home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mata Sering Terasa Kering? 6 Obat Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Mata Sering Terasa Kering? 6 Obat Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Kondisi mata kering tidak bisa dianggap remeh karena bisa memengaruhi penglihatan. Namun, walaupun sudah coba berbagai cara untuk mengatasinya, mata Anda bisa saja masih terasa kering. Coba ingat-ingat kembali, apakah Anda sedang mengonsumi obat-obatan tertentu? Pasalnya, ada beberapa jenis obat yang bisa menjadi penyebab mata kering.

Obat-obatan yang bisa jadi penyebab mata kering

1. Antihistamin

obat untuk osteoarthritis

Antihistamin seperti fexofenadine, loratadine, cetirizine, dan diphenhhydramine biasa digunakan sebagai obat untuk meredakan gejala alergi. Caranya dengan menghentikan respon tubuh terhadap pemicu alergi, sekaligus mencegah muculnya gejala alergi yang umum seperti gatal, bersin, dan hidung berair.

Sayangnya, obat ini bisa memicu berkurangnya produksi air mata. Itu sebabnya, obat-obatan ini sering kali dikaitkan sebagai penyebab mata kering.

2. Dekongestan

obat flu ngantuk

Saat sedang terserang flu, demam, hidung tersumbat, dan alergi, obat dekongestan sering menjadi pilihan demi meredakan gejala. Pasalnya, obat ini bekerja dengan mengurangi pembengkakan di pembuluh darah dalam selaput hidung, yang menyebabkan hidung tersumbat. Akhirnya, bisa memberi lebih banyak ruang pada hidung untuk mengalirkan udara, serta membantu Anda untuk bernapas dengan lega.

Dekongestan banyak dijumpai dalam bentuk tablet, cairan, ataupun semprotan. Meski khasiatnya baik, tapi tanpa disadari dekongestan juga bisa mengurangi jumlah air mata, yang kemudian mengakibatkan mata menjadi kering. Bahkan beberapa jenis obat, demi mempercepat proses penyembuhan penyakit, menggabungkan antihistamin dan dekongestan. Oleh karena itu, mata kering juga akan terasa dua kali lipat lebih parah.

3. Obat jerawat minum

obat jerawat minum

Selain menggunakan obat luar, ada juga obat jerawat minum yang biasanya dikonsumsi oleh orang dengan kondisi jerawat yang sudah parah, yaitu obat isotretinoin. Obat ini membantu menyingkirkan jerawat dengan cara menurunkan produksi minyak yang dihasilkan oleh kelenjar tertentu.

Stephanie Crist, Pharm.D., seorang asisten profesor praktik farmasi di St. Louise College of Pharmacy, menjelaskan bahwa obat jerawat minum dapat mengganggu lapisan mukus dan menurunkan sekresi seluruh kelenjar tubuh, termasuk kelenjar yang ada di kelopak mata. Hal ini yang menyebabkan jumlah persediaan air mata berkurang.

4. Obat hipertensi

obat hipertensi, obat tekanan darah tinggi

Beta-blocker, yang merupakan jenis obat tekanan darah, menghentikan respon tubuh terhadap hormon adrenalin. Itu sebabnya, obat ini akan membantu memperlambat denyut jantung, yang kemudian memicu penurunan tekanan darah dalam tubuh.

Sayangnya, efek samping yang ditimbulkan dari obat hipertensi ini adalah mengurangi produksi protein yang merupakan bagian dari komponen air mata. Kondisi ini yang kemudian menyebabkan mata semakin mengering karena produksi air mata menurun.

5. Pil KB dan terapi hormon

kontrasepsi hormonal

Hormon, baik yang terdapat dalam kontrasepsi oral (pil KB) maupun yang digunakan dalam terapi hormon, bisa berdampak pada mata kering. Hal ini dibuktikan dalam penelitian yang melibatkan lebih dari 25.000 wanita pasca menopause, bahwa wanita yang menggunakan hormon estrogen saja memiliki 69 persen risiko mengalami mata kering.

Sementara, pada wanita yang menggunakan campuran hormon estrogen dan progesteron, memiliki risiko 29 persen lebih besar dibandingkan wanita yang tidak mengonsumsi pil KB dan menggunakan terapi hormon. Singkatnya, wanita lebih rentan mengalami mata kering akibat perubahan hormon terkait dengan penggunaan pil KB dan terapi hormon.

Kondisi ini mungkin disebabkan oleh hormon estrogen yang memengaruhi kelenjar penghasil minyak pada mata dan mengikis lapisan air mata.

6. Antidepresan, antipsikotik, dan obat penyakit Parkinson

obat untuk osteoarthritis

Meski obat-obatan antidepresan, antipsikotik, dan obat penyakit Parkinson merupakan jenis obat yang memiliki berbagai fungsi berbeda, tapi semuanya memiliki kesamaan. Ya, ketiga obat ini disebut-sebut memiliki efek antikolinergik, yaitu menghalangi sinyal penghantar impuls antar sel saraf satu dan lainnya.

Menurut dr. Steven Maskin, direktur medis di Dry Eye and Cornea Treatment Center, normalnya saat mata terasa kering maka saraf pada mata akan bertugas untuk mengirimkan sinyal yang akan diteruskan; hingga kemudian bisa memicu pelepasan air mata.

Sebaliknya, ketika “komunikasi” jaringan tersebut rusak, maka pesan untuk memproduksi air mata menjadi tidak tersampaikan dengan baik. Hal inilah yang lantas menjadi penyebab mata kering.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

7 Medications That Can Cause Dry Eyes. http://www.health.com/eye-health/medications-cause-dry-eye Diakses pada 31 Mei 2018.

Is Your Medication Causing Dry Eye? https://www.webmd.com/eye-health/medication-cause-dry-eye#1 Diakses pada 31 Mei 2018.

Can Medications Cause Dry Eyes? https://www.allaboutvision.com/conditions/dry-eyes-faq/medication-causes-of-dry-eyes.htm Diakses pada 31 Mei 2018.

Could Your Medication Be Causing Dry Eye? https://www.everydayhealth.com/dry-eyes/could-your-medication-causing-dry-eye/ Diakses pada 31 Mei 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 29/06/2018
x