Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Mengatasi Patah Hati?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Patah hati adalah hal yang kompleks. Ada harapan yang pupus, ada hati yang sakit, atau ada pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab. Itu alasan mengatasi patah hati bukan hal sepele.

Anda pasti ribuan kali mendengar “waktu mengobati semua luka”. Apakah itu hanya sebuah mantra atau memang waktu berperan penting dalam penyembuhan luka?

Patah hati adalah cedera psikologis yang kompleks. Sakitnya adalah kumpulan dari rasa kehilangan dan duka. Ia bisa memengaruhi kesehatan tubuh dalam banyak hal.

“Insomnia, terganggungnya pikiran, terganggunya sistem kekebalan tubuh, dan 40 persennya mengalami depresi klinis,” kaya Guy Winch, seorang psikolog Amerika, dalam sebuah sesi pidato di TED talks berjudul How to Fix a Broken Heart.

Winch menekankan, itulah mengapa menyembuhkan patah hati bukan soal waktu, juga bukan sebuah perjalanan. “Mengatasi patah hati adalah tentang perjuangan,” tutur Winch.

Kondisi patah hati dan cara mengatasi rasa sakitnya

mengatasi patah hati

Bagi sebagian orang, patah hati terasa seperti dunia akan berakhir. Menangis, tidak nafsu makan, tidak bisa tidur, bertanya-tanya apakah bisa melanjutkan hidup tanpanya.

Pengalaman patah hati seseorang cenderung dianggap sederhana. Tidak jarang kita mendengar perkataan “jangan lebay, cari yang lain aja”. Padahal, ukuran berduka setiap orang patah hati itu berbeda-beda, membuat cara mengatasi dan berdamainya pun berbeda.

Psikolog asal Amerika Jenna Palumbo mengatakan kesedihan tentang patah hati yang rumit.

“Putus cinta, kematian orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, berganti karier, kehilangan teman dekat, semua ini bisa membuat Anda patah hati dan merasa dunia Anda tidak akan pernah sama lagi,” jelas Jenna.

Ia menambahkan, bahkan patah hati akibat putus hubungan dengan kekasih bisa lebih rumit.

Patah hati adalah cedera psikologis kompleks dan berdampak pada kesehatan fisik

mengatasi patah hati

Guy Winch membuat beberapa poin dari rumitnya proses berduka orang patah hati. Pertama, hubungan telah berakhir tapi otak menolak untuk mengakuinya seperti mendambakan suaranya, membaca pesan-pesan lama, dan melihat foto-foto saat bahagia.

Menurut Winch, otak memproses keinginan untuk melihat memori manis tersebut sama dengan ketertarikan pecandu narkoba pada obat terlarangnya. Kecanduan tersebut membuat lebih lama untuk mengatasi patah hati.

“Saat pecandu harus melawan keinginan untuk mengonsumsi narkoba, mereka yang patah hati harus berusaha untuk berpikir rasional,” kata Winch.

Kedua, pemahaman tentang alasan hubungan itu berakhir sangat penting dalam membangun kemampuan move on. Masalahnya, sering kali penjelasan sederhana tentang mengapa pasangan memilih putus tidak diterima oleh otak. 

“Patah hati itu membuat rasa sakit terkesan dramatis sehingga otak menuntut alasan yang sama dramatisnya,” jelas Winch.

Ketiga, saat patah hati tubuh mengeluarkan zat kortisol atau hormon stres yang juga bisa mempengaruhi kesehatan fisik.

Mengganggu sistem kekebalan tubuh, sesak pada dada, sakit perut, dan lemas seperti tidak bertenaga adalah beberapa gejala yang bisa timbul.

Berapa lama mengatasi patah hati dan kapan harus konsultasi dengan profesional?

agar tidak patah hati

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Positive Psychology, 71 persen orang dewasa muda membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk mengatasi patah hati. Itu setidaknya untuk melihat aspek-aspek positif dari perpisahan mereka.

Hanya saja, angka tersebut hanya rata-rata dari total 115 orang sampel dalam penelitian tersebut. Peneliti menekankan bahwa setiap orang memiliki kecepatan dan cara berbeda dalam proses menyembuhkan hati.

Berikut beberapa hal yang mungkin dapat berguna sebagai obat untuk mengatasi patah hati.

Mengatasi patah hati dengan memberi diri Anda izin untuk bersedih

Hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk diri sendiri adalah memberi izin untuk merasakan semua kesedihan, kemarahan, kesepian, dan rasa bersalah. Winch menekankan langkah pertama dalam memperbaiki masalah adalah memahami bahwa itu normal.

“Cemburu, sedih, marah, adalah hal-hal kecil yang timbul karena kehancuran yang sedang terjadi. Berikan diri Anda waktu untuk memahami bahwa itu respons alami tubuh yang timbul hanya sementara dan tidak permanen,” tutur Winch.

Pahami alasan hubungan berakhir

Dengan memahami mengapa hubungan itu berakhir akan menghilangkan pemikiran adanya harapan untuk rujuk. Harapan palsu akan menghambat proses penyembuhan.

Jika tidak bisa menerima alasan yang diberikan, Winch menyarankan untuk membuat sendiri alasan tersebut. Apa pun itu alasan paling masuk akal yang bisa Anda terima.

Biarkan teman terdekat tahu apa yang Anda alami

Salah satu cara untuk membuat hati terasa lega adalah dengan berbagi perasaan pada orang lain, terutama bersama mereka yang pernah berada dalam situasi yang sama. Perasaan lega akan memberikan jalan untuk mengatasi patah hati.

Dalam hal ini, Winch memberi masukan pada teman yang dipilih untuk mendengarkan curhatan sahabatnya yang sedang berduka. Jadilah telinga yang baik dan dengarkan semua curahan hatinya. Jangan beri ceramah sebelum dia selesai menumpahkan kesedihannya. 

Cari bantuan profesional, psikolog atau psikiater

Penting untuk meluapkan kesedihan dengan bercerita pada orang lain, tapi itu bukan hal mudah. Jika Anda merasa tidak sanggup lagi menahan rasa sedih, jangan ragu untuk mencari dukungan dari profesional.

Profesional kesehatan mental bisa membantu Anda mengatasi emosi menyakitkan tersebut. Apalagi jika rasa sakit itu telah mengganggu nafsu makan dan waktu tidur dengan kadar yang tidak normal.

Sangat wajar membandingkan diri Anda dengan orang lain, tapi mengatasi patah hati dan melalui masa duka bukanlah kompetisi siapa yang lebih cepat move on. Kesedihan setiap orang tidak sama dan kesembuhannya tidak bisa dijadwalkan. 

“Berikan diri Anda semua ruang dan waktu yang dibutuhkan untuk sembuh,” ujar Jenna Palumbo.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Susah Tidur Malam Meski Tubuh Kelelahan, Apa Penyebabnya?

Setelah lelah beraktivitas, Anda harusnya bisa tidur nyenyak. Namun, beberapa orang justru mengeluhkan susah tidur malam meski merasa lelah. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Fakta Seputar Gatal pada Kulit yang Perlu Anda Ketahui

Kulit terasa gatal tiba-tiba, padahal tidak digigit serangga atau alergi? Cari tahu segala informasi seputar gatal pada kulit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Terlalu Sering Mengecek Handphone Bisa Bikin Stres

Sering mengecek handphone untuk "kepoin" seseorang? Hati-hati, Anda bisa jadi rentan stres karena hal ini, lho! Kok bisa? Cari tahu di artikel ini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 20 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengatasi Stres Dengan Terapi Warna

Bahkan sebelum maraknya tren buku mewarnai untuk orang dewasa, terapi warna sudah lama jadi pilihan pengobatan alternatif. Apa saja manfaatnya?

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 20 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kesehatan mental kehilangan pekerjaan

Bagaimana Luapan Rasa Sedih Setelah Patah Hati Yang Normal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
pacar posesif

Anda Sering Disebut Pacar Posesif? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat sering menangis

Ini Alasan Orang yang Sering Menangis, Justru Mentalnya Sekuat Baja

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
bagaimana cara menghilangkan stres

9 Makanan yang Membantu Menghilangkan Stres

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit