backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Merasa HP Bergetar Tapi Tak Ada Notifikasi? Ini Penyebabnya

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

Merasa HP Bergetar Tapi Tak Ada Notifikasi? Ini Penyebabnya

Handphone atau HP sudah menjadi perangkat elektronik yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Alat ini digunakan untuk bekerja, berkomunikasi, hingga mencari hiburan. Namun, pernahkah Anda merasa HP bergetar, tapi ternyata tidak ada notifikasi?

Hal tersebut rupanya sudah menjadi fenomena baru di tengah penggunaan HP yang sering kali tak terkendali. Lantas, apa yang sebaiknya Anda lakukan jika mengalami kondisi ini?

Apa itu phantom vibration syndrome?

Jika Anda merasa bahwa HP Anda bergetar tapi tidak ada notifikasi, ini sebenarnya adalah ciri utama dari phantom vibration syndrome (PVS).

“Getaran” yang Anda deteksi tidak hanya terbatas pada handphone, tapi juga perangkat lain yang dapat menimbulkan sensasi serupa.

Pada tingkatan yang ringan, phantom vibration syndrome sebenarnya bukan merupakan hal yang perlu dikhawatirkan. Namun, Anda mungkin akan terganggu karenanya.

Pasalnya, kebiasaan ini dapat menimbulkan perilaku obsesif. Artinya, Anda mungkin terus mengecek HP yang terasa bergetar ketika berada di tengah kesibukan lain.

Penyebab sindrom HP bergetar

menyimpan ponsel

Alasan utama kenapa HP Anda terasa getar sendiri meski tidak ada notif adalah penggunaan HP yang berlebihan.

Memang belum diketahui secara pasti bagaimana fenomena ini terjadi. Akan tetapi, hal ini diduga berkaitan dengan rangsangan yang diterima oleh otak.

Mengutip situs DermNet, ada kemungkinan rangsangan sensorik yang terus-menerus diterima otak saat Anda memakai HP akan memengaruhi kinerja korteks serebral.

Rangsangan alami tubuh, seperti kontraksi otot, mungkin disalahartikan menjadi getaran sehingga membuat Anda merasa bahwa HP bergetar, padahal tidak ada notifikasi.

Selain lamanya pemakaian, posisi menyimpan HP di tempat yang sama juga lebih berisiko menyebabkan phantom vibration syndrome.

Menurut salah satu studi dalam Indian Journal of Community Health (2015), sindrom HP bergetar lebih sering dirasakan oleh seseorang yang menyimpan HP di dalam saku baju atau kantong celana bagian depan.

Di samping itu, meski PVS bukan merupakan gangguan kesehatan mental, kondisi ini dinilai berkaitan dengan gangguan kecemasan. Pasalnya, seseorang yang cemas sering kali mengalihkan perhatiannya ke HP.

Semakin tinggi tingkat kecemasan seseorang, semakin tinggi pula penggunaan HP-nya. Seperti penjelasan di atas, penggunaan HP yang berlebihan turut meningkatkan risiko PVS.

Dampak buruk phantom vibration syndrome

Phantom vibration syndrome atau timbulnya perasaan HP bergetar tapi tidak ada notifikasi memang tidak termasuk gangguan mental.

Beberapa orang yang merasakannya juga mengaku bahwa kondisi ini tidak mengganggu. Meski begitu, bukan berarti Anda bisa mengabaikannya.

Jika terus dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan dampak jangka panjang berupa:

  • gangguan kecemasan,
  • halusinasi,
  • depresi,
  • stres,
  • gangguan emosi,
  • gangguan antisosial,
  • kesulitan berkonsentrasi, dan
  • penurunan produktivitas.

Oleh karena itu, meski kondisi ini terbilang umum dan biasanya tidak menimbulkan masalah serius pada awalnya, bukan berarti PVS bisa dibiarkan.

Cara mengatasi phantom vibration syndrome

Berbagai cara berikut bisa Anda gunakan untuk mengatasi sekaligus mencegah munculnya perasaan HP bergetar, tapi tidak ada notifikasi.

  • Batasi penggunaan HP dan pasang alarm jika perlu. Beberapa jenis HP sudah menyediakan alarm sebagai pengingat seberapa lama Anda menggunakannya.
  • Letakkan atau simpan HP di tempat yang berbeda setiap harinya.
  • Selingi mode getar dengan mode bunyi.
  • Lakukan aktivitas di luar ruangan untuk mengisi waktu bersantai, seperti olahraga atau pergi ke taman.

Pada tahap awal, PVS memang bisa dikendalikan dengan cara rumahan. Namun, jika kondisi ini tidak kunjung membaik atau lebih sering muncul, Anda bisa mempertimbangkan untuk berkonsultasi ke psikolog.

Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan perawatan lebih intens dengan pengawasan ahlinya. Salah satu metode psikoterapi yang bisa digunakan adalah cognitive-behavioral therapy atau CBT.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah orang dewasa mungkin bisa mengendalikan gejala PVS, tetapi peran orang tua sangat dibutuhkan bagi anak-anak.

Tidak berarti bahwa Anda harus benar-benar melarang penggunaan HP pada anak-anak, tetapi pastikan Anda tetap mengawasi mereka.

Kesimpulan

  • Merasa HP bergetar, tapi tidak ada notifikasi dikenal sebagaiphantom vibration syndrome.
  • Penyebab utama sindrom HP bergetar adalah penggunaannya yang berlebihan dan tempat penyimpanan HP yang selalu sama, terutama di saku baju dan kantong celana bagian depan.
  • Jika dibiarkan, kondisi ini bisa meningkatkan berbagai risiko gangguan mental, seperti halusinasi, gangguan emosional, dan gangguan kecemasan.
  • Phantom vibration syndrome bisa diatasi dengan membatasi penggunaan HP dan mengubah tempat penyimpanannya.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan