4 Hal yang Mesti Dilakukan Agar Hubungan Tetap Mesra Meski Pasangan Sibuk Bekerja

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pasangan sibuk bekerja dan sangat sulit meluangkan waktu dengan keluarga? Kondisi ini memang mengesalkan karena kedekatan antara Anda dan pasangan serta si dia dan anak menjadi berkurang. Namun, tenang. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi pasangan sibuk kerja, tanpa perlu emosi saat melakukannya.

Cara mengatasi pasangan yang sibuk kerja

Hal yang perlu dipahami adalah pasangan Anda bekerja untuk kebutuhan keluarga, yang tentunya meliputi Anda dan keluarga. Namun kalau pola kerjanya tidak sehat, misalnya jadi makin sering lembur dan berangkat subuh-subuh sampai tidak pernah bisa bertemu anak, Anda perlu segera bertindak.

Ngobrol santai dengan pasangan tanpa emosi

Salah satu tips agar hubungan pernikahan tetap sehat adalah membuat waktu untuk mengobrol santai dengan pasangan tanpa emosi.

Melansir dari Verywellmind, sangat melelahkan rasanya ketika diajak berdiskusi saat pikiran masih kalut dan emosi. Bukannya menyelesaikan masalah, bisa-bisa masalah baru muncul dan bisa berdampak buruk pada anak.

Anda bisa mengobrol dengan pasangan ketika dia baru pulang dan menyiapkan teh hangat, agar pasangan Anda lebih rileks. Awali obrolan dengan menanyakan kabarnya hari ini dan bagaimana pekerjaannya. Makan siang apa atau menanyakan ada hal seru apa di kantor.

Setelah suasana cair, Anda bisa mulai menanyakan tentang dirinya yang terlalu sibuk bekerja sampai jarang bermain dengan anak. Tetap pakai nada bicara santai agar emosi pasangan tidak ikut terpancing.

Meluangkan waktu untuk curhat

Setelah mengobrol dengan pasangan, tahap berikutnya untuk mengatasi pasangan sibuk kerja adalah membuat waktu untuk bercerita. Menurut Focus on the family, ketika anak sedang memasuki masa perkembangan, mereka membutuhkan keberadaan sosok ayah untuk bermain dan bercerita bersama. 

Anda bisa membuat waktu untuk anak bermain dengan pasangan, misalnya ketika akhir pekan atau setiap malam sebelum anak tidur. Anak membutuhkan waktu berkualitas dan kuantitas yang sama porsinya untuk perkembangan diri.

Beri pengertian bahwa jika pasangan terus sibuk bekerja, kebiasaannya dapat membuat perkembangan anak terganggu karena kurangnya kedekatan antara mereka.

Bikin aktivitas yang bisa dilakukan bersama

Ajak pasangan Anda untuk melakukan aktivitas yang bisa dilakukan bersama dengan si kecil. Misalnya, bermain ayunan di taman, menyusun puzzle, atau petak umpet. Tertawa bersama bisa membuat anak lebih dekat dan melupakan sejenak kalau pasangan sibuk kerja. 

Setelah bermain bersama anak, tidak ada salahnya untuk berkencan dengan pasangan agar hubungan Anda dan dia lebih dekat lagi. Cukup menonton film bersama atau mengajaknya berhubungan seksual yang bisa membantu pasangan meredakan stres dari pekerjaan.

Perlukah berkonsultasi dengan psikolog keluarga?

Bila masalah pasangan sibuk kerja belum terselesaikan dan semakin rumit, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan psikolog keluarga atau seseorang yang ahli di bidang hubungan suami istri. Berkonsultasi dengan psikolog bisa membuka ruang diskusi antara Anda dan pasangan, lalu ditengahi oleh psikolog agar mendapatkan hasil yang baik.

Dalam sesi diskusi, sangat penting untuk membicarakan tentang batasan yang disepakati bersama dalam hal kesibukan bekerja. Misalnya, tidak membawa pekerjaan ke rumah atau tidak membuka ponsel saat bermain bersama anak. Ini bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi pasangan sibuk kerja.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Sebelum Membeli, Kenali 11 Jenis Kondom dan Plus Minusnya

Sebelum memilih dan membeli, Anda tentu harus tahu apa saja jenis kondom yang tersedia di pasaran. Simak penjelasan lengkapnya di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 6 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Laki-laki yang Hobi Selingkuh Ternyata Punya IQ Rendah

Penelitian menunjukkan bahwa suami yang suka selingkuh punya IQ yang lebih “jongkok” daripada pria lainnya. Apa hubungannya antara kecerdasan dan kesetiaan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 9 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

12 Posisi Seks Menantang yang Bisa Anda Coba Malam Ini

Mencoba posisi seks baru yang menantang bisa memanaskan kembali gairah dengan pasangan, mencegah rasa jenuh dalam pernikahan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Seksual, Tips Seks 8 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

3 Posisi Seks yang Meningkatkan Peluang agar Cepat Hamil

Katanya, posisi seks tertentu bisa memudahkan jalan sperma untuk membuahi sel telur. Lantas, apa saja posisi seks yang dianjurkan agar cepat hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berapa kali berhubungan intim agar bisa hamil

Berapa Kali Berhubungan Intim agar Anda Bisa Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
penyebab sperma cair dan encer

5 Penyebab Sperma Encer dan Cair, Apakah Normal?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
pasangan perfeksionis

Punya Pasangan Perfeksionis Bisa Bikin Hubungan Jadi Kurang Harmonis

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
tes penyakit kelamin

Skrining Penyakit Menular Seksual: Siapa yang Perlu dan Apa Saja Jenis Tesnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit