Jumlah Kalori Kerupuk dan Tips Konsumsi dengan Aman

Jumlah Kalori Kerupuk dan Tips Konsumsi dengan Aman

Kerupuk merupakan hidangan pendamping yang pas untuk makanan utama. Kerupuk menambahkan rasa gurih dan renyah sehingga makan pun menjadi lebih nikmat. Namun, apakah Anda tahu berapa kalori kerupuk? Jika dikonsumsi terlalu banyak, kerupuk juga bisa menimbulkan risiko kesehatan.

Kalori kerupuk

Sebelum Anda mengetahui kalori kerupuk, Anda perlu memahami bahan-bahan di dalamnya. Kandungan kerupuk yang utama adalah tepung tapioka.

Lalu, ada beberapa bumbu yang ditambahkan, seperti bawang merah, bawang putih, gula, garam, dan kaldu bubuk.

Kalori dalam satu keping kerupuk putih seberat 15 gram adalah 65 kkal. Bila Anda mengonsumsinya sebanyak satu porsi, setara dengan 3 keping atau 45 gram, kalorimya adalah 194 kkal.

Tentu jumlah kalori ini relatif besar, bahkan hampir memenuhi kalori anjuran dari camilan harian, yakni 200 kkal.

Berikut rincian komposisi zat gizi kerupuk putih.

  • Lemak: 2,11 gram.
  • Protein: 0,83 gram.
  • Karbohidrat: 10,4 gram.
  • Natrium: 57 mg.
  • Kalium: 9 mg.

Lantas, mengapa kalori kerupuk relatif besar? Hal ini dikarenakan kerupuk tinggi lemak dan karbohidrat.

Sebanyak 65% dari sekeping kerupuk tersusun atas karbohidrat dan 30% terdiri dari lemak.

Karbohidrat ini berasal dari tepung tapioka dan lemak ini didapat dari minyak yang terserap saat menggoreng kerupuk.

Cara memasak tersebut memang membuat kerupuk terasa renyah dan rasanya membaur di lidah. Akan tetapi, menggoreng tentunya meningkatkan jumlah kalori.

Memang, karbohidrat dan lemak merupakan zat gizi yang diperlukan tubuh untuk memenuhi kebutuhan energi harian.

Meski begitu, kerupuk merupakan makanan yang miskin gizi.

Makan kerupuk terlalu banyak tidak memberikan asupan zat gizi penting bagi tubuh, malah menambah asupan kalori harian Anda.

Ringkasan

Kalori sekeping kerupuk adalah 65 kkal. Seporsi kerupuk terdiri dari 3 keping dan kalorinya sebesar 194 kkal.

Bahaya mengonsumsi kerupuk berlebihan

kalori kerupuk berlebih sebabkan diabetes

Karena zat gizinya tidak seimbang, ada beberapa bahaya yang mengintai bila mengonsumsi kerupuk terlalu banyak.

Berikut beberapa risiko asupan kerupuk berlebih.

1. Obesitas

Ini adalah risiko yang sangat mungkin terjadi bila Anda mengonsumsi kerupuk putih berlebih.

Kerupuk putih bukanlah makanan yang mengenyangkan sehingga Anda bisa mengonsumsinya dalam jumlah banyak. Namun, hal ini membuat asupan kalori Anda meningkat.

Perlu diketahui, tubuh akan menggunakan kalori sebagai tenaga untuk beraktivitas fisik. Namun, asupan kalori yang berlebih akan disimpan dalam bentuk lemak.

Penumpukan lemak inilah yang membuat berat badan berlebih hingga akhirnya obesitas.

2. Penyakit jantung

Selain menambah kalori, minyak untuk menggoreng kerupuk mengandung lemak jenuh. Tubuh nantinya akan mengubah lemak jenuh menjadi kolesterol.

Lama-kelamaan, kolesterol menumpuk di pembuluh darah dan menyumbat aliran darah.

Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit jantung, seperti serangan jantung hingga stroke.

3. Diabetes melitus

Tepung yang digunakan untuk membuat kerupuk merupakan karbohidrat.

Karbohidrat akan dicerna dan dipecah menjadi gula. Nantinya, gula ini pun beredar di peredaran darah.

Apabila Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan bertepung tinggi, karbohidrat yang dipecah menjadi gula pun semakin banyak.

Bila makan kerupuk terlalu banyak, risiko memiliki gula darah tinggi pun meningkat. Akibatnya, Anda pun rentan terkena diabetes melitus.

4. Gangguan pencernaan

Serat dalam kerupuk sangat rendah. Padahal, Anda tetap butuh asupan serat setiap hari agar BAB lancar sehingga kotoran tidak menumpuk di usus.

Selain itu, penelitian terbitan World Journal of Gastroenterology (2016) juga menyatakan bahwa lemak jenuh dari minyak goreng kerupuk akan mengganggu keseimbangan bakteri usus (mikrobiota usus).

Hal ini membuat Anda rentan mengalami gangguan pencernaan.

Anjuran sehat mengonsumsi kerupuk

Pada dasarnya, kalori satu kerupuk putih tidak terlalu besar.

Akan tetapi, makanan ini tergolong ringan sehingga membuat Anda ingin mengonsumsinya dalam jumlah banyak dalam satu waktu.

Hal inilah yang membuat konsumsi kerupuk menyebabkan asupan kalori berlebih.

Meski begitu, Anda bisa menghindari bahaya dari konsumsi kerupuk berlebih. Berikut cara sehat makan kerupuk putih yang bisa Anda coba.

  • Makan sekeping saja untuk hindari kalori berlebih.
  • Hindari lauk-pauk gorengan agar membatasi asupan lemak jenuh.
  • Bila ada, goreng kerupuk sendiri menggunakan air fryer.
  • Batasi mencocol kerupuk dengan saus supaya tidak menambah kadar garam.

Kalori kerupuk sebanyak satu keping memang tidak terlalu tinggi. Namun, bila dikonsumsi seporsi atau tiga keping, jumlah kalorinya hampir memenuhi kalori camilan harian Anda.

Padahal, Anda belum tentu kenyang setelah mengonsumsi kerupuk.

Bila Anda sedang mengurangi kalori harian saat menurunkan berat badan, Anda bisa membatasi kerupuk dalam sehari-hari.

Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi camilan sehat dan kaya gizi lainnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

12 healthy snacks with 200 calories or less: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2020). Retrieved 3 August 2022, from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000724.htm

Are all saturated fats equally bad for the heart?. (2021). Retrieved 3 August 2022, from https://www.escardio.org/The-ESC/Press-Office/Press-releases/Are-all-saturated-fats-equally-bad-for-the-heart

Fat and Calories: The Difference & Recommended Intake. (2019). Retrieved 3 August 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/4182-fat-and-calories

5 High-Cholesterol Foods to Avoid – and Which Ones You Should Eat. (2021). Retrieved 3 August 2022, from https://health.clevelandclinic.org/high-cholesterol-foods-to-eat-and-avoid/

Slavin, J., & Carlson, J. (2014). Carbohydrates. Advances In Nutrition, 5(6), 760-761. doi: 10.3945/an.114.006163

Zhang, M., & Yang, X. (2016). Effects of a high fat diet on intestinal microbiota and gastrointestinal diseases. World Journal of Gastroenterology, 22(40), 8905. doi: 10.3748/wjg.v22.i40.8905

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Aug 23
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro