Crab Mentality, Sindrom Psikologis yang Menghambat Orang Lain untuk Sukses

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda melihat beberapa ekor kepiting di dalam ember yang mencapit satu sama lain ketika salah satu di antara mereka akan naik? Faktanya, hal tersebut juga terjadi di dunia nyata dan disebut sebagai crab mentality (mental kepiting).

Crab mentality adalah fenomena psikologis yang tidak baru. Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui jawabannya.

Crab mentality adalah hal yang terjadi di sekitar Anda

teman tidak suka pacar

Sekilas mungkin Anda melihat fenomena kepiting menarik satu sama lain agar tidak ada yang keluar sebagai solidaritas karena tidak ingin temannya dimakan. Akan tetapi, ketika dilihat dengan saksama maknanya tidak selalu demikian.

Dibanding bertahan hidup atau melarikan diri dari kelompoknya, kepiting memilih untuk mati bersama. Perilaku ini adalah analogi dari pola pikir egois dan iri terhadap kesuksesan orang lain yang disebut sebagai crab mentality atau mentalitas kepiting.

Dilansir dari Psychology Today, crab mentality adalah analogi dari perilaku egois yang iri terhadap kesuksesan orang lain. Maka itu, ketika salah satu di antara kepiting tersebut berusaha keluar, kepiting lainnya berusaha menahan kepiting tersebut.

Perilaku ini mungkin kerap Anda lihat di dunia nyata ketika beberapa orang dalam suatu kelompok mencoba menjatuhkan orang (yang juga satu kelompok dengan mereka) mengalami kemajuan. Beberapa contoh perilakunya adalah mengkritik, meremehkan, hingga memanipulasi orang.

Mentalitas kepiting mungkin dapat diartikan sebagai: “Jika saya tidak dapat memilikinya, Anda pun tidak bisa.” Contoh lain dari crab mentality mungkin dapat dilihat saat Anda bersekolah dan teman mengajak untuk tidak ikut kelas tertentu agar mereka tidak membolos sendirian.

Situasi ini tidak jarang membuat Anda kesulitan untuk merasa tulus menghargai pencapaian teman sendiri. Maka itu, crab mentality menimbulkan perasaan iri melihat kesuksesan orang lain, sehingga mencoba membuat orang tersebut berada di level yang sama.

Faktor penyebab munculnya mental kepiting

perbedaan introvert dan pemalu

Ada beberapa hal yang menyebabkan fenomena crab mentality ini terjadi. Salah satunya adalah ketergantungan manusia dalam hidup berkelompok.

Umumnya, manusia bergabung satu sama lain untuk memudahkan mereka mencapai tujuan bersama. Sementara itu, hidup berkelompok juga berarti akan ada persaingan dalam hal makanan dan pasangan.

Suka atau tidak, mentalitas kepiting dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti cemburu, malu, dendam, harga diri yang rendah, hingga sifat kompetitif.

cara menghilangkan rasa cemburu

Terlebih lagi Anda sangat peduli dengan posisi sosial di kelompok tersebut begitu juga orang lain, terlepas bagaimana niatnya. Akibatnya, sifat kompetitif tersebut pun muncul.

Crab mentality menghasilkan hubungan yang tidak sehat dalam sebuah kelompok karena tidak akan menguntungkan siapa pun. Kritik terhadap kesuksesan dan kebahagiaan orang lain tidak akan benar-benar mengangkat Anda ke level yang sama meskipun terasa seperti itu.

Walaupun sindrom ini menghasilkan perasaan positif terhadap orang yang melakukannya, tidak menutup kemungkinan efeknya tidak berlangsung lama. Pasalnya akan selalu ada orang yang lebih kaya, pintar, dan beruntung dari orang lain.

Tips mengatasi crab mentality

mengelola ekspektasi

Crab mentality adalah perilaku yang dapat terjadi dalam berbagai situasi pada siapa saja, termasuk Anda sebagai pelaku atau orang yang mengalaminya.

Anda perlu mencoba memahami mereka yang ingin menarik diri Anda ke level yang sama sebagai bentuk dari pertahanan. Hal ini pun dapat terjadi ketika anggota keluarga terlihat menentang kemajuan Anda. Padahal mereka khawatir bahwa Anda akan meninggalkan mereka karena kesuksesan tersebut.

Oleh karena itu, agar Anda lebih sadar terhadap sindrom ini, memperdalam kesadaran diri sendiri ternyata diperlukan. Hal ini bertujuan agar dapat berdamai dengan perasaan ini dan tetap berada di ‘atas’.

1. Terus gigih

Salah satu cara untuk mengatasi crab mentality adalah tetap gigih dan berjuang. Pada saat orang lain merasa tindakan yang Anda lakukan salah, diri Anda sendirilah yang mengetahui apakah itu benar atau tidak.

Kegigihan ini tidak pula menutup kemungkinan untuk menerima kritik dan saran. Namun, Anda tidak perlu mendengarkan semua kritikan ketika melakukan sesuatu terutama jika kritik itu dapat menghambat diri sendiri.

2. Kembangkan nilai diri sendiri

contoh hobi yang sehat

Setelah berhasil gigih dalam berjuang, cara lainnya untuk terbiasa dengan crab mentality adalah terus mengembangkan kemampuan diri sendiri.

Biasanya, orang dengan kepercayaan diri yang rendah lebih mudah untuk ditarik ke bawah. Agar rasa percaya diri tersebut meningkat, cobalah untuk menambah nilai pada diri sendiri. Misalnya, mengembangkan hobi baru atau mencoba menguasai kemampuan yang sudah ada.

Dengan demikian, Anda akan menjadi lebih kuat dan tidak rentan untuk kembali ke level yang sama dengan orang-orang yang mencoba menarik Anda.

3. Tetap semangat saat melakukan hal yang disukai

Tidak ingin orang lain terlihat maju adalah bagian dari sifat crab mentality yang perlu diperhatikan. Maka dari itu, ketika hal ini terjadi pada Anda, tetap bersemangat saat melakukan yang disukai ternyata penting terus dilakukan.

Apabila Anda memilih cara tertentu dalam menggapai impian, tentu perlu dilakukan secara konsisten, bukan? Jika terlalu sering mengubah metode dan tujuan setiap menerima kritikan dari orang lain, Anda membuka potensi untuk ditarik kembali ke bawah. 

Satu hal yang perlu Anda ingat adalah selalu menimbang dan melakukan saran yang berarti serta sesuai dengan impian sendiri. 

4. Evaluasi diri saat merasa gagal

membenci diri sendiri

Meniti karier atau menggapai tujuan pasti memiliki hambatan yang mungkin menyebabkan kegagalan, baik di tempat kerja maupun di lingkungan keluarga sendiri.

Walaupun demikian, setiap kegagalan selalu ada pelajaran yang dapat diambil. Alih-alih terpuruk dalam kegagalan dan membiarkan orang memengaruhi Anda, mencoba mengevaluasi diri atas penyebab kegagalan bisa dilakukan.

Dengan begitu, rasa percaya diri mungkin dapat bangkit kembali dan ternyata bisa meningkatkan harga diri di mata orang lain. 

Kesan crab mentality sebenarnya tergantung dari perspektif setiap orang, bagaimana mereka melihat kesuksesan orang lain dalam bentuk positif atau negatif. Ketika bisa melihat perilaku tersebut sebagai sebuah motivasi, itu berarti Anda membuat kemajuan untuk diri sendiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Meningkatnya penggunaan media digital perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan masalah baru yang disebut sebagai digital fatigue. Apa itu?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Mental 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Ada yang Butuh Tidur Lebih Lama Daripada Orang Lain?

Beberapa orang perlu tidur lebih lama agar tubuh bisa berfungsi normal di siang hari. Cari tahu berbagai penyebabnya karena mungkin Anda salah satunya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Pola Tidur Sehat, Tips Tidur 14 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

7 Kebiasaan Buruk yang Membuat Anda Rentan Alami Gangguan Mental

Terobsesi untuk selalu update di media sosial? Hobi begadang? Hati-hati, ada banyak kebiasaan sehari-hari yang bisa mengganggu kesehatan mental Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

self esteem adalah

Pentingnya Punya Self Esteem (Harga Diri) yang Baik dan Cara Meningkatkannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
egoisme

Mengenal Sifat Egois dan Ciri-Ciri yang Dapat Timbul

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
erotomania syndrome adalah

Apakah Anda Yakin Ditaksir Orang yang Anda Cintai? Bisa Jadi Itu Tanda Erotomania

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
mental illness atau gangguan mental

Mental Illness (Gangguan Mental)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit