Break Pacaran Idealnya Harus Berapa Lama, Sih?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 Desember 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Break pacaran kadang dibutuhkan buat kedua belah pihak saling instrospeksi diri. Apalagi ketika hubungan yang dijalin makin lama terasa menjenuhkan atau malah alot karena selalu terlibat cekcok yang itu-itu saja.

Jeda jarak dan waktu inilah yang nantinya bisa membantu menyadarkan bahwa Anda berdua ternyata memang masih sama-sama saling membutuhkan dan mencintai. Namun, berapa lama idealnya harus break agar tidak kebablasan jadi benar-benar berpisah jalan?

Kenapa harus break pacaran?

Break pacaran bukan berarti putus. Kadang, keputusan “berpisah sementara” ini harus dibuat oleh kedua belah pihak ketika hubungan mereka sedang bermasalah tapi belum atau tidak ingin putus.

Masing-masing pihak bisa memanfaatkan momen break untuk menjernihkan pikiran yang mumet akibat segala perkara pacaran serta merenung untuk mencari jawaban atas permasalahan dan memikirkan masa depan dari hubungan itu sendiri.

Tak jarang juga break digunakan untuk menikmati waktu menjadi diri sendiri tanpa campur tangan kehadiran pasangan. Misalnya, menghabiskan waktu lebih banyak bersama keluarga di rumah atau pergi liburan bersama sahabat terdekat yang mungkin sempat jarang berkontak karena Anda sibuk pacaran.

Ingat pepatah bijak yang berkata, “jauh di mata dekat di hati”, ‘kan? Nah, jeda jarak dan waktu ini pada akhirnya bisa mengukur seberapa besar rasa cinta dan rindu dalam diri Anda setelah tahu seperti apa rasanya hidup tanpa pasangan.

Sederhananya, break dapat menjadi cara yang baik untuk menyadari dan menghargai keberadaan pasangan dalam hidup Anda selama ini. Sebaliknya, jika nanti setelah break Anda berdua justru menganggap bahwa solusi terbaiknya adalah putus, mungkin itu adalah yang terbaik. 

meninggalkan pasangan

Berapa lama harus break?

Berapa lama jeda pacaran yang Anda berdua butuhkan tentu harus dibuat atas kesepakatan bersama, setelah berdiskusi baik-baik. Pastikan juga untuk menegaskan apa maksud sebenarnya dari break tersebut.

Meski demikian, Anda tidak disarankan untuk break pacaran terlalu lama. Sebab break yang terlalu lama bisa bikin Anda dan pasangan lama-lama terlena dan lupa diri atas tujuan awal kenapa memutuskan “pisah sementara”. Bahkan mungkin justru sama-sama mangkir dari satu sama lain sehingga akhirnya malah makin meregangkan hubungan.

Bila perlu, bikin peraturan dan persetujuan yang harus dipatuhi satu sama lain selama break. Contohnya, apakah boleh pergi dengan lawan jenis lain atau tidak? Apa boleh menghubungi satu sama lain? Membuat peraturan break pacaran yang jelas bisa menjadi “pegangan” bagi satu sama lain agar tidak menyalahgunakan kesempatan yang ada.

Idealnya agar tidak keterusan tanpa solusi yang jelas, ambil waktu sekitar 2-3 minggu dulu untuk break. Setelah itu barulah putuskan untuk bertemu untuk membicarakan hubungan Anda berdua ke depannya. Apabila masih alot, mungkin bisa kembali dirundingkan apakah perlu melanjutkan break atau tidak.

Break bukan solusi satu-satunya

Break nantinya dapat menguatkan cinta Anda berdua setelah kembali bersatu. Namun, break bukanlah solusi satu-satunya yang bisa menguji kekuatan cinta Anda berdua. Duri dalam hubungan Anda bisa diselesaikan dengan komunikasi terbuka dan langsung ambil langkah nyata untuk memperbaikinya. 

Penting juga diperhatikan bahwa Anda berdua jangan memutuskan untuk break pacaran karena terbakar emosi. Ambil keputusan break dengan kepala dan hati dingin agar bisa sama-sama menimbang manfaat dan konsekuensinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit