3 Kondisi Medis yang Membuat Tangan Sakit Setelah Mengetik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Untuk Anda yang setiap hari harus mengetik baik di laptop ataupun di perangkat teknologi lain semacam smartphone, hal ini ternyata bisa ‘mengundang’ berbagai keluhan. Apa saja dan bagaimana mengatasinya? Simak ulasan berikut ini.

Apakah tangan Anda terasa sakit setelah mengetik?

Tiada hari tanpa mengetik, kalimat ini mungkin cocok dengan Anda yang memiliki pekerjaan sebagai seorang penulis atau pekerjaan yang menjadikan laptop atau komputer sebagai alat penunjang utama pekerjaan.

Dari hal ini, sudah bisa dipastikan kalau salah satu organ tubuh yang memiliki peran sangat penting adalah tangan. Tangan merupakan organ vital yang menunjang aktivitas Anda setiap hari.

Jika Anda terus merasa pegal di daerah tangan, merasa nyeri dan kesemutan, hal ini bisa membuat Anda tidak produktif dalam bekerja. Keluhan seperti ini memang bisa menyerang siapa pun juga. Namun, keluhan ini tidak boleh disepelekan, karena hal ini bisa memicu kelainan saraf (neuropati) pada pergelangan tangan. Ada beberapa keluhan tangan yang mungkin saja bisa terjadi pada Anda saat ini, apa saja?

Penyebab tangan terasa sakit setelah mengetik

1. Repetitive strain injury

Repetitive strain injury (RSI) merupakan kondisi di mana tangan mengalami cidera atau kerusakan yang terjadi pada otot atau jaringan saraf tubuh lainnya karena melakukan sesuatu secara berulang-ulang dan berlangsung selama bertahun-tahun.

Hal ini dapat menyebabkan nyeri pada otot dan jaringan saraf yang berawal dari suatu perobekan. Keluhan ini bisa terjadi karena frekuensi pergerakan tangan dengan suatu hardware komputer sering bertambah, misalnya karena setiap hari harus menekan tuts dan menggerakkan mouse.

Biasanya keluhan yang akan terjadi adalah tangan akan mati rasa, dan ngilu. Hal ini bisa diakibatkan karena posisi mengetik yang kurang baik dan kurang rileks serta kurangnya istirahat ketika menggunakan laptop.

Untuk itu, usahakan posisi tubuh yang nyaman saat mengetik dan sebaiknya jangan menekan tombol terlalu keras.

2. Carpal tunnel syndrome

Apakah Anda pernah mendengar sindrom terowongan karpal alias carpal tunnel syndrome? Tidak berbeda jauh dengan RSI, sindrom ini terjadi akibat terganggunya saraf tengah (saraf medianus) akibat tekanan yang terjadi pada bagian pergelangan tangan yang menimbulkan rasa sakit, nyeri dan melemahnya otot-otot pada bagian pergelangan tangan.

Ciri-cirinya tangan akan terasa nyeri, timbul rasa panas, kesemutan atau kebas khususnya di daerah distribusi saraf, seperti jempol, jari telunjuk, dan jari tengah.  Untuk pengobatannya sendiri harus dilihat seberapa besar tingkat keluhahan dan ‘kerusakannya’. Pengobatannya ini bisa lewat obat, fisoterapi hingga operasi.

Risiko carpal tunnel syndrome bisa diminimalisir dengan cara mengistirahatkan tangan setiap kali merasa pegal, posisi duduk saat bekerja juga perlu diperhatikan. Kalau perlu gunakan bantalan khusus pergelangan tangan pada mousepad atau keyboard agar tangan merasa nyaman.

3. Trigger finger

Risiko lain yang sering  menyerang adalah trigger finger, kekakuan tendon atau selubung tendon. Trigger finger adalah suatu kondisi nyeri atau sakit pada jari tangan, jari terasa kaku saat ditekuk atau ketika mau diluruskan. Bahkan, jika trigger finger yang dialami tergolong parah, jari mungkin terkunci dalam posisi membungkuk sehingga sulit diluruskan kembali secara spontan.

Umumnya, trigger finger ini terjadi akibat proses degeneratif atau penuaan pada manula (manusia lanjut usia). Tapi bukan berarti Anda yang masih muda tidak bisa mengalami, hal ini. Trigger finger juga bisa dialami anak-anak, khususnya bayi. Anak yang mengalami trigger finger, secara anatomi pulley-nya mengalami penyempitan. Penyempitan ini terjadi karena kelainan di rahim.

Tidak berbeda jauh dengan keluhan pada tangan yang lain, jika mengalami trigger finger hal pertama yang harus dilakukan adalah mengistirahatkan jari. Usahakan untuk membuat posisi jari netral dan rileks. Metode lainnya adalah melakukan kompres dengan air es sehingga membantu mengurangi pembengkakan.

Berbagai keluhan yang bisa menyebabkan terjadinya keluhan pada saraf di tangan ini bisa dicegah dengan cara tidak memaksakan tangan untuk bekerja keras. Tangan juga butuh waktu untuk isirahat, dan satu hal lagi, ketika bekerja jangan menyepelekan posisi tubuh saat duduk.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

Pernah merasakan tidak bisa kentut? Tentu rasanya sangat mengganggu dan membuat perut terasa sakit. Tenang, atasi masalah susah kentut dengan cara alami ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ragam Makanan dengan Kandungan Bakteri yang Baik untuk Usus

Tubuh kita membutuhkan bakteri dalam usus untuk menjaga fungsinya. Cari tahu makanan yang baik untuk usus dalam artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Pencernaan 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

7 Panduan Memotong Kuku dengan Benar

Salah cara memotong kuku sering memicu cantengan dan infeksi jamur kuku. Bagaimana cara gunting kuku yang aman? Ikuti panduan ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 23 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
tidak enak badan

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
makan makanan yang sama

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit