home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tak Ada Untungnya Stalking Mantan! Ini Dampak Negatif untuk Anda

Tak Ada Untungnya Stalking Mantan! Ini Dampak Negatif untuk Anda

Putus cinta memang menyakitkan, tapi bukan akhir dari segalanya dan move on. Namun, bagi sebagian orang, kisah putus cinta tidak semulus itu. Ada juga yang masih mencari tahu bagaimana keadaan mantan Anda alias stalking mantan Anda. Sebenarnya inilah yang justru akan semakin memperburuk suasana hati Anda. Masih ada beberapa dampak negatif dari Anda stalking mantan. Apa saja?

Stalking mantan, semakin susah move on

Kecenderungan untuk stalking atau memata-matai mantan pacar lewat media sosial kerap muncul setelah putus. Setiap kali membuka media sosial, hal pertama kali yang Anda lakukan adalah melihat akun mantan Anda. Alasannya hanya untuk sekedar mengetahui kabarnya. Anda berpikir dengan stalking mantan Anda bisa mengetahui keadaan dia sekarang dan tak jarang untuk melihat wajah mantan saja karena rindu. Ditambah lagi karena kebiasaan ini tidak akan diketahui oleh mantan Anda, Anda semakin ketagihan dan tidak bisa menahan kebiasaan ini.

Namun, kebiasaan ini justru malah membuat Anda jadi susah move on dari mantan. Anda akan semakin susah untuk move on jika terus-terusan memantau foto atau status terbarunya. Atau yang lebih parah, Anda mungkin tergoda untuk stalking segala gerak-gerik mantan Anda (dan mungkin pacar baru dan teman-temannya) di media sosial. Ini adalah kebiasaan yang sama sekali tidak sehat. Sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris, membuktikan dampak negatif ini.

Penelitian tersebut dilakukan pada sebagian besar mahasiswa perempuan, untuk menganalisis penggunaan Facebook. Selain itu, mereka juga diminta untuk memerhatikan sejauh mana proses move on mereka setelah putus dari kekasihnya. Seberapa sering mereka membuka dan mengamati isi media sosial mantan. Penelitian ini juga mengamati apakah mereka memiliki ketertarikan baru terhadap lawan jenis, atau hanya berhenti pada si mantan saja tanpa adanya perubahan.

media sosial

Bisa membuat Anda rentan stres dan emosi menjadi tidak stabil

Penelitian tersebut juga melakukan pengukuran tingkat stres karena putus cinta, begitu juga dengan hasrat seksual dan perasaan negatif terhadap mantan. Indikator ukuran stres yang digunakan adalah tingkat kemarahan, kecewa, bingung, dan benci. Hasil pengukuran tersebut kemudian diamati seberapa besar perubahan dalam hidup karena putus cinta.

Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat stres orang yang suka stalking mantan akan lebih tinggi, memiliki pemikiran negatif lebih besar, selalu merindukan mantan kekasih dan perkembangan kepribadiannya lebih rendah. Melihat atau memata-matai mantan melalui media sosial bisa dihubungkan dengan lambatnya tingkat pemulihan emosional dan perkembangan kepribadian akibat putus cinta.

Berhenti stalking mantan, haruskah menghapusnya dari daftar teman di media sosial?

Menghindari kontak dan informasi tentang mantan kekasih, baik secara nyata maupun di dunia maya mungkin menjadi cara terbaik untuk menyembuhkan patah hati. Untuk mengatasi kesedihan dan sakit hati akibat putus cinta, Anda tidak harus selamanya menghapus dari daftar teman di media sosial Anda.

Namun, sebisa mungkin tahan diri untuk tidak terlalu sering mengecek akun mantan. Jangan setiap kali Anda buka media sosial, Anda membuka akunnya. Gunakan media sosial Anda dengan baik dan bijak, tidak perlu terlalu berlebihan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Facebook Stalking Your Ex: Why You Shouldn’t https://www.huffingtonpost.com/2012/09/20/facebook-stalking-your-ex_n_1900221.html diakses 18 Desember 2017.

Should I Stalk My Ex? Negative Effects Of Stalking Your Ex https://www.elitedaily.com/dating/stalking-your-ex-social-media/2025615 diakses 18 Desember 2017.

Seriously, stop stalking your ex on Facebook https://www.today.com/health/seriously-stop-stalking-your-ex-facebook-t101093 diakses 18 Desember 2017.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Tanggal diperbarui 2 hari lalu
x