home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Daftar Obat yang Efek Sampingnya Menyebabkan Gangguan Mata

Daftar Obat yang Efek Sampingnya Menyebabkan Gangguan Mata

Setiap obat memiliki efek samping yang beragam. Salah satunya gangguan mata, seperti mata merah, terasa kering, berair, atau bahkan membuat pandangan Anda kabur. Kira-kira obat apa saja yang menyebabkan efek samping seperti demikian? Haruskah bicarakan dengan dokter jika hal tersebut terjadi? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Daftar obat yang menyebabkan gangguan mata

“Obat-obatan yang berbeda dapat menyebabkan masalah pada mata”, ungkap Laurier Barber, MD, juru bicara American Academy of Ophthalmology, seperti dikutip dari WebMD. Efeknya samping yang paling ringan adalah mata kering. Sementara efek samping yang lebih serius adalah kebutaan. Untuk itu, Anda perlu tahu obat apa saja yang membuat ketidaknyamanan pada mata, seperti:

Obat yang efek sampingnya menyebabkan mata kering

Beberapa obat dapat menghambat produksi air mata. Padahal air mata akan selalu dikeluarkan ketika Anda berkedip supaya mata tetap bersih. Kekurangan air mata, membuat mata kering, terasa panas terbakar, dan perih. Obat-obatan yang menyebabkan gangguan mata tersebut, antara lain:

  • Obat diuretik
  • Antihistamin
  • Antidepresan
  • Obat penurun kolesterol
  • Pil KB
  • Beta-bloker

Obat yang efek sampingnya menyebabkan fotofobia

Fotofobia adalah istilah medis untuk mata yang sangat sensitif dengan cahaya. Orang dengan kondisi ini, tidak dapat melihat dengan baik ketika berada di ruangan yang cahayanya terang. Beberapa obat yang menyebabkan gangguan mata ini, antara lain:

  • Antibiotik
  • Obat untuk jerawat
  • Obat diuretik yang diresepkan untuk pasien hipertensi
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)

Obat yang menyebabkan tekanan tinggi di mata

Tekanan tinggi pada mata dapat merusak saraf dan menyebabkan gangguan mata, seperti glaukoma. Tanpa perawatan, kebutaan bisa terjadi. Ada beberapa obat yang memicu perubahan struktur mata dan memungkinkan terjadinya penumpukan cairan di mata sehingga menyebabkan glaukoma, seperti:

  • Obat kortiskosteroid
  • Antidepresan
  • Obat untuk penyakit Parkinson
  • Obat asma, aritmia, wasir, dan kejang

Apa yang harus Anda lakukan jika kondisi tersebut terjadi?

Jika mata Anda berasalah setelah minum obat, konsultasikan pada dokter. Jangan membiarkan efek sampingnya membuat kesehatan mata Anda memburuk. Namun, jangan memutuskan sendiri menghentikan pengobatan tanpa izin dari dokter.

Selalu bicarakan dengan dokter gangguan mata, seperti glaukoma yang Anda miliki ketika dokter hendak meresepkan obat baru. Termasuk kondisi lainnya, seperti diabetes. Dengan begitu, dokter akan memertimbangkan obat yang lebih aman pada kesehatan mata dan tubuh Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What to do When Medications Affect Your Vision. https://health.clevelandclinic.org/what-to-do-when-medications-affect-your-vision/. Accessed on February 19th, 2019.

Could My Medications Affect My Sight? https://www.webmd.com/eye-health/features/medications-cause-vision-problems#1. Accessed on February 19th, 2019.

Can Meds Cause Vision Problems? https://www.everydayhealth.com/visioncenter/healthyeye/specialist/behrens/can-meds-cause-vision-problems.aspx. Accessed on February 19th, 2019.

 


Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 10/11/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x