Stress dapat terjadi kapan saja, termasuk saat Anda berkendara. Selagi Anda menyetir, Anda mungkin menemui berbagai hal yang tidak diinginkan dan menimbulkan berbagai emosi negatif seperti cemas, bosan, atau merasa tidak sabar mencapai tujuan. Tanpa disadari, kondisi tersebut dapat menyebabkan sekresi hormon kortisol berlebih dan dapat berbahaya jika terjadi dalam waktu yang lama. Yuk, ketahui apa saja dampak stress saat menyetir dan cara mengatasinya!
Tingkat stress saat berkendara erat kaitannya dengan lama waktu dalam perjalanan. Hal ini dapat diperburuk dengan adanya kondisi kemacetan atau tempat kendaraan umum yang terlalu penuh dan tidak nyaman. Jika tidak diatasi, stress saat berkendara dapat menyebabkan berbagai dampak, d iantaranya:
- Peningkatan kadar gula dan kolesterol darah – hal ini merupakan dampak dari peningkatan hormon kortisol yang tidak terkontrol. Kondisi stress saat berkendara juga disebabkan Anda kurang aktif bergerak, akibatnya tubuh lebih lambat melakukan metabolisme terhadap gula darah. Namun, berbeda dengan kadar gula darah yang dapat berubah, kadar kolesterol dalam darah dapat bertambah buruk seiring dengan berjalannya waktu akibat paparan stress secara terus menerus.
- Meningkatkan tekanan darah – kondisi berkendara sangat mudah mempengaruhi tekanan darah seseorang terutama saat terjadi kecemasan akibat berkendara pada jam sibuk. Kondisi stress dengan tekanan darah yang meningkat setiap hari dapat memicu perkembangan penyakit jantung.
- Gangguan tidur – rasa lelah setelah selesai bekerja dan berkendara dapat menyebabkan penurunan kualitas istirahat malam. Hal ini bertambah parah jika Anda mengalami stress saat berkendara malam hari karena kondisi “fight or flight” dapat mempersulit untuk tertidur dan menjadi lebih lelah saat keesokan harinya.
- Memicu gaya hidup tidak sehat – meskipun tidak disadari, stress saat berkendara sangat menghabiskan tenaga karena cenderung terjadi dalam waktu yang lama. Akibatnya Anda merasa sangat lelah dan kehilangan waktu untuk berolahraga. Kondisi stress juga memicu pola konsumsi yang kurang sehat karena menyebabkan keinginan memakan makanan tinggi gula dan lemak lebih banyak.
- Nyeri punggung – rasa stress menyebabkan Anda kurang menyadari postur saat duduk pada waktu berkendara. Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama maka dapat menyebabkan berbagai gangguan pada bagian punggung yang ditandai dengan rasa nyeri.
Meskipun menyebabkan berbagai dampak terhadap kesehatan, stress saat berkendara akan sangat sulit untuk dihindari. Namun hal ini dapat diminimalisir dengan melakukan beberapa cara seperti berikut: