Cinta Sudah Ditolak, Kenapa Masih Terus Kepikiran Si Dia?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

“Cinta bisa membutakan hati dan pikiran dalam sekejap”, perumpamaan tersebut rasanya tepat bagi mereka yang cintanya telah ditolak, tapi tetap saja suka dan susah melupakan sang pujaan hati. Bagi Anda yang tidak pernah berada di posisi ini, Anda mungkin berpikir bahwa tidak ada untungnya terjebak dalam cinta yang bertepuk sebelah tangan. Namun, orang yang sedang tergila-gila karena cinta justru akan berpikir sebaliknya.

Tidak peduli telah ditolak, diacuhkan, ataupun diabaikan oleh pujaan hatinya, mereka tetap berusaha untuk mengejarnya. Tampaknya ini sudah jadi sifat alami manusia, yakni lebih tertarik pada apa yang tidak bisa dimilikinya dan cenderung menutup mata pada hal yang sebenarnya lebih mudah didapat. Ada apa, sih, sebenarnya?

Terlanjur cinta bikin susah melupakan seseorang

mengapa cinta membuat galau

Berawal dari sini, Helen Fisher, seorang penulis, antropolog, sekaligus ahli pengamat perilaku asal Amerika Serikat, bersama timnya mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya membuat seseorang susah melupakan orang yang telah menolaknya. Penelitian ini melibatkan 10 wanita dan 5 pria yang mengaku cintanya baru saja ditolak, tapi masih terus kepikiran sosok tersebut.

Penelitian dalam Journal of Neurophysiology ini dilakukan lewat scan otak. Para ahli meminta peserta untuk mengamati secara seksama foto orang yang telah menolaknya, kemudian dilanjutkan dengan melihat beberapa lembar foto orang yang dikenal tapi tidak mereka cintai.

Tujuannya untuk membandingkan aktivitas otak peserta ketika dihadapkan dengan foto orang yang mereka cintai dan yang tidak disuka. Hasilnya pun menunjukkan bahwa otak manusia memang bekerja lebih aktif saat melihat, membayangkan, maupun memikirkan sosok orang yang telah lama dikagumi.

Sebaliknya, mereka bisa benar-benar tidak peduli atau bersikap biasa saja ketika dikaitkan dengan orang yang tidak disukai.

Kenapa, sih, masih tetap cinta meski sudah ditolak?

patah hati bikin tidak nafsu makan

Para peneliti punya beberapa teori yang bisa menjelaskan kenapa kita susah melupakan orang yang jelas-jelas menolak cinta kita. Di antaranya yaitu:

1. Rasa penasaran

Ada alasan khusus mengapa banyak orang tidak kunjung jera meski telah ditolak berkali-kali dari orang yang dicintainya. Menurut Fisher dan rekan-rekannya, ini karena penolakan tersebut akan merangsang bagian-bagian otak yang berkaitan dengan motivasi, hasrat, dan keingintahuan.

Jika dibandingkan dengan foto orang yang tidak mereka sukai, otak para peserta tampak lebih aktif saat dihadapkan dengan foto orang yang mereka cintai. Terutama pada bagian otak yang mengatur rasa keingintahuan, motivasi, hasrat, kecemasan, serta rasa sakit.

Sederhananya begini, akan tumbuh rasa penasaran setelah diabaikan oleh orang yang Anda cintai. Semakin ditolak justru semakin penasaran. Mungkin inilah yang memacu Anda untuk terus mendekatinya tanpa peduli respon apa yang ia berikan.

2. Faktor “kecanduan”

Fakta unik lainnya yang ditemukan dalam penelitian ini, ada hubungannya dengan aktivitas di bagian depan otak. Bagian otak ini berperan dalam mengatur naik-turunnya emosi serta reaksi candu akan suatu hal.

Tidak jauh berbeda dengan seseorang yang kecanduan mengonsumsi obat-obatan, orang yang telah berkali-kali ditolak tapi tetap susah melupakan pun demikian. Ibaratnya, mereka sudah benar-benar “kecanduan” dengan cinta yang dirasakan. Nah, orang yang mereka idam-idamkan itulah yang jadi obat penawarnya.

Pengaruh dari pikiran ini yang akan membuat Anda larut dalam perasaan sendiri, hingga jadi sulit berpikir dengan jernih. Akhirnya, sadar atau tidak Anda tetap saja sulit menjauhinya karena sudah terlanjur terbiasa dengan sosoknya yang telah lama mengisi pikiran, hati, dan hari-hari Anda.

3. Semakin ditolak, semakin tinggi juga nilai dan kualitas orang itu

Teori terakhir, Anda berpikir bahwa orang yang menolak Anda punya nilai yang cenderung lebih tinggi daripada orang lain. Semakin dia menolak dan menjauhi Anda, maka secara otomatis tingkat kesulitannya untuk didapatkan pun akan semakin meningkat.

Kesimpulan ini menyerupai teori evolusi manusia, yang menjelaskan bahwa memang sudah sifat alami dalam diri seseorang untuk mengejar pasangan yang menurutnya paling berharga dan bernilai tinggi untuk mengisi hidupnya.

Analoginya begini, Anda hanya punya uang 5 ribu rupiah untuk membeli sebuah pensil. Ketika pergi ke toko, ada pensil lain yang harganya 10 ribu rupiah. Meskipun fungsinya sama, yaitu untuk menulis, tiba-tiba pensil seharga 10 ribu rupiah yang tidak mampu Anda beli tersebut jadi tampak lebih menarik. Ini karena Anda menganggap barang yang mahal dan tidak terjangkau itu kualitasnya pasti lebih baik daripada barang yang lebih murah dan mudah didapatkan.

Itulah yang terjadi ketika Anda susah melupakan orang yang sudah menolak cinta Anda. Semakin ditolak, nilai dan kualitas orang tersebut seolah malah jadi naik. Padahal, sebetulnya belum tentu dia adalah yang terbaik buat Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Lakukan Hal Ini Saat Pasangan Menolak Berhubungan Seks

Seks yang sehat memang dilakukan atas dasar persetujuan kedua pihak, Namun, baaimana jika pasangan menolak berhubungan seks? Simak artikel berikut.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Tips Seks 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Psst, Jangan Buru-Buru Jatuh Cinta Nanti Jadi Cepat Benci!

Katanya jarak antara cinta dan benci itu dekat, banyak juga yang bilang hati-hati jika cepat jatuh cinta karena bisa cepat juga untuk benci. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 16 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

‘Bucin’ Alias Budak Cinta, Fenomena Ketika Cinta Menjadi Candu

Fenomena bucin alias budak cinta kini marak dibicarakan sebagai orang yang terlalu sayang dengan pasangannya. Begini penjelasan dari sisi psikologis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 24 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit

Selain Hubungan Seks, Ada Masalah Hubungan Asmara pada Penderita ADHD

Selain kehidupan seks, penderita ADHD juga memiliki sejumlah tantangan dalam menjalani hubungan asmara mereka dan berasal dari gejala yang dialami.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pacar posesif

Anda Sering Disebut Pacar Posesif? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit