home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Kondisi Medis yang Membuat Tangan Sakit Setelah Mengetik

3 Kondisi Medis yang Membuat Tangan Sakit Setelah Mengetik

Untuk Anda yang setiap hari harus mengetik baik di laptop ataupun di perangkat teknologi lain semacam smartphone, hal ini ternyata bisa ‘mengundang’ berbagai keluhan. Apa saja dan bagaimana mengatasinya? Simak ulasan berikut ini.

Apakah tangan Anda terasa sakit setelah mengetik?

Tiada hari tanpa mengetik, kalimat ini mungkin cocok dengan Anda yang memiliki pekerjaan sebagai seorang penulis atau pekerjaan yang menjadikan laptop atau komputer sebagai alat penunjang utama pekerjaan.

Dari hal ini, sudah bisa dipastikan kalau salah satu organ tubuh yang memiliki peran sangat penting adalah tangan. Tangan merupakan organ vital yang menunjang aktivitas Anda setiap hari.

Jika Anda terus merasa pegal di daerah tangan, merasa nyeri dan kesemutan, hal ini bisa membuat Anda tidak produktif dalam bekerja. Keluhan seperti ini memang bisa menyerang siapa pun juga. Namun, keluhan ini tidak boleh disepelekan, karena hal ini bisa memicu kelainan saraf (neuropati) pada pergelangan tangan. Ada beberapa keluhan tangan yang mungkin saja bisa terjadi pada Anda saat ini, apa saja?

Penyebab tangan terasa sakit setelah mengetik

Berbagai penyebab tangan terasa sakit setelah mengetik, antara lain:

1. Repetitive strain injury

Repetitive strain injury (RSI) merupakan kondisi di mana tangan mengalami cidera atau kerusakan yang terjadi pada otot atau jaringan saraf tubuh lainnya karena melakukan sesuatu secara berulang-ulang dan berlangsung selama bertahun-tahun.

Hal ini dapat menyebabkan nyeri pada otot dan jaringan saraf yang berawal dari suatu perobekan. Keluhan ini bisa terjadi karena frekuensi pergerakan tangan dengan suatu hardware komputer sering bertambah, misalnya karena setiap hari harus menekan tuts dan menggerakkan mouse.

Biasanya keluhan yang akan terjadi adalah tangan akan mati rasa, dan ngilu. Hal ini bisa diakibatkan karena posisi mengetik yang kurang baik dan kurang rileks serta kurangnya istirahat ketika menggunakan laptop.

Untuk itu, usahakan posisi tubuh yang nyaman saat mengetik dan sebaiknya jangan menekan tombol terlalu keras.

2. Carpal tunnel syndrome

Apakah Anda pernah mendengar sindrom terowongan karpal alias carpal tunnel syndrome? Tidak berbeda jauh dengan RSI, sindrom ini terjadi akibat terganggunya saraf tengah (saraf medianus) akibat tekanan yang terjadi pada bagian pergelangan tangan yang menimbulkan rasa sakit, nyeri dan melemahnya otot-otot pada bagian pergelangan tangan.

Ciri-cirinya tangan akan terasa nyeri, timbul rasa panas, kesemutan atau kebas khususnya di daerah distribusi saraf, seperti jempol, jari telunjuk, dan jari tengah. Untuk pengobatannya sendiri harus dilihat seberapa besar tingkat keluhahan dan ‘kerusakannya’. Pengobatannya ini bisa lewat obat, fisoterapi hingga operasi.

Risiko carpal tunnel syndrome bisa diminimalisir dengan cara mengistirahatkan tangan setiap kali merasa pegal, posisi duduk saat bekerja juga perlu diperhatikan. Kalau perlu gunakan bantalan khusus pergelangan tangan pada mousepad atau keyboard agar tangan merasa nyaman.

3. Trigger finger

Risiko lain yang sering menyerang adalah trigger finger, kekakuan tendon atau selubung tendon. Trigger finger adalah suatu kondisi nyeri atau sakit pada jari tangan, jari terasa kaku saat ditekuk atau ketika mau diluruskan. Bahkan, jika trigger finger yang dialami tergolong parah, jari mungkin terkunci dalam posisi membungkuk sehingga sulit diluruskan kembali secara spontan.

Umumnya, trigger finger ini terjadi akibat proses degeneratif atau penuaan pada manula (manusia lanjut usia). Tapi bukan berarti Anda yang masih muda tidak bisa mengalami, hal ini. Trigger finger juga bisa dialami anak-anak, khususnya bayi. Anak yang mengalami trigger finger, secara anatomi pulley-nya mengalami penyempitan. Penyempitan ini terjadi karena kelainan di rahim.

Tidak berbeda jauh dengan keluhan pada tangan yang lain, jika mengalami trigger finger hal pertama yang harus dilakukan adalah mengistirahatkan jari. Usahakan untuk membuat posisi jari netral dan rileks. Metode lainnya adalah melakukan kompres dengan air es sehingga membantu mengurangi pembengkakan.

Berbagai keluhan yang bisa menyebabkan terjadinya keluhan pada saraf di tangan ini bisa dicegah dengan cara tidak memaksakan tangan untuk bekerja keras. Tangan juga butuh waktu untuk isirahat, dan satu hal lagi, ketika bekerja jangan menyepelekan posisi tubuh saat duduk.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Repetitive strain injury (RSI). http://www.nhs.uk/Conditions/Repetitive-strain-injury/Pages/Introduction.aspx. Accessed 15/03/2017.

Carpal Tunnel Syndrome – Topic Overview. http://www.webmd.com/pain-management/carpal-tunnel/carpal-tunnel-syndrome-topic-overview#1. Accessed 15/03/2017.

Trigger Finger. http://www.webmd.com/osteoarthritis/guide/trigger-finger#1. Accessed 15/03/2017.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari
Tanggal diperbarui 26/03/2021
x