home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Menjelaskan Indra Keenam dari Sisi Psikologi

Menjelaskan Indra Keenam dari Sisi Psikologi

Manusia dilahirkan dengan lima indra: penglihatan, penciuman, perasa, pendengar, dan peraba. Ada yang dilahirkan tidak memiliki fungsi indra yang komplit. Namun, ada juga beberapa di antaranta yang memiliki fungsi indra berlebih, atau yang disebut indra keenam. Dalam istilah psikologi, indra keenam disebut dengan Extrasensory Perception (ESP) atau persepsi “lebih” pada alat sensoris.

ESP adalah suatu tanggapan dari benda yang tidak ada. Maksudnya, bandingkan dengan fungsi pembauan yang dimiliki hidung. Seseorang dapat mengatakan bahwa bunga itu harum karena ada bunga yang dibaui olehnya. Pada orang yang (mengaku) memiliki ESP, benda yang menjadi rangsangannya tidak ada di hadapannya, namun orang tersebut dapat memberian suatu tanggapan seolah benda itu ada.

Tiga jenis indra keenam

Indra keenam atau ESP memiliki tiga jenis, yaitu:

  1. Telepathy (telepati), orang dengan kemampuan telepati dapat berkomunikasi dengan orang lain dengan cara memasukkan informasi-informasi tersebut ke dalam pikiran orang yang ia masuki. Contohnya ketika seseorang berbicara ke dalam pikiran orang lain.
  2. Clairvoyance, orang dengan kemampuan clairvoyance dapat mengetahui peristiwa yang terjadi tanpa ia perlu berada di tempat tersebut maupun mendapatkan informasinya dari orang lain. Contohnya ketika seseorang mengetahui ada tabrakan mobil di lampu merah, padahal orang tersebut sedang berada di kamar mandi.
  3. Precognition, orang dengan kemampuan precognition dapat mengetahui peristiwa yang belum namun akan terjadi. Contohnya ketika seseorang memprediksi kematian petinggi negara atau krisis pada suatu negara.

Ada satu lagi jenis yang berkaitan sangat erat dengan ESP, yaitu psikokinesis (PK). Prinsip kerjanya adalah ketika pikiran orang tersebut dapat menguasi benda di hadapannya. Contohnya ketika hanya dengan memikirkan gelas untuk jatuh, seseorang dapat menjatuhkan gelas.

Dalam bidang psikologi, banyak pro dan kontra yang melatarbelakangi kisah dari ESP ini. Berikut adalah beberapa ide penting yang dapat dirangkum:

Alasan pro terhadap indra keenam

Metode penelitian ganzfeld procedure digunakan untuk membuktikan adanya ESP bagian telepati. Dalam metode ini, digunakan dua kelompok responden, penerima dan pengirim. Pengirim diminta untuk mengirimkan sinyal ke pikiran penerima mengenai rangsangan visual (gambar, tayangan slide, atau cuplikan video). Nantinya, penerima akan menggambarkan informasi yang dikirim oleh pengirim. Setiap kali deskripsi dari penerima dinyatakan benar, akan diberi poin.

Penerima dan pengirim sendiri ditempatkan pada tempat yang berbeda. Pengirim sinyal ditempatkan pada ruangan yang diisolasi, matanya ditutup, suara diputar white noise (suara seperti radio tanpa channel), dan ruangan diberi penerangan merah.

Hasilnya, salah satu studi dari ganzfeld procedure ini adalah 38% hasil dari deskripsi dianggap benar. Hal ini sangat besar efeknya, karena perkiraan peneliti sebelumnya ada 25%.

Alasan kontra terhadap indra keenam

1. Hasil penelitiannya berubah

Salah satu sifat yang harus dimiliki dari suatu penelitian yang benar adalah dapat diulang kembali. Namun nyatanya, peneliti yang sama tentang indra keenam, dengan responden yang sama tidak dapat mengulangi hasil yang sama; bisa lebih tinggi dari 38% atau lebih rendah.

2. Bukti yang tidak bisa dikontrol

Ketika Anda mimpi akan dipromosikan dalam pekerjaan dan ternyata Anda memang benar-benar naik jabatan, apakah hal tersebut bisa dikatakan suatu hal yang luar biasa? Hal ini sulit dipahami kebenarannya karena dalam setting penelitian yang sesungguhnya, perlu ada kondisi yang dikontrol ketat untuk mengurangi kemungkinan-kemungkinan lain. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini sulit untuk dikontrol. Bermimpi hal yang berbau mistis bisa jadi hanya kebetulan atau bentuk dari ingatan yang masuk ke mimpi.

Kesimpulan

Pada akhirnya, indra kenam sendiri tidak dapat disetujui maupun dibantah karena topik yang fenomenal ini memiliki latar belakang logis dan telah diuji dengan metode ilmiah yang dapat membuktikan argumen pro dan kontra. Hal tersebut adalah pilihan Anda, apakah ingin memercayainya atau mengabaikannya.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditulis oleh Gadis Rima Astari
Tanggal diperbarui 27/09/2016
x