home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Perubahan yang Mungkin Terjadi Pada Diri Anda Setelah Diselingkuhi Pasangan

4 Perubahan yang Mungkin Terjadi Pada Diri Anda Setelah Diselingkuhi Pasangan

Wajar jika Anda merasa sedih, marah, atau kecewa setelah diselingkuhi oleh pasangan. Namun selain bikin hubungan renggang, perselingkuhan juga tanpa disadari bisa membawa banyak perubahan besar dalam diri Anda sendiri.

Apa saja yang berubah dari diri sendiri setelah diselingkuhi pasangan?

Layaknya momen-momen penting lain dalam hidup, seperti naik jabatan atau bahkan kematian orang terdekat, perselingkuhan juga mengubah hidup Anda. Entah itu ke arah yang lebih baik, atau malah sebaliknya.

1. Sulit untuk percaya lagi

pasangan ingin putus

Setelah diselingkuhi, rasanya pasti sulit minta ampun bagi Anda untuk mencoba memperbaiki hubungan dengannya. Sakitnya dikhianati bisa membuat Anda jadi mudah curiga tentang semua gerak-gerik dan tingkah laku pasangan saat ini karena takut kembali terjadi lagi. Ini merupakan reaksi yang wajar.

Pernyataan ini turut didukung oleh Kerner, PhD, LMFT, seorang psikoterapis sekaligus penulis buku She Comes First. Perselingkuhan, bagi hampir kebanyakan orang, adalah sebuah kesalahan fatal tanpa obat yang dapat menghancurkan kepercayaan.

Semakin banyak dan semakin parah kebohongan yang terus terlontar dari mulut pasangan untuk menutupi perselingkuhannya, maka akan semakin sulit untuk Anda kembali menaruh kepercayaan sekecil apa pun pada dirinya. Bahkan, Anda bisa semakin ragu terhadap masa depan yang nantinya harus dibina bersama.

2. Kepercayaan diri Anda berubah

bukan pasangan hidup yang tepat

Pengkhianatan yang dilakukan oleh orang yang paling Anda cintai tentu akan menjadi pukulan besar yang sakitnya bukan main bagi harga diri Anda.

Setelah diselingkuhi, tak jarang orang mungkin jadi berpikiran negatif dan mencari-cari kesalahan diri sendiri. Misalnya seperti, “Apa aku tidak cukup pantas/kaya/menawan/ideal untuknya sehingga ia mencari orang lain?” atau “Apa dia selingkuh karena aku kurang jago masak? Atau karena aku kurang perhatian?”. Yang lainnya mungkin sampai menganggap mereka tidak lagi dibutuhkan atau bahkan berguna di mata pasangannya.

Lagi-lagi, semua emosi negatif yang Anda rasakan ini sebetulnya wajar. Segala tipu daya yang si dia lakukan untuk menyangkal kenyataan dan membelokkan tuduhan Anda lama-lama bisa membuat Anda mulai meragukan diri sendiri.

Di sisi lain, bukannya tidak mungkin kepercayaan diri Anda malah semakin meningkat setelah diselingkuhi. Tidak sedikit korban perselingkuhan yang bisa kembali rujuk dengan pasangannya, dan justru merasa lebih percaya diri terhadap masa depan hubungannya setelah sukses melewati perihnya perselingkuhan.

Ada juga orang-orang yang justru semakin pede setelah menangkap basah pasangannya selingkuh, karena percaya bahwa orang itu bukanlah yang terbaik untuk mereka dan mereka pantas untuk mendapatkan yang lebih baik.

3. Bisa fokus pada hal lain yang lebih penting

agar lebih bahagia

Sedih, amarah, galau, dan frustrasi adalah emosi murni manusia yang benar-benar normal setelah diselingkuhi. Namun ketika Anda terus dirundung emosi negatif, ini bisa membuat Anda kesulitan untuk fokus pada aspek-aspek penting lainnya dalam hidup Anda. Misalnya saja, hubungan Anda dengan keluarga dekat atau hubungan profesional Anda di tempat kerja.

Sedih akibat patah hati bahkan bisa berujung pada depresi jika Anda tidak mampu menyesuaikan diri dan mengatasi kekecewaan tersebut.

Di sisi lain, tidak sedikit orang yang bisa legowo menerima kenyataan pahit bahwa kesempatan untuk hidup bersama si tukang selingkuh sudah berakhir. Setelahnya, Anda bisa mulai memprioritaskan hal-hal positif yang sebelumnya tak pernah terpikirkan, tak sempat dilakukan, atau bahkan pernah dilarang olehnya, untuk membangun kembali hidup Anda.

Anda bisa lebih fokus membenahi kehidupan pribadi dan tidak terjebak dalam pikiran-pikiran buruk yang bisa menjadi bumerang untuk diri Anda sendiri.

4. Komitmen semakin kuat

bahagia dengan hubungan asmara

Seperti yang dituturkan oleh Tina B. Tessina, PhD, selaku psikoterapis dan penulis buku Money, Sex and Kids: Stop Fighting about the Three Things That Can Ruin Your Marriage, sebuah perselingkuhan adalah ujian hidup. Tergantung dari bagaimana Anda menyikapinya, perselingkuhan bisa saja malah semakin mempererat ikatan batin Anda dan pasangan yang membuat hubungan asmara Anda semakin harmonis.

Hanya Anda dan pasangan yang paham betul bagaimana harus melalui ujian tersebut. Jika pasangan mau berubah dan berjanji tidak mengulangi kesalahan yang sama, dan Anda pun bersedia untuk memaafkan dan membuka hati untuk menerimanya kembali, ini mungkin saja akan menciptakan hubungan baru yang jauh lebih intim.

Kuncinya, saling terbuka dan mengetahui apa yang jadi alasan dibalik perselingkuhan dalam hubungan Anda. Dari situlah Anda dan pasangan akan saling belajar bagaimana membina hubungan baru yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

5 Ways Your Relationship Changes After Someone Cheats. https://www.prevention.com/sex/g20465626/relationship-changes-after-cheating/ Accessed on July 24th 2018.

6 Women Share How Their Relationship Survived Cheating. https://www.womenshealthmag.com/relationships/a19995671/relationships-survive-cheating/ Accessed on July 24th 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 17/08/2018
x