home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kelaparan Saat Diet Bikin Anda Malah Sulit Menurunkan Berat Badan

Kelaparan Saat Diet Bikin Anda Malah Sulit Menurunkan Berat Badan

Banyak orang sekarang ini menginginkan tubuh kurus. Untuk mencapainya, diet penurunan berat badan dilakukan dengan cara membatasi asupan makanannya. Tak tanggung-tanggung, banyak dari mereka yang sangat ketat dalam urusan membatasi asupan makanan. Bahkan, mungkin ada yang hanya makan sekali dalam porsi kecil. Akibatnya, metabolisme dalam tubuh pun terganggu dan tubuh merespon hal ini sebagai kelaparan. Kelaparan saat diet ini membuat tubuh harus mengubah “statusnya” menjadi mode kelaparan agar fungsi tubuh bisa berjalan normal.

Apa itu mode kelaparan?

Diet untuk menurunkan berat badan merupakan hal yang baik bagi Anda yang mempunyai berat badan berlebih. Hal ini merupakan upaya agar Anda mempunyai berat badan normal sehingga status kesehatan Anda pun meningkat. Namun, terkadang tubuh tidak melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang baik, malah kebalikannya.

Saat Anda sangat membatasi asupan makanan sampai Anda banyak kehilangan berat badan, tubuh mulai khawatir Anda akan mengalami kelaparan. Untuk mencegah kelaparan saat diet, tubuh akan menghemat energi yang dipakai dengan cara mengurangi jumlah kalori yang dibakar. Tubuh juga akan lebih memilih untuk menggunakan energi dari otot sehingga massa otot pun turun. Akibatnya, metabolisme Anda pun ikut melambat.

Semakin lama Anda membatasi asupan makanan Anda, semakin sedikit kalori yang dikeluarkan oleh tubuh. Hal ini sering disebut dengan mode kelaparan atau starvation mode. Ini merupakan mekanisme alami tubuh untuk melindungi Anda dari kelaparan. Mode kelaparan bisa terjadi ketika tubuh sangat sedikit menerima kalori dalam jangka panjang. Akibatnya, tubuh akan membatasi pembakaran kalori dan penurunan berat badan pun mungkin tidak akan terjadi lagi.

Diet yang Anda lakukan selama ini pun mungkin akan menjadi sia-sia. Ini justru dapat mengganggu metabolisme tubuh Anda (metabolisme tubuh menjadi lambat) dan membuat Anda lebih sulit untuk menurunkan berat badan lagi.

Bagaimana mencegah kelaparan saat diet?

Jika ingin menurunkan berat badan, jangan sembarangan dalam melakukan diet. Untuk mencapai penurunan berat badan, Anda tidak harus membatasi asupan makanan sampai sangat sedikit. Lagipula, tidak hanya pembatasan asupan makanan yang dibutuhkan jika Anda ingin berat badan turun, tapi juga harus diimbangi dengan olahraga untuk membantu menyeimbangkan metabolisme.

1. Asupan makanan saat diet

Lakukan pengurangan asupan makanan sedikit demi sedikit. Anda bisa mulai mengurangi asupan makanan sebesar 300 kalori, dan kemudian ditambahkan ke 500 kalori per hari. Pengurangan 500 kalori saja per hari sebenarnya sudah mampu membantu Anda menurunkan berat badan sebesar 0,5-1 kg per minggu.

Jika Anda kurang puas, Anda bisa menurunkan asupan kalori Anda lebih banyak lagi. Namun, pastikan Anda masih mendapatkan kalori setidaknya 1200 kalori per hari. Asupan kalori di bawah angka ini dapat membuat metabolisme tubuh melambat dan mode kelaparan “diaktifkan” tubuh sehingga berat badan akan menjadi sulit turun.

Mengonsumsi banyak makanan sumber protein saat diet juga dapat membantu mencegah tubuh “mengaktifkan” mode kelaparan. Protein dapat membantu tubuh mempertahankan massa otot dan meningkatkan metabolisme tubuh. Protein juga membantu Anda kenyang lebih lama sehingga membantu mengurangi nafsu makan.

2. Olahraga saat diet

Olahraga penting dilakukan saat diet untuk membantu mempertahankan massa otot dan mencegah tubuh memperlambat metabolismenya. Lakukan olahraga secara teratur setidaknya 30 menit per hari atau 150 menit per minggu. Olahraga membantu Anda menyeimbangkan kalori yang masuk dan kalori yang keluar.

Pilihlah jenis olahraga yang bertujuan untuk mempertahankan kekuatan otot Anda, seperti angkat beban. Penelitian menunjukkan olahraga yang memberi beban pada otot dapat memberi manfaat besar pada diet Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gunnars, Kris. (2017). Is “Starvation Mode” Real or Imaginary? A Critical Look. [online] Authority Nutrition. Available at: https://authoritynutrition.com/starvation-mode/ [Accessed 14 Jul. 2017].

Braverman, J. (2015). Weight Loss & Starvation Mode. [online] LIVESTRONG.COM. Available at: http://www.livestrong.com/article/264810-weight-loss-starvation-mode/ [Accessed 14 Jul. 2017].

Fetters, K. A. (2016). Is ‘Starvation Mode’ Really a Thing?. [online] Available at: http://www.womenshealthmag.com/weight-loss/what-is-starvation-mode [Accessed 14 Jul. 2017].

Kellow, J. Dieting and Metabolism. [online] Available at: http://www.weightlossresources.co.uk/calories/burning_calories/starvation.htm [Accessed 14 Jul. 2017].

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 24/07/2017
x