Mengembalikan Massa Otot untuk Orang Dewasa di Masa Pemulihan

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Seiring dengan bertambahnya usia, massa otot tubuh justru akan makin berkurang. Harvard Men’s Health Watch menyatakan bahwa setelah usia 30 tahun, tubuh akan kehilangan 3 – 5% massa otot setiap dekadenya. Sarcopenia atau masalah kehilangan massa otot akibat usia bahkan merupakan hal yang lumrah terjadi saat kita bertambah tua. Maka itu, nutrisi untuk massa otot orang tua juga harus dipenuhi.

Masalah kehilangan massa otot akan jadi semakin parah bila tubuh terkena penyakit. Saat orang dewasa sakit, metabolisme tubuhnya meningkat karena tubuh berusaha melawan penyakit. Akibatnya, massa otot pun berkurang. Selain itu, tubuh juga cenderung menjadi kurang aktif saat sakit. Padahal protein otot akan berkurang saat otot tidak digunakan. Kehilangan massa otot setelah sakit pun sulit dihindari.

Pentingnya menjaga massa otot

Menjaga massa otot diperlukan tidak semata untuk menjaga penampilan. Dilansir dari Harvard Health Publishing, otot yang kuat dibutuhkan untuk memperkuat tulang, menjaga gula darah dan tingkat kolesterol, menjaga berat badan sehat, mengurangi rasa sakit pada sendi, dan mengatasi depresi ringan.

Pada tahun 2015, American Society of Bone and Mineral Research juga menyatakan bahwa orang yang mengalami sarcopenia atau kehilangan massa otot akan memiliki resiko 2.3 kali lebih besar untuk mengalami cedera tulang patah pada pinggul, kaki, lengan, dan pergelangan tangan. Itulah sebabnya, selain mengembalikan stamina setelah sakit, Anda juga harus berusaha mengembalikan massa otot Anda selama masa pemulihan setelah sakit.

Protein untuk massa otot

Saat sakit dan dalam masa pemulihan, makanan sehat untuk orang tua dengan kandungan nutrisi tinggi semakin diperlukan, tidak hanya untuk mengembalikan vitalitas dan kebugaran tubuh, tapi juga untuk mengembalikan massa otot yang hilang saat sakit.

Salah satu nutrisi yang menjadi makanan untuk otot adalah protein, karena tubuh mencerna protein menjadi asam amino, lalu menggunakannya untuk membentuk otot. Namun seiring dengan bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk mencerna dan mengubah protein menjadi asam amino menjadi berkurang. Itu sebabnya, semakin bertambah usia Anda, maka Anda membutuhkan lebih banyak protein.

Makanan orang tua yang sehat dan rendah lemak seperti daging ayam dan ikan tentu saja bisa menjadi sumber protein yang baik. Namun protein tambahan dari suplemen bisa membantu Anda yang tidak bisa mengonsumsi makanan berprotein tinggi dengan cukup. Kandungan protein dalam suplemen biasanya berupa protein whey, kasein, dan soya yang masing-masing memiliki manfaat berbeda dalam mencegah masalah kehilangan massa otot.

Whey protein adalah jenis protein yang banyak digunakan untuk membentuk massa otot, karena membantu meningkatkan pembentukan protein sebesar 68%. Angka ini lebih besar dibandingkan kasein yang hanya meningkatkan pembentukan protein sebesar 31%. Perbedaan lainnya adalah whey dicerna tubuh dengan lebih cepat dibandingkan kasein, karena tubuh membutuhkan waktu 5-7 jam untuk mencerna kasein. Perbedaan antara whey dan kasein ini membuat fungsi whey dan kasein saling melengkapi satu sama lain. Karena itulah biasanya suplemen protein mengandung baik whey protein maupun kasein.

Lalu bagaimana dengan protein soya? Menurut studi yang dilakukan oleh University of Texas, tingkat kecepatan tubuh mencerna protein soya berada di antara whey yang cepat dan kasein yang lambat. Jadi, bila protein whey, kasein, dan soya dipadukan dalam satu suplemen, maka tubuh akan mendapatkan asupan protein sepanjang hari, karena tubuh mencerna protein-protein tersebut dalam kecepatan yang berbeda-beda.

Nutrisi lain untuk massa otot

Selain protein, nutrisi untuk membentuk massa otot orang tua yang juga dibutuhkan di antaranya adalah:

1. Vitamin D

Studi Vitamin D is Associated with Greater Muscle Strength in Healthy Men and Women menyimpulkan bahwa asupan vitamin D memiliki hubungan dengan kekuatan otot tangan dan kaki.

2. Kalsium

Kalsium tidak hanya dibutuhkan untuk tulang, tapi juga untuk mengatur kontraksi otot.

3. Omega-3

Omega-3 terbukti membantu mengurangi masalah kehilangan massa otot pada pasien kanker yang sedang menjalani perawatan.

4. Zinc

Studi Zinc at the Crossroads of Exercise and Proteostasis menyatakan bahwa zinc berpengaruh penting dalam aktivasi sel otot, sehingga masalah kekurangan zinc bisa mengganggu proses regenerasi otot.

Saat sedang sakit atau dalam masa pemulihan, nafsu makan orang tua bisa jadi berkurang. Akibatnya, tubuh bisa kesulitan mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk memulihkan kesehatan dan mencegah kehilangan massa otot.

Bila hal ini terjadi, asupan dari susu nutrisi untuk orang tua dengan kandungan triple protein (whey, kasein, dan soya) serta kandungan penting lainnya bisa Anda andalkan untuk menjaga massa otot dan meningkatkan daya tahan tubuh. Kebutuhan nutrisi tercukupi, tubuh kembali sehat, aktif, dan kekuatan otot terjaga.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
susu, nutrisi, dan suplemen makanan untuk orang tua

Tips dan Suplemen Makanan untuk Daya Tahan Tubuh Orang Dewasa

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Luthfiya Rizki
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
Konten Bersponsor
Susu untuk orang tua

Manfaat Susu untuk Orang Dewasa dan Nutrisi Penting di Dalamnya

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Stephanie Eka Siholnida
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit