Sindrom Reiter

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sindrom Reiter?

Sindrom Reiter alias arthritis reaktif adalah nyeri sendi dan bengkak yang dipicu oleh infeksi di bagian lain dari tubuh Anda, paling sering di usus, alat kelamin, atau saluran kemih. Penyakit ini menimbulkan kerusakan pada beberapa organ seperti konjungtivitis, saluran kemih, usus, dan ginjal.

Lutut, kaki, dan sendi pada pergelangan kaki adalah bagian yang disasar arthritis reaktif. Peradangan juga dapat mempengaruhi mata, kulit, dan uretra ketika Anda terserang arthritis reaktif.

Seberapa umumkah sindrom Reiter?

Sindrom Reiter paling sering ditemukan pada orang tua usia 20-40 tahun. Anda dapat mengurangi peluang terkena arthritis reaktif dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sindrom Reiter?

Tanda-tanda dan gejala arthritis reaktif umumnya dimulai satu sampai tiga minggu setelah terpapar infeksi. Gejalanya antara lain:

  • nyeri dan kaku. Nyeri sendi yang berhubungan dengan arthritis reaktif paling umum terjadi pada lutut, pergelangan kaki, dan kaki. Anda juga mungkin mengalami rasa sakit pada tumit, punggung, atau bokong
  • radang mata. Banyak orang yang memiliki arthritis reaktif juga mengalami radang mata (konjungtivitis)
  • masalah buang air kecil. Peningkatan frekuensi dan ketidaknyamanan saat buang air kecil dapat terjadi, termasuk juga radang kelenjar prostat atau pada leher rahim
  • pembengkakan pada jari. Dalam beberapa kasus, jemari kaki atau tangan mungkin membengkak dan menyerupai sosis
  • gejala lain termasuk: demam ringan, kelelahan, nyeri otot, sendi kaku, nyeri tumit dan nyeri pinggang, bisul pada mulut dan lidah, ruam di ujung penis dan telapak kaki

Kemungkinan terdapat gejala dan tanda lain yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran mengenai gejala tertentu dari penyakit ini, konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus mengunjungi dokter jika Anda menderita pembengkakan dan nyeri pada sendi atau nyeri buang air kecil, terutama ketika Anda baru saja didiagnosis diare. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas atau memiliki pertanyaan, konsultasikan dengan dokter Anda. Tubuh setiap orang berbeda-beda. Selalu diskusikan dengan dokter apa yang terbaik untuk situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab sindrom Reiter?

Gejala sindrom reiter sering tampak serupa dengan infeksi bakteri. Kebanyakan penyebabnya adalah:

  • penyakit menular seksual (PMS), seperti klamidia
  • penyakit perut, seperti keracunan makanan atau infeksi usus.

Arthritis reaktif tidak menular. Namun, bakteri yang menjadi penyebabnya dapat ditularkan secara seksual atau melalui makanan yang terkontaminasi. Tapi hanya sedikit dari orang-orang yang terkena bakteri ini akan terjangkit arthritis reaktif.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk sindrom Reiter?

Faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko arthritis reaktif:

  • Usia. Arthritis reaktif paling sering terjadi pada orang berusia 20-40 tahun
  • Kehidupan seksual. Wanita dan pria sama-sama rentan mengalami arthritis reaktif yang merupakan reaksi terhadap makanan. Namun, laki-laki lebih berisiko dibandingkan perempuan untuk terkena arthritis reaktif dalam hubungan seksual
  • Faktor keturunan. Faktor genetik tertentu juga dikaitkan dengan arthritis reaktif. Namun, banyak juga orang yang memiliki bakat penyakit ini namun tidak pernah mengidap arthritis reaktif
  • Faktor genetik, antigen leukosit manusia (HLA) B27, dapat meningkatkan peluang seseorang mengidap arthritis reaktif. Namun, mewarisi gen HLA B27 bukan berarti Anda akan terserang arthritis reaktif

 

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk sindrom Reiter?

Pengobatan melibatkan obat-obatan, olahraga, dan terapi fisik.

Antibiotik dapat mengobati infeksi. NSAID seperti ibuprofen atau naproxen membantu mengatasi nyeri, kekakuan, dan bengkak. Kemungkinan orang dengan arthritis yang berlangsung lama memerlukan obat lain untuk menjaga sistem kekebalan tubuhnya. Kadang, suntikan hormon kortison ke dalam sendi cukup membantu. Tetes mata steroid mungkin diperlukan untuk mengatasi peradangan mata.

Terapi fisik dan olahraga sangat penting. Terapis bisa mengajarkan peregangan dan latihan penguatan sederhana. Postur tubuh yang baik dapat mengurangi rasa sakit dan membuat Anda mampu bergerak secara normal pada bagian sendi dan tulang belakang.

Beberapa orang dapat pulih sepenuhnya dalam waktu 3 sampai 4 bulan. Namun, bahkan dengan pengobatan pun banyak orang tetap mengalami serangan arthritis, sakit punggung, ruam, radang mata dan gejala buang air kecil.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk sindrom Reiter?

Dokter dapat membuat diagnosis dari gejala dan pemeriksaan fisik.

Tidak ada tes khusus untuk sindrom ini, tapi dokter akan melakukan tes darah, yaitu laju endap darah atau erythrocyte sedimentation rate (ESR). Orang yang mengidap arthritis biasanya memiliki tingkat laju darah yang tinggi. Tes lain ialah mencari zat-zat tertentu dalam darah yang dikenal sebagai antigen. Sekitar 80% sampai 90% dari penderita memiliki satu substansi yang sama, HLA-B27 antigen. Dokter juga dapat memaparkan sinar-X pada sendi yang terpengaruh.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sindrom Reiter?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi arthritis reaktif:

  • minumlah obat-obatan secara teratur dan lakukan pemeriksaan ulang secara rutin
  • olahraga setiap hari sebagai peregangan serta untuk mencegah sendi Anda supaya tidak kaku
  • gunakan bantal panas atau mandi air panas untuk membantu meredakan kaku dan nyeri. Kompres dengan es atau kemasan dingin yang dapat mengurangi pembengkakan
  • jaga postur tubuh yang baik saat duduk, berdiri, dan tidur
  • hindari hal yang berhubungan dengan penularan bakteri arthritis reaktif dengan menerapkan seks aman serta menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan untuk kulit agar lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Transplantasi Ginjal

Pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani transplantasi ginjal, mulai dari persiapan, proses, pemulihan, sampai risikonya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit

Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

11 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

Meski tak bisa disembuhkan, ada berbagai macam cara untuk mencegah diabetes. Tindakan pencegahan diabetes ini pun sangat sederhana. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
atrofi otot

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
pencegahan anemia

7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit