Pterigium

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 September 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu pterigium (pterygium)?

Pterigium (pterygium) adalah kondisi di mana selaput pada bagian putih mata berubah menjadi keruh. Kondisi ini sering kali terjadi pada orang yang banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, terutama peselancar. Itu sebabnya, pterigium juga dikenal dengan sebutan surfer’s eye.

Jaringan yang tumbuh memiliki warna merah muda dan bertekstur sedikit menonjol. Kemunculannya berada di konjungtiva, yaitu selaput bening yang melapisi kelopak dan bola mata.

Jaringan tersebut biasanya tumbuh di bagian mata yang dekat dengan hidung, dan menyebar ke arah tengah mata. Dalam beberapa kasus, pertumbuhan jaringan bisa mencapai kornea mata. Jika kondisi tersebut terjadi, penglihatan dapat terganggu karena jaringan menghalangi masuknya cahaya melalui pupil mata.

Pertumbuhan jaringan pada mata mungkin terlihat mengganggu, tapi jaringan tersebut tidak berpotensi menjadi kanker. Jaringan tersebut mungkin akan berhenti tumbuh dalam satu waktu.

Ini adalah kondisi yang dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata. Apabila menyerang kedua mata, kondisi ini disebut bilateral pterigium. Meskipun pterigium adalah kondisi yang tidak serius, gejala yang muncul dapat cukup mengganggu.

Seberapa umum kondisi ini?

Pterigium adalah kondisi yang cukup umum terjadi. Kondisi ini lebih sering muncul pada orang-orang berusia 20-40 tahun ke atas.

Pterigium adalah penyakit yang jarang menyerang kelompok usia anak-anak. Selain itu, pterigium ditemukan 2 kali lebih banyak pada pasien laki-laki dibanding dengan perempuan.

Secara keseluruhan, angka kejadian pterigium di daerah dataran tinggi mengalami penurunan. Sementara itu, angka kejadian pterigium justru semakin bertambah di daerah dataran rendah.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala pterigium?

Dikutip dari American Academy of Ophthalmology, pterygium adalah penyakit yang tidak selalu menimbulkan gejala. Terkadang seseorang tidak menyadari bahwa ia memiliki kondisi ini.

Pterigium dapat berawal dari munculnya bintik kuning pada mata Anda. Kondisi ini disebut juga dengan pinguecula.

Gejala umum pterigium adalah iritasi mata merah, rasa panas dan gatal pada mata, dan rasa mengganjal di mata seperti kelilipan benda asing. Apabila selaputnya cukup besar hingga menutupi kornea, kondisi ini dapat mengganggu pandangan.

Pterigium umumnya tidak menyebabkan gejala-gejala yang serius. Mungkin akan terasa ada objek asing pada mata Anda. Gejala-gejala umum pterigium yang biasanya terasa dan terlihat adalah:

Apabila pertumbuhan mencapai kornea mata Anda, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan gangguan pada penglihatan Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala-gejala pterigium di atas, mulai merasakan gangguan penglihatan yang memengaruhi aktivitas sehari-hari, atau punya pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu periksakan diri ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab kondisi ini?

Hingga saat ini, penyebab pasti dari pterigium masih belum diketahui. Namun, terdapat berbagai pemicu dan faktor risiko yang diduga dapat menyebabkan munculnya pterigium.

Beberapa peneliti meyakini bahwa posisi atau letak geografis adalah faktor yang berperan penting dalam kemunculan pterigium. Hal ini disebabkan karena angka kejadian pterigium cukup tinggi di negara-negara yang dekat dengan garis khatulistiwa.

Lebih lanjut, terdapat kemungkinan bahwa sinar radiasi ultraviolet memiliki pengaruh pada munculnya pterigium, terkait dengan letak negara-negara yang dekat dengan garis khatulistiwa.

Para ahli memercayai bahwa radiasi ultraviolet, khususnya UV-B, berpotensi menyebabkan terjadinya mutasi pada gen penekan tumor p53.

Kondisi ini mengakibatkan perkembangbiakan sel-sel yang berlebihan pada mata, sehingga terjadi penumpukan dan pembentukan jaringan.

Risiko pterigium dapat meningkat karena beberapa faktor di bawah ini:

  • Usia. Kasus kejadian pterigium lebih banyak ditemukan pada orang-orang berusia 20-40 tahun ke atas.
  • Tinggal di negara tropis, atau dekat dengan khatulistiwa
  • Sering bekerja atau beraktivitas di luar ruangan
  • Sering terpapar debu

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh kondisi ini?

Apabila pterigium tidak segera ditangani, jenis komplikasi yang mungkin terjadi adalah:

1. Diplopia

Pembentukan jaringan pada mata juga dapat memengaruhi otot mata dan menyebabkan kondisi diplopia atau penglihatan ganda. Diplopia terjadi akibat adanya jaringan parut pada otot rektus medial mata.

2. Penipisan kornea mata

Komplikasi lain yang perlu diwaspadai adalah terjadinya penipisan pada kornea mata. Tidak seperti diplopia, kondisi ini justru baru muncul beberapa tahun setelah pterigium diobati.

Selain kedua komplikasi di atas, beberapa masalah lain yang mungkin muncul dengan pterigium adalah:

Persentase kemungkinan pterigium untuk kambuh lagi setelah operasi dilakukan adalah 50 hingga 80 persen.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana pterigium didiagnosis?

Pterigium adalah kondisi yang umumnya cukup mudah untuk didiagnosis. Dokter dapat memeriksa dengan melihat tampilan pertumbuhan jaringan pada mata. Selain itu, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan pada kelopak mata.

Tes tambahan yang mungkin diperlukan untuk mendapatkan hasil diagnosis yang akurat adalah:

  • Tes ketajaman visual: Pada tes ini, dokter akan meminta Anda membaca huruf-huruf yang ada di papan. Ukuran huruf akan bervariasi dan menentukan seberapa tajam penglihatan Anda.
  • Tes topografi kornea: Tes topografi kornea dilakukan untuk mengukur perubahan lengkungan pada kornea mata.
  • Tes pengambilan gambar: Prosedur ini dilakukan dengan mengambil foto jaringan di mata. Foto akan diambil secara berkala untuk mengetahui kecepatan pertumbuhan jaringan.

Bagaimana mengobati kondisi ini?

Umumnya, pterigium adalah kondisi yang tidak memerlukan penanganan khusus jika gejala-gejala yang muncul masih tergolong ringan. Namun, apabila keberadaan jaringan mulai mengganggu penglihatan dan menimbulkan rasa tidak nyaman, Anda dapat meminta rekomendasi dokter untuk penanganan yang sesuai.

Tindakan yang dilakukan dokter untuk mengobati pterigium adalah:

  • Obat tetes mata, air mata buatan, atau salep mata
  • Penggunaan obat tetes mata vasokonstriktor
  • Penggunaan obat tetes mata steroid dalam jangka pendek, untuk membantu meredakan peradangan

Pada kasus pterigium yang lebih serius, ketika jaringan semakin melebar dan mengganggu penglihatan, dokter akan merekomendasikan prosedur operasi pengangkatan pterigium.

Apabila ukuran jaringan melebihi 3,5 mm, ada kemungkinan penglihatan Anda telah terganggu dan terdapat risiko terjadinya astigmatisme atau mata silinder. Namun, prosedur operasi hanya dapat mengangkat jaringan. Keampuhannya dalam mengatasi mata silinder masih belum bisa dipastikan.

Selain itu, pterigium adalah kondisi yang mungkin kembali lagi muncul sewaktu-waktu setelah operasi selesai dilakukan. Anda harus berdiskusi dengan dokter tentang kemungkinan memilih pengobatan dengan jalan operasi jika perawatan medis lainnya tidak berhasil dan Anda berisiko kehilangan penglihatan.

Berikut adalah beberapa jenis operasi untuk mengobati pterigium:

1. Teknik bare sclera

Prosedur ini dilakukan dengan cara mengangkat jaringan berlebih dari selaput mata. Namun, persentase kemungkinan jaringan tumbuh lagi cukup besar, yaitu sekitar 24-89 persen.

2. Teknik autograft konjungtiva

Teknik ini memiliki persentase kemungkinan kambuh yang jauh lebih kecil, yaitu 2 persen. Operasi dilakukan dengan cara transplantasi jaringan yang terdapat di tubuh Anda, umumnya diambil dari konjungtiva superotemporal pada mata.

Jaringan tersebut kemudian akan diletakkan di sklera setelah pterigium diangkat.

3. Amniotic membrane grafting

Teknik ini juga merupakan alternatif yang dilakukan agar kondisi ini tidak lagi muncul di lain waktu.

4. Terapi tambahan

Beberapa terapi tambahan akan diberikan oleh dokter untuk mengurangi risiko munculnya lagi penyakit ini. Beberapa di antaranya adalah terapi MMC dan beta irradiation.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi pterigium?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi pterigium:

1. Menggunakan kacamata hitam

Kacamata hitam adalah perlindungan yang wajib Anda miliki untuk mencegah terjadinya pterigium. Kacamata hitam ampuh melindungi mata dari radiasi sinar UV.

Pastikan Anda selalu mengenakan kacamata hitam saat berada di luar ruangan, bahkan saat cuaca mendung sekalipun. Hal ini disebabkan karena awan mendung tidak akan menghalangi radiasi UV.

Pilihlah kacamata hitam yang dapat menghalangi sinar ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB) sebanyak 99-100 persen.

2. Istirahatkan mata

Jangan paksakan mata Anda untuk bekerja terlalu keras. Sesekali beri jeda waktu untuk mata di sela-sela kesibukan.

3. Gunakan obat tetes mata

Obat tetes mata dan air mata buatan dapat membantu melembapkan mata Anda, terutama jika Anda tinggal di daerah bercuaca panas dan cenderung kering.

4. Hindari polusi dan debu

Paparan polusi, debu, dan angin di luar ruangan dapat meningkatkan risiko Anda mengalami iritasi, sehingga masalah-masalah lainnya dapat terjadi di mata Anda.

Zat-zat yang terdapat di polusi udara, seperti karbon monoksida, arsenik, dan asbes, berbahaya bagi kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan, terutama mata.

Sebisa mungkin, hindari paparan polusi dan debu dengan menggunakan kacamata ketika Anda berada di luar ruangan.

5. Membersihkan mata

Apabila Anda memang terpaksa beraktivitas di luar ruangan dan sering terpapar polusi, bersihkan mata dengan air bersih adalah cara yang tepat untuk menghindari pterigium. Air dapat membantu menenangkan mata dan mengurangi risiko munculnya iritasi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Ciri-ciri Ada Cacing di Mata Anda dan Bagaimana Mengobatinya

    Cacing loa-loa adalah jenis cacing yang sering bersarang di mata Anda. Apa penyebab cacing di mata, seperti apa gejalanya, dan bagaimana mengobatinya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hidup Sehat, Tips Sehat 7 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

    Pernah meraba ketiak Anda? Apakah menemukan benjolan di sana? Benjolan di ketiak dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit yang mungkin serius.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hidup Sehat, Tips Sehat 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

    Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

    Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    manfaat menangis

    3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    risiko kesehatan akibat terlalu lama menatap layar komputer

    Risiko Kesehatan Setelah Menatap Layar Komputer Terlalu Lama

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
    Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    mata silinder (astigmatisme)

    Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit
    Retinopati diabetik

    Retinopati Diabetik

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit