Sindrom Lumbar Diskus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sindrom lumbar diskus?

Sindrom lumbar diskus adalah gejala yang terkait dengan kondisi diskus tulang rawan di tulang belakang bagian bawah. Tulang belakang bawah tersusun dari lima ruas, terpisah oleh diskus tulang rawan. Diskus tulang rawan ini berfungsi sebagai pelumas, dan juga melindungi ruas dan meningkatkan fleksibilitas tulang punggung bawah.

Degenerasi atau cedera diskus punggung mungkin melukai cincin fiber. Cincin fiber adalah tulang rawan kokoh yang mengelilingi lempeng tulang rawan. Bagian diskus yang terkena mungkin akan terjepit dan menekan saluran tulang punggung atau saluran akar saraf dan menyebabkan nyeri.

Seberapa umumkah sindrom lumbar diskus?

Sindrom lumbar diskus lebih umum dialami oleh lansia. Seiring bertambahnya usia, diskus tulang belakang kehilangan air secara perlahan sehingga kelenturannya berkurang dan menjadi lebih rentan sobek bahkan hanya dengan terkilir.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sindrom lumbar diskus?

Gejala umum sindrom lumbar diskus adalah:

  • Nyeri punggung, mati rasa, dan kesemutan yang mungkin bisa menjalar sampai ke pantat, pinggul, selangkangan, atau kaki.
  • Nyeri parah karena hernia, batuk, tertawa, atau mengejan di toilet.
  • Beberapa orang menjadi lemah lesu, linglung, dan tidak dapat mengenakan sepatu atau sandal karena kakinya terlalu lemah.

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum di atas. Jika ada pertanyaan tentang tanda-tanda penyakit, konsultasi dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala di atas, atau ingin bertanya, konsultasikan dengan dokter. Status dan kondisi dapat beragam bagi banyak orang. Selalu diskusi dengan dokter untuk mencari tahu metode diagnosis dan perawatan terbaik untuk Anda.

Walaupun sudah mendapatkan pengobatan, hubungi dokter jika:

  • Ada efek samping obat.
  • Kesulitan berjalan, lemah lesu atau tidak bisa menggerakkan kaki, menggunakan toilet atau mengendalikan tubuh.

Penyebab

Apa penyebab sindrom lumbar diskus?

Sindrom lumbar diskus disebabkan oleh proses penuaan. Selain itu, postur tubuh yang buruk atau kebiasaan mengangkat beban berat juga dapat menjadi penyebab sindrom lumbar diskus.

Ketika celah diskus tulang rawan menyempit, ujung ruas akan menjadi aus. Lalu tulang yang terdorong menyebabkan tekanan pada tulang atau saraf punggung. Ketika saraf terganggu, punggung dan kaki menjadi sakit, kesemutan, mati rasa, dan lemah pada kaki.

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko kena sindrom lumbar diskus?

Ada banyak faktor risiko yang dapat meningkatkan kondisi ini, di antaranya:

  • Berat badan. Kelebihan berat badan meningkatkan tekanan pada diskus punggung.
  • Pekerjaan. Orang yang melakukan pekerjaan secara manual berisiko lebih tinggi terkena cedera punggung. Mengangkat barang, menarik, mendorong, membungkuk, atau memutarkan tubuh juga berisiko.
  • Genetik. Jika orangtua, saudara kandung, kakek/ nenek Anda mengalami kondisi ini, Anda lebih rentan untuk mengalaminya juga.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk sindrom lumbar diskus?

Dokter akan menggunakan perawatan seperti fisioterapi, USG, kantong panas, dan latihan khusus. Steroid dan suntikan bius ke tulang punggung mungkin membantu meredakan nyeri. Operasi adalah pilihan terakhir jika metode di atas tidak efektif.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk sindrom lumbar diskus?

Dokter akan memeriksa riwayat pengobatan dan melakukan pemeriksaan fisik serta rontgen. Selain itu, jika operasi menjadi pilihan terbaik, dokter mungkin akan melakukan serangkaian tes yang meliputi:

  • CT scan
  • MRI
  • peta kombinasi CSF/CT
  • Pendaftaran elektromekanik/pelaksanaan survei kecepatan saraf (EMG/NCV)

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi sindrom lumbar diskus?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu mengatasi sindrom lumbar diskus adalah:

  • Menjaga postur tubuh dengan benar saat duduk dan berjalan.
  • Selalu kenakan sabuk pengaman saat mengemudi.
  • Sanggah pinggang Anda jika duduk dalam waktu yang lama. Taruh bantal kecil atau handuk yang digulung di sandaran kursi.
  • Selalu angkat barang dengan posisi yang tepat. Taruh barang di atas paha sebelum mengangkat.
  • Olahraga secara teratur sesuai saran dokter.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Patah Tulang Engkel (Ankle Fracture)

Patah pergelangan kaki (ankle fracture) adalah kondisi saat tulang di sekitar pergelangan retak atau patah. Bagaimana cara menanganinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Muskuloskeletal, Patah Tulang 15 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Lansia Gampang Kedinginan, Plus Cara Mencegah dan Mengatasinya

Seiring bertambahnya usia, badan Anda akan terasa sering terasa dingin. Namun, apa ya kira-kira penyebab lansia mudah kedinginan? Yuk, simak!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Perawatan Lansia 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Orang Lanjut Usia Biasanya Tak Punya Nafsu Makan?

Anda bingung orang tua Anda hilang nafsu makan? Ada banyak penyebab orang tua lanjut usia kehilangan nafsu makan. Apa saja? Cek di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Konten Bersponsor
nafsu makan
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

12 Hal yang Tanpa Disadari Membuat Punggung Kanan Terasa Sakit

Sakit punggung sebelah kanan atas bisa disebabkan oleh banyak hal. Mungkin Anda punya paru-paru basah atau peradangan kantong empedu. Lho, kok bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 3 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencegah sakit punggung

5 Hal yang Bisa Anda Lakukan Setiap Hari untuk Mencegah Sakit Punggung

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
lansia mulai ompong

Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
terapi air kolam hangat

Cara Meredakan Nyeri Sendi dengan Terapi Air

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
punggung sakit saat duduk

Sering Sakit Punggung Saat Duduk? Jajal 7 Cara Ini untuk Meredakannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit