Manfaat Tidur Dengan Selimut Tebal Bagi Kesehatan Mental

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Selimut tebal tidak hanya berfungsi untuk menghangatkan tubuh karena dinginnya udara malam atau pendingin ruangan yang ada di kamar Anda. Banyak ahli terapi yang menggunakan selimut ini untuk mengatasi gangguan rasa cemas, insomnia, atau terapi untuk anak-anak autisme.

Apa manfaat tidur pakai selimut tebal bagi kesehatan mental?

Penelitian yang dilakukan oleh Occupational Teraphy of Mental Health di tahun 2008 yang diterbitkan dalam Journal Australian Phsychiatry menemukan bahwa selimut tebal dan berat mampu menurunkan stres dan mengurangi kecemasan pada pasien. Selimut tebal dan berat akan memberikan Anda sesuatu yang tidak ada ketika Anda menggunakan selimut biasa, apa itu? Deep pressure touch stimulation atau DPTS.

Deep pressure touch stimulation ini mirip seperti mendapatkan pijatan dan tekanan yang diberikan pada tubuh. Sentuhan dengan tekanan yang dalam adalah tipe tekanan seperti memegang, menggesek, membelai binatang, atau seperti memeluk bayi. Tipe tekanan ini diklaim dapat membuat santai dan tenang.

Selimut tebal dan berat ini bahkan dianggap sama dengan sebuah pelukan hangat. Tekanan yang diberikan juga dapat membantu membuat sistem saraf menjadi rileks. Cara ini benar-benar aman dan efektif serta dianggap sebagai terapi non-obat yang cukup manjur untuk bisa membuat tidur dan santai secara alami.

Unit psikiatris, trauma, geriatris, dan unit rumah sakit pediatrik juga menggunakan selimut tebal untuk menenangkan pasien yang mengalami masalah kecemasan untuk membuatnya bisa tidur nyenyak. Dengan cara yang sama seperti menggendong bayi, berat dan tekanan dari selimut tebal ini juga dapat membuat orang dewasa merasa nyaman dan lega.

Ketika tekanan secara perlahan diterapkan pada tubuh, hal ini dapat mendorong produksi serotonin pada otak yang berfungsi sebagai neurotransmitter yang mengatur beberapa fungsi otak termasuk suasana hati dan tidur.

Ketika secara alami serotonin berubah menjadi melatonin, tubuh pun mendapatkan isyarat untuk beristirahat. Berat dari selimut ini digunakan sebagai terapi sentuhan dan bertindak sebagai reseptor sentuhan tekanan yang berlokasi di seluruh tubuh. Ketika reseptor tersebut dirangsang, tubuh akan merasa rileks dan lebih merasa aman.

Bagaimana kriteria selimut tebal yang benar?

Berat selimut sebenarnya tergantung pada keadaan penggunanya, untuk ukuran orang dewasa biasanya diperlukan selimut dengan berat 5 hingga 10 persen dari berat badannya, sedangkan rekomendasi untuk anak-anak adalah 10 persen dari berat badannya ditambah dengan 0,5 kg. Namun akan lebih baik jika Anda mencari rekomendasi dari para dokter atau ahli terapi.

Anda juga bisa membeli selimut yang memang khusus untuk terapi ini. Untuk beberapa orang dengan gangguan pernapasan, peredaran darah, masalah pengaturan suhu tubuh, dan dalam masa penyembuhan pasca operasi, terapi ini tidak disarankan karena akan menyebabkan gangguan kesehatan.

Masih dalam perdebatan

Meskipun banyak terapi yang menggunakan selimut ini untuk mengatasi gangguan rasa cemas dan insomnia. Penggunaan selimut tebal dan berat ini masih dalam perdebatan. Selimut tebal dan berat dianggap berbahaya jika digunakan untuk anak-anak dan remaja karena beratnya yang berbeda dengan selimut biasa. Masih diperlukan penelitian dan uji ilmiah lebih lanjut untuk mengetahui manfaat selimut tebal yang digunakan untuk terapi ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Depresi

Depresi adalah gangguan mental yang berbeda dengan stres dan tidak boleh disepelekan. Simak apa saja gejala, penyebab, dan cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 22 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Jika Anda mengira mimpi muncul saat Anda tidur nyenyak, Anda salah. Mimpi dan fase tidur nyenyak ternyata merupakan dua tahapan tidur yang berbeda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Pola Tidur Sehat 1 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Susah Tidur Malam Meski Tubuh Kelelahan, Apa Penyebabnya?

Setelah lelah beraktivitas, Anda harusnya bisa tidur nyenyak. Namun, beberapa orang justru mengeluhkan susah tidur malam meski merasa lelah. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Manfaat Tidur Telanjang bagi Kesehatan, Apa Saja?

Banyak orang yang enggan untuk tidur telanjang karena merasa risih atau tidak nyaman. Padahal, ada banyak manfaat tidur telanjang bagi kesehatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Pola Tidur Sehat, Tips Tidur 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

posisi tidur

Posisi Tidur Mana yang Lebih Baik: Miring ke Kiri Atau Kanan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
akupresur untuk insomnia

Sering Insomnia? Ini 4 Titik Akupresur Agar Tidur Lebih Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
posisi tidur baik dan buruk

Berbagai Posisi Tidur yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit