home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Kunci Supaya Hubungan Jauh Lebih Baik Meski Pernah Putus Sebelumnya

3 Kunci Supaya Hubungan Jauh Lebih Baik Meski Pernah Putus Sebelumnya

Suatu hubungan asmara tidak melulu hadir dalam kisah yang indah bak cerita dongeng. Kadang kala, Anda harus rela menelan pahitnya perpisahan karena satu dan lain hal. Setelah putus pun, tak menutup kemungkinan alasan masih cinta jadi penguat Anda untuk mau balikan dengan sang mantan kekasih. Bahkan nyatanya banyak, lho, pasangan yang berhasil langgeng sampai ke jenjang pernikahan karena tahu cara memperbaiki hubungan yang tepat. Penasaran apa saja caranya? Yuk, cermati tips berikut ini!

Sudah putus, kok, masih mau balikan?

Keputusan untuk mengakhiri hubungan yang telah dibina sekian lama tentu harus dipikirkan secara masak-masak. Begitu pula dengan pilihan untuk rujuk kembali dengan pasangan setelah putus, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Anda mungkin pernah menemukan seseorang atau justru diri Anda sendiri yang bilang, “Aku sudah terlanjur nyaman sama dia” atau “Kayaknya akan susah, deh, nemuin yang paham aku, kalau bukan dia”. Hal tersebut sebenarnya lumrah, karena manusia sejatinya akan mencari sosok yang terbaik baginya untuk sekarang dan jangka panjang nanti.

Marisa T. Cohen, PhD, seorang dosen psikologi di St. Francis College di New York, turut menambahkan bahwa mungkin Anda akan memilih untuk menjauh dan mencari seorang pengganti yang diharapkan lebih baik. Namun sulit dipungkiri, Anda tidak menemukan apa yang dicari dari sosok orang tersebut karena perasaan dan pikiran yang masih sulit berpaling dari mantan kekasih.

Akhirnya, membuka lembaran baru bersama mantan dirasa sebagai jalan terbaik setelah melalui peliknya “drama” percintaan.

Begini cara memperbaiki hubungan setelah putus

Jika memang Anda berpikir untuk balikan dengan mantan, tentu Anda akan berpikir bagaimana memperbaiki hubungan yang sebelumnya telah berakhir. Nah, setelah berhasil meyakinkan diri untuk mau kembali merajut kasih dengan pasangan, yang notabene sebagai mantan, coba terapkan cara memperbaiki hubungan ini supaya kesalahan yang dulu tidak terulang kembali.

1. Pastikan permasalahan sebelumnya telah selesai

salah paham dengan pasangan

Banyak orang yang terjebak dalam hubungan putus nyambung, sampai kemudian benar-benar berpisah karena tidak mampu memperbaiki permasalahan sebelumnya. Ibaratnya, mereka hanya bermodalkan “nekat” untuk rujuk kembali dengan mantan tanpa menuntaskan konflik pemicu keretakan hubungan yang lalu.

Tentu Anda tidak ingin hal ini terjadi, bukan? Maka itu, salah satu cara memperbaiki hubungan saat balikan dengan mantan adalah memastikan bahwa konflik yang sebelumnya sudah selesai sampai ke akar-akarnya.

Ambil contoh, jika Anda sebelumnya terlalu fokus meniti karir sampai terkesan tak acuh dengan kehadiran pasangan. Sekarang coba untuk lebih pandai membagi prioritas hidup Anda. Begitu pun kalau Anda yang selama ini terlalu menuntut pasangan untuk siap sedia kapan pun Anda butuh.

Padahal, dia juga punya kepentingan lain yang harus dilakukan, bukan? Jadi, berusahalah untuk lebih memahami dan bisa menempatkan diri Anda sebaik mungkin.

2. Jangan ungkit lagi masalah terdahulu

pasangan marah

Jangan ada lagi kata-kata, “Ternyata dari dulu kamu belum berubah, ya, masih saja egois” atau “Kalau bukan gara-gara kamu, mungkin dulu kita nggak akan putus”, dan pernyataan-pernyataan lainnya yang terkesan memojokkan kesalahan pasangan.

Alih-alih membuat jalinan asmara Anda membaik, terus-menerus mengungkit kisah pahit masa lalu malah akan memicu cekcok lain yang seharusnya tidak ada. Sebaiknya, jadikan permasalahan yang dulu sebagai pelajaran berharga dengan mengambil hikmah baiknya saja.

Apapun konflik yang hadir di hubungan baru setelah balikan nantinya, anggap saja sebagai masalah baru tanpa harus membawa-bawa masa lalu. Pegang komitmen yang telah Anda rundingkan sebelum memutuskan untuk balikan dengan mantan. Kalau perlu, ingat apa alasan yang meyakinkan Anda bisa sampai ke tahap ini.

3. Terbuka dengan apa yang dirasakan

masalah rumah tangga

Wajar jika Anda memiliki ketakutan kalau masalah sebelumnya akan terulang kembali. Hal ini yang mungkin membuat Anda selalu berusaha menutupi apa yang Anda rasakan karena khawatir hubungan setelah balikan tidak akan berjalan mulus seperti harapan.

Namun sebenarnya percuma saja Anda memikirkan masalah tersebut pagi, siang, malam, tanpa berusaha membagikannya dengan pasangan. Karena toh, Anda tidak sendirian dalam membina hubungan ini. Masih ada pasangan yang siap sedia menjadi pendengar akan semua keluh kesah Anda.

Jangan hanya berharap pasangan akan mengerti dengan sendirinya tanpa penjelasan yang pasti. Sebab bukan tidak mungkin, hobi menyimpan unek-unek dari pasangan ini justru akan menyebabkan hubungan Anda kembali kandas seperti sebelumnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

You’ve Already Broken Up Once — Here’s How to Know if the Relationship Can Really Work. https://www.health.com/relationships/should-you-get-married-after-breaking-up-once Diakses pada 6 November 2018.

Can Relationship Work After a Breakup? An Expert Reveals the Truth. https://www.elitedaily.com/p/can-relationships-work-after-a-breakup-expert-reveals-the-truth-2974439 Diakses pada 6 November 2018.

This Is Why So Many Couples Break Up and Get Back Together Again. http://www.womenshealthmag.co.uk/sex-love/wh-dating/7139/why-couples-get-back-together/ Diakses pada 6 November 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 09/11/2018
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x