Semua jenis susu sekilas memang terlihat serupa dan dapat memberikan manfaat yang bagus untuk kesehatan tulang karena tinggi kalsium. Namun ternyata dari segi pengolahan hingga kandungan nutrisinya belum tentu sama. Berikut ini akan dijelaskan secara lengkap apa saja beda susu pasteurisasi dan UHT, hingga beda susu steril.
Mengenal lebih dekat tentang susu pasteurisasi
Tahukah Anda? Susu yang kaya kalsium dan baik untuk kesehatan saja tidak cukup untuk mendapatkan manfaat terbaik bagi tubuh.
Tidak semua jenis susu memberikan nutrisi yang sama, karena beda cara pengolahan, beda kandungan nutrisinya, sehingga dapat memberikan manfaat yang berbeda.
Salah satunya seperti susu pasteurisasi yang diproses dengan cara memanaskan susu pada suhu tertentu selama waktu tertentu sesuai protokol yang berlaku.
Sejak pertama kali digunakan secara luas pada awal 1900-an, pasteurisasi telah diakui sebagai cara mengurangi penyakit yang disebabkan oleh bakteri berbahaya dalam susu mentah.
Susu pasteurisasi juga merupakan sumber nutrisi yang tinggi dengan kandungan seperti: kalsium, protein, riboflavin, vitamin A, fosfor, dan vitamin B12.
Apa bedanya susu pasteurisasi dengan UHT?
Susu UHT yang merupakan singkatan dari Ultra High Temperature, termasuk jenis susu yang banyak ditemukan di pasaran.
Baik susu UHT maupun susu pasteurisasi terbuat dari susu segar. Namun, beda susu pasteurisasi dan susu UHT dapat dilihat dalam berbagai aspek penting.
Jika dilihat dari cara pengolahannya, susu pasteurisasi biasanya disterilkan dengan teknik pemanasan pada suhu 72-85 derajat Celsius selama 10-15 detik.
Sementara itu, susu UHT diolah dengan cara dipanaskan oleh suhu ultra-tinggi 135-145 derajat Celsius dan disimpan selama 2-4 detik untuk sterilisasi.
Lewat proses tersebut, nutrisi atau kandungan yang ada dalam kedua jenis susu ini tidak sama. Mengutip Korean Journal For Food Science of Animal Resources, suhu tinggi yang diterapkan pada teknik pemanasan susu UHT dapat mendenaturasi protein.
Mendenaturasi adalah keadaan protein terurai menjadi struktur primernya, sehingga protein yang hilang dalam susu UHT lebih banyak daripada susu pasteurisasi.
Selain itu, susu UHT dipanaskan hingga suhu 150 derajat Celsius selama beberapa detik. Tujuannya, untuk menghancurkan mikroba dan menonaktifkan enzim yang merusak susu.
Akibat dari proses tersebut, Journal of the Medical Association of Thailand turut membuktikkan bahwa kandungan nutrisi susu UHT lebih sedikit dibanding susu pasteurisasi yang selama proses pemanasannya tidak membunuh semua mikroorganisme di dalam susu.
Gizi Pada Susu Pasteurisasi
Susu pasteurisasi berasal dari susu segar yang dipanaskan pada suhu dan durasi tertentu untuk menekan bakteri patogen, lalu didinginkan kembali. Metode pemanasan singkat (high temperature–short time/HTST) membantu menjaga karakter “fresh” sekaligus meminimalkan kerusakan nilai gizi dan menjaga rasa, aroma, serta warna tetap konsisten.
Dari sisi kandungan, susu pasteurisasi dikenal sebagai sumber gizi yang cukup lengkap, terutama:
- Protein (termasuk whey) untuk membantu pembentukan dan pemeliharaan massa otot.
- Kalsium & fosfor untuk mendukung kesehatan tulang dan gigi.
- Vitamin B dan vitamin B kompleks, seperti riboflavin (B2) dan vitamin B12, yang berperan dalam metabolisme energi, fungsi saraf, serta membantu menjaga stamina dan daya tahan tubuh.
Agar manfaat gizinya optimal, pilih susu pasteurisasi yang diolah dari susu segar, diproses cepat, dan disimpan dingin. Meski sudah dipasteurisasi, susu tetap perlu ditangani dan disimpan dengan baik dan pada suhu penyimpanan yang tepat.
Tips memilih susu yang baik bagi tubuh
Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, berikut ini tips saat memilih susu.
- Lihat label kemasan susu dan perhatikan komposisinya.
- Konsumsi susu dengan kandungan nutrisi yang lengkap, susu yang dipasteurisasi dengan baik memiliki vitamin dan mineral yang lengkap. Seperti vitamin B3, B6, B9, dan B12.
- Pilih yang menggunakan 100% susu segar untuk kualitas terbaik.
- Pilih susu sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan Anda. Misalnya, jika anda memiliki kondisi lactose intolerance, pilihlah susu yang bebas laktosa.
[embed-health-tool-bmi]























