Ketika mendengar kata orang dewasa, Anda mungkin langsung terbayang seseorang berusia 20 tahun dengan tanggung jawab yang selalu diupayakannya. Padahal, kedewasaan seseorang bukan hanya tentang usia.
Tak jarang, beberapa orang yang sudah berusia “matang”, tetap belum menunjukkan kedewasaan. Seperti apa tanda-tanda orang belum dewasa? Berikut adalah beberapa di antaranya.
Ciri-ciri orang belum dewasa
Anda bisa mengenali ciri-ciri orang yang belum dewasa melalui sikap dan perilaku yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa contohnya.
1. Tidak memiliki tanggung jawab
Mengakui kesalahan setelah melakukan perbuatan fatal mungkin memang bukan hal mudah. Namun, justru inilah kemampuan yang seharusnya dimiliki orang dewasa.
Mengakui kesalahan merupakan bentuk tanggung jawab atas tindakan Anda sendiri sekaligus menunjukkan bahwa Anda tidak mudah menyalahkan orang lain atas kesalahan yang dilakukan.
Melepaskan diri dari tanggung jawab hanya akan membuat Anda semakin tidak dipercaya dan dihargai oleh orang lain.
2. Tidak mempunyai empati pada orang lain
Kedewasaan tidak hanya dinilai dari cara Anda bersikap pada diri sendiri, tapi juga dari tingkat kepedulian terhadap orang-orang di sekitar. Hal ini dikenal sebagai kemampuan untuk berempati.
Orang yang punya empati pasti tahu bahwa apa pun yang dilakukan akan sangat memengaruhi tindakan orang lain, baik itu perilaku buruk atau baik.
Sebenarnya, sangat mudah untuk menilai apakah seseorang memiliki empati. Biasanya, orang-orang dengan empati yang tinggi mau mendengarkan tanpa menghakimi orang di sekitarnya.
3. Tidak jujur dengan diri sendiri
Sebagian besar ciri-ciri orang yang belum dewasa dikaitkan dengan ketidakmampuan untuk memegang kendali atas emosi dan perilakunya sendiri.
Apa pun yang keluar dari mulutnya hanyalah omong kosong belaka karena perasaan dan kalimat yang ia ucapkan sebenarnya saling bertentangan.
Akan tetapi, orang yang belum dewasa secara emosional tetap akan mencari pembenaran di balik perbuatan salah tersebut dan tidak mengakuinya.
Tak jarang, mereka mencari kesempurnaan yang mungkin sangat sulit didapatkan. Akibatnya, yang mereka lakukan hanyalah menyiksa diri sendiri dengan target-target tertentu.
4. Mudah menyimpan dendam

Setiap orang pasti pernah membuat kesalahan, baik itu kecil atau besar. Lantas, apakah kesalahan tersebut masih diungkit-ungkit setelahnya?
Jika benar, artinya orang tersebut masih belum dewasa secara emosional. Mereka cenderung menyimpan dendam untuk kesalahan sekecil apa pun dalam waktu yang lama.
Pada umumnya, seseorang menyimpan dendam karena kesulitan dalam berterus-terang. Ini mungkin terjadi karena seseorang gengsi atau merasa dirinya paling benar.
Menurut Mayo Clinic, menyimpan dendam justru berpotensi membuat Anda selalu berada dalam kondisi cemas, sulit menjalin hubungan dengan orang baru, dan tentunya bisa mengganggu kondisi mental Anda.
5. Membuat keputusan sendiri tanpa peduli orang lain
Tidak ada orang yang sempurna, apalagi terbebas dari kesalahan. Oleh sebab itu, Anda tetap membutuhkan orang lain untuk menyampaikan pendapat dalam menemukan solusi atas suatu permasalahan.
Begitu pun saat Anda sedang berada dalam sebuah kelompok kecil maupun besar. Dalam menyelesaikan suatu permasalahan, sudah seharusnya terdapat musyawarah untuk pengambilan keputusan.
Hal yang sama mungkin juga akan dialami oleh orang-orang yang belum dewasa, terutama saat menerima kritikan. Seseorang yang sudah dewasa akan lebih leluasa dalam menerima umpan balik.
Sebaliknya, sifat kekanak-kanakan akan membuat Anda cenderung menganggap kritikan sebagai serangan pribadi.
6. Selalu mengungkit kesalahan masa lalu
Tidak baik apabila Anda menghukum diri sendiri atas kesalahan masa lalu. Sebaliknya, Anda harus berpegang teguh pada diri sendiri dan belajar untuk melepaskan rasa bersalah dan segala penyesalan.
Bersikap sebaik mungkin sambil tetap memikirkan diri sendiri merupakan bentuk kedewasaan seseorang.
Jadi, paling tidak Anda sudah belajar dari kesalahan di masa lalu dan mencoba untuk tidak mengulanginya kembali di masa mendatang.
7. Tidak mampu mengendalikan rasa takut dan cemas
Hal yang mustahil jika Anda tidak pernah merasa takut atau cemas. Bagaimana cara Anda menghadapi keduanya justru bisa menjadi ciri kedewasaan.
Menjadi dewasa secara emosional berarti bahwa Anda menyadari ada sesuatu yang salah sehingga muncullah perasaan takut dan cemas.
Dalam kondisi tersebut, yakinkanlah diri sendiri bahwa Anda bisa melewatinya. Ingatlah bahwa ketakutan dan kecemasan adalah fase kehidupan yang pasti bisa dilalui.
Mengetahui ciri-ciri orang yang belum dewasa sangatlah penting karena dengan begitu, Anda bisa segera mengubah sikap yang kiranya masih merugikan diri sendiri dan orang lain.
Kesimpulan
- Orang dewasa seharusnya mampu mengemban tanggung jawab, punya empati, dan tidak mudah menyimpan dendam. Ketiadaan sifat tersebut bisa berarti bahwa Anda belum dewasa.
- Seseorang yang sudah dewasa seharusnya juga jujur pada diri sendiri. Mereka tidak akan berusaha terlalu keras mencapai kesempurnaan yang hampir mustahil didapatkan.
- Dewasa secara emosional seharusnya membuat Anda lebih terbuka pada masukan. Anda seharusnya sudah mulai berdamai dengan masa lalu, bukannya mengungkitnya terus-menerus.