk mengatasi ruam popok:

  • Biarkan lansia tanpa menggunakan popok untuk sementara waktu. Jika memang khawatir lansia akan buang air saat lansia tidur, maka alasi tempat tidur menggunakan perlak.
  • Hindari penggunaan popok yang terlalu erat atau memiliki perekat yang terlalu kencang.
  • Pilih ukuran popok untuk orang dewasa yang lebih besar sehingga memberikan ruang-ruang agar udara bisa masuk dan meredakan ruam popok.

3. Menggunakan krim, salep, atau obat oles lainnya

Ada banyak sekali pilihan obat untuk mengatasi ruam pada orang dewasa atau lansia yang menggunakan popok. Penggunaan obat ini juga tidak membutuhkan resep dari dokter. Umumnya, obat-obatan ini memiliki kandungan zinc oxide sebagai bahan aktif utamanya.

Cara penggunaan dari obat ini adalah dioleskan pada area yang mengalami ruam popok seharian penuh untuk membantu meredakan dan menjaga kulit orang dewasa. Bahkan, obat oles atau salep ini bisa Anda gunakan untuk melapisi obat lain, seperti salep anti jamur.

Setelah itu, Anda juga bisa mengoleskan krim petroleum jelly sebagai lapisan teratas untuk mencegah popok menempel pada krim tersebut. Namun, jika Anda kurang yakin krim, salep, atau obat oles manakah yang sesuai dengan kulit orang dewasa, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu penggunaannya dengan dokter.

Kapan harus segera ke dokter?

Anda perlu ke dokter segera jika:

  • Ruam tidak mereda juga setelah menggunakan krim dengan kandungan zinc oxide lebih dari tiga hari, atau bahkan tambah parah.
  • Lansia mengalami perdarahan dari area ruam popok.
  • Lansia mengalami demam.
  • Timbul rasa nyeri saat buang air kecil maupun besar.

Dokter akan mencari tahu penyebab yang mendasari ruam popok kulit Anda dan memberikan obat yang lebih paten. Jika infeksi jamur yang menjadi penyebabnya, dokter akan memberikan krim khusus anti jamur. Untuk mengatasi ruam pada orang dewasa yang pakai popok, gunakan obat ini selama 7-10 hari.

Jika infeksi jamurnya sudah dalam kategori parah, dokter akan memberikan obat oral selain krim. Namun, jika ruam popok disebabkan bakteri, dokter akan memberikan krim khusus anti bakteri yang mengandung basitrasin atau asam fusidat.

Pencegahan terhadap ruam popok yang dialami orang dewasa

Sebagai bentuk pencegahan, University of Winconsin-Madison Health menyarankan Anda untuk melakukan beberapa hal sederhana berikut ini:

  • Selalu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum dan sesudah mengganti popok.
  • Segera mengganti popok segera setelah popok basah. Jangan lupa untuk memeriksa popok setiap dua jam sekali.
  • Setiap pergantian popok, biarkan terjadi pergantian udara setidaknya selama 5-10 menit sebelum menggunakan yang baru.
  • Jika menggunakan popok kain, cuci dengan deterjen yang tidak terlalu keras dan bilas sebanyak dua kali agar tidak ada sisa deterjen yang menempel pada kain.

Dengan menjaga kesehatan kulit lansia, Anda juga bisa membantu menjaga kesehatannya secara menyeluruh. Tujuannya, agar lansia bisa hidup lebih lama, sehat, dan bahagia.

Memahami Kunci Hidup Bahagia dan Sehat untuk Para Lansia

 

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Diaper rash. Retrieved 2 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diaper-rash/diagnosis-treatment/drc-20371641

Bonifaz, A., Saldana, M., Escandón-Pérez, S., & Tirado-Sánchez, A. (2017). Diaper Dermatitis in Elderly. Journal Of Dermatitis2(1). Retrieved from https://www.longdom.org/open-access/diaper-dermatitis-in-elderly-.pdf

Diaper Rash. Retrieved 2 March 2021, from https://patient.uwhealth.org/healthwise/article/diras

What is Diaper Rash? Retrieved 2 March 2021, from https://familydoctor.org/condition/diaper-rash/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 16/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x