backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Ini Alasan Kenapa Wanita Lebih Suka Bad Boy, Anda Juga?

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 11/12/2023

Ini Alasan Kenapa Wanita Lebih Suka Bad Boy, Anda Juga?

Setiap wanita tentu memiliki tipe ideal masing-masing saat memilih pasangan. Namun, ternyata tidak sedikit wanita yang lebih menyukai bad boy dibandingkan pria baik yang tidak neko-neko.

Satu hal yang semakin menarik dari fenomena ini adalah bagaimana seorang wanita sebenarnya sadar bahwa pacaran dengan bad boy memiliki risiko patah hati yang lebih besar.

Lantas, bagaimana bisa seseorang tetap tertarik dengan pria “nakal” setelah mengetahui risiko tersebut? Simak ulasan berikut untuk jawabannya.

Apa itu bad boy?

Bad boy adalah sebutan untuk pria dengan sifat atau perilaku yang cenderung negatif atau nakal.

Namun, sebenarnya istilah “bad boysering kali tidak benar-benar digunakan untuk menyebut pria dengan kelakuan negatif, seperti kasar pada pasangan atau suka berselingkuh.

Tipe ini sering kali justru identik dengan pria pemberani, misterius, dan penuh rasa percaya diri.

Meski setiap wanita memiliki kesempatan untuk memilih di antara good boy atau bad boy, faktanya tidak sedikit dari mereka yang lebih memilih pria “nakal” karena berbagai sifat tersebut.

Kenapa banyak wanita lebih suka bad boy?

berendam air panas mengurangi kesuburan

Banyak wanita sebenarnya sudah tahu bahwa risiko patah hati saat berpacaran dengan pria “nakal” lebih besar. Namun, ini tidak menghalangi keinginannya untuk bersama dengan tipe pria tersebut.

Sampai saat ini sebenarnya tidak diketahui secara pasti bagaimana wanita menentukan tipe pria idaman, termasuk kenapa wanita lebih suka bad boy.

Akan tetapi, beberapa karakter yang melekat pada bad boy berikut memang dinilai lebih menarik. Berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Bersikap ada adanya

Menjadi diri sendiri di depan orang lain, terutama lawan jenis, sering kali menjadi hal yang sulit dilakukan. Namun, itu tidak berlaku bagi seorang pria “nakal”.

Tanpa peduli penilaian orang lain, mereka tidak akan ragu menunjukkan “kenakalannya” di depan banyak orang. Keberanian inilah yang kerap membuat seorang wanita terpikat pria “nakal”.

Meski begitu, Anda harus bersiap-siap menghadapi sisi narsistik dari pria ini.

2. Percaya diri tinggi

Kebanyakan pria “nakal” memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Kepercayaan diri ini sebenarnya juga diperoleh dari keberaniannya mengambil risiko dan menghadapi berbagai tantangan.

Di sisi lain, wanita cenderung merasa lebih terlindungi oleh pria yang memiliki rasa percaya diri tinggi. Seorang wanita menilai bahwa pria dengan kepercayaan diri tinggi lebih bisa diandalkan.

Survey yang disebutkan dalam laman Psychreg menunjukkan bahwa kepercayaan diri merupakan daya tarik tertinggi pada seorang bad boy dan bad girl dibandingkan dengan gairah seksual dan jiwa petualangnya.

3. Penuh tantangan

Tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang mendapatkan perhatian pria “nakal” adalah hal yang lebih sulit dibandingkan mencari perhatian dari good boy.

Ini bisa menjadi alasan tersendiri kenapa wanita lebih suka mendekati bad boy.

Beberapa orang menilai bahwa menemukan seseorang yang sulit “ditaklukkan” akan memberikan sensasi tersendiri.

Berteman dengan tipe pria ini mungkin memang mudah, tetapi menaklukan hatinya sering kali menjadi tantangan tersendiri.

4. Meningkatkan rasa percaya diri

jujur pada pasangan

Bad boy identik seseorang dengan banyak penggemar. Maka, saat seorang wanita berhasil mendapatkanya, ia akan merasa lebih baik dari wanita lainnya. 

Mengencani tipe pria seperti ini sering kali dianggap sebagai pencapaian sehingga patut dibanggakan. Inilah alasan mengapa cukup banyak wanita berusaha mendapatkan pria “nakal”.

5. Penuh kejutan

Meski terlihat “kasar” di luar, seorang bad boy sering kali tetap memiliki sisi lemah lembut yang hanya bisa dilihat oleh beberapa orang, termasuk pasangannya.

Perlakukan lembut yang diberikan oleh seorang tipe pria ini menjadi kejutan tersendiri yang dinikmati oleh beberapa wanita.

Dari sini pula pasangan pria “nakal” merasa diistimewakan karena diperlakukan berbeda dari orang lainnya.

6. Lebih dilindungi

Keberanian seorang bad boy dalam mengambil risiko dan menghadapi tantangan juga menjadi alasan lain kenapa wanita lebih menyukainya.

Pasalnya, dengan begitu seorang wanita akan berpikir bahwa ia juga bisa melakukan apa pun demi melindunginya.

7. Merasa lebih bebas

Meski sudah berpacaran, tidak jarang seorang pria “nakal” tetap menjalin hubungan yang cukup intens dengan lawan jenis.

Namun, biasanya ia juga menerapkan aturan ini pada pasangannya. Artinya, bad boy juga tidak keberatan jika pasangannya memiliki hubungan intens dengan lawan jenis.

Kebebasan inilah yang sering kali dicari oleh wanita pada pria “nakal”, terlebih bagi seorang wanita yang sempat memiliki pasangan posesif.

Penting untuk diingat!

Kebebasan atau “ruang pribadi” saat menjalin hubungan memang penting untuk diciptakan. Namun, jangan sampai Anda memanfaatkan hal tersebut untuk merusak kepercayaan pasangan.

8. Penuh petualangan

Bad boy cenderung menyukai aktivitas yang penuh tantangan dan berisiko, seperti balap mobil, panjat tebing, dan lain sebagainya.

Bagi sebagian wanita, menjadi bagian dari petualangan menantang tersebut merupakan daya tarik tersendiri.

Akan tetapi, berpacaran dengan pria “nakal” tentu sejalan dengan risiko yang dimilikinya. Anda mungkin perlu bersiap mendengar kabar mengejutkan dari setiap hal yang dilakukannya.

Tipe pasangan setiap orang tentu bisa berbeda-beda. Meski begitu, sebaiknya jangan terburu-buru memilih pasangan hanya karena ia memenuhi kriteria ideal Anda.

Setiap orang tentu memiliki sifat buruk dan kekurangan, jadi tentukanlah mana yang bisa Anda toleransi dan yang tidak.

Apabila sifat buruk pasangan justru menjadikan hubungan Anda tidak langgeng, sebaiknya pikirkan kembali tujuan Anda berdua dalam hubungan ini.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 11/12/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan