Pterigium

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu pterigium (pterygium)?

Pterigium (pterygium) adalah kondisi di mana selaput pada bagian putih mata berubah menjadi keruh.

Kondisi ini sering kali terjadi pada orang yang banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, terutama peselancar. Itu sebabnya, pterigium juga dikenal dengan sebutan surfer’s eye.

Jaringan yang tumbuh memiliki warna merah muda dan bertekstur sedikit menonjol. Kemunculannya berada di konjungtiva, yaitu selaput bening yang melapisi kelopak dan bola mata.

Jaringan tersebut biasanya tumbuh di bagian mata yang dekat dengan hidung, dan menyebar ke arah tengah mata. Dalam beberapa kasus, pertumbuhan jaringan bisa mencapai kornea mata.

Jika kondisi tersebut terjadi, penglihatan dapat terganggu karena jaringan menghalangi masuknya cahaya melalui pupil mata.

Pertumbuhan jaringan pada mata mungkin terlihat mengerikan, tapi jaringan tersebut tidak berpotensi menjadi kanker. Jaringan tersebut mungkin akan berhenti tumbuh dalam satu waktu.

Pterigium adalah kondisi yang dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata. Apabila menyerang kedua mata, kondisi ini disebut bilateral pterigium. Meskipun pterigium adalah kondisi yang tidak serius, gejala yang muncul dapat cukup mengganggu.

Seberapa umum kondisi ini?

Pterigium adalah kondisi yang cukup umum terjadi. Kondisi ini lebih sering muncul pada orang-orang berusia 20-40 tahun ke atas.

Pterigium adalah penyakit yang jarang menyerang kelompok usia anak-anak. Selain itu, pterigium ditemukan 2 kali lebih banyak pada pasien laki-laki dibanding dengan perempuan.

Secara keseluruhan, angka kejadian pterigium di daerah dataran tinggi mengalami penurunan. Sementara itu, angka kejadian pterigium justru semakin bertambah di daerah dataran rendah.

Pterigium adalah kondisi yang dapat ditangani dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala pterigium?

Pterygium adalah penyakit yang tidak selalu menimbulkan gejala. Terkadang seseorang tidak menyadari bahwa ia memiliki kondisi ini.

Gejala umum pterigium adalah iritasi mata merah, rasa panas dan gatal pada mata, dan rasa mengganjal di mata seperti kelilipan benda asing.

Apabila selaputnya cukup besar hingga menutupi kornea, kondisi ini dapat mengganggu pandangan.

Pterigium umumnya tidak menyebabkan gejala-gejala yang serius. Mungkin akan terasa ada objek asing pada mata Anda. Gejala-gejala umum pterigium yang biasanya terasa dan terlihat adalah:

  • Mata merah
  • Pandangan kabur
  • Gatal
  • Iritasi mata
  • Terasa ada sesuatu pada mata.

Apabila pertumbuhan mencapai kornea mata Anda, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan gangguan pada penglihatan Anda.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala-gejala pterigium di atas, mulai merasakan gangguan penglihatan yang memengaruhi aktivitas sehari-hari, atau punya pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu periksakan diri ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab kondisi ini?

Hingga saat ini, penyebab pasti dari pterigium masih belum diketahui. Namun, terdapat berbagai pemicu dan faktor risiko yang diduga dapat menyebabkan munculnya pterigium.

Beberapa peneliti meyakini bahwa posisi atau letak geografis adalah faktor yang berperan penting dalam kemunculan pterigium. Hal ini disebabkan karena angka kejadian pterigium cukup tinggi di negara-negara yang dekat dengan garis khatulistiwa.

Lebih lanjut lagi, terdapat kemungkinan bahwa sinar radiasi ultraviolet memiliki pengaruh pada munculnya pterigium, terkait dengan letak negara-negara yang dekat dengan garis khatulistiwa.

Para ahli memercayai bahwa radiasi ultraviolet, khususnya UV-B, berpotensi menyebabkan terjadinya mutasi pada gen penekan tumor p53.

Kondisi ini mengakibatkan perkembangbiakan sel-sel yang berlebihan pada mata, sehingga terjadi penumpukan dan pembentukan jaringan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk pterigium?

Pterigium adalah kondisi yang dapat menimpa semua orang dari berbagai golongan usia dan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami pterigium.

Memiliki satu atau semua faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan kena pterigium. Ada pula kemungkinan Anda tetap mengalaminya meskipun Anda tidak memiliki satupun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang memicu terjadinya pembentukan jaringan di lapisan bola mata:

1. Usia

Kasus kejadian pterigium lebih banyak ditemukan pada orang-orang berusia 20-40 tahun ke atas. Apabila Anda tergolong dalam kelompok usia tersebut, peluang Anda untuk mengalami kondisi ini lebih besar dibanding dengan anak-anak dan remaja.

2. Tinggal di negara tropis, atau dekat dengan khatulistiwa

Negara-negara yang terletak di dekat garis khatulistiwa mendapatkan paparan sinar matahari yang lebih banyak dibanding negara-negara lainnya. Apabila Anda tinggal di daerah tersebut, risiko Anda untuk terserang penyakit ini lebih tinggi.

3. Sering bekerja atau beraktivitas di luar ruangan

Beberapa jenis pekerjaan atau aktivitas mengharuskan Anda terpapar sinar matahari sepanjang hari, seperti peselancar atau bercocok tanam. Kondisi tersebut menyebabkan Anda lebih rentan mengalami kondisi ini.

4. Sering terpapar debu

Polutan yang terdapat di udara seperti debu dan asap dapat menyebabkan mata kering. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya iritasi mata dan munculnya pterigium.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh kondisi ini?

Apabila pterigium tidak segera ditangani, jenis komplikasi yang mungkin terjadi adalah:

1. Diplopia

Pembentukan jaringan pada mata juga dapat memengaruhi otot mata dan menyebabkan kondisi diplopia atau penglihatan ganda. Diplopia terjadi akibat adanya jaringan parut pada otot rektus medial mata.

2. Penipisan kornea mata

Komplikasi lain yang perlu diwaspadai adalah terjadinya penipisan pada kornea mata. Tidak seperti diplopia, kondisi ini justru baru muncul beberapa tahun setelah pterigium diobati.

Selain kedua komplikasi di atas, beberapa masalah lain yang mungkin muncul dengan pterigium adalah:

Persentase kemungkinan pterigium untuk kambuh lagi setelah operasi dilakukan adalah 50 hingga 80 persen.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana pterigium didiagnosis?

Pterigium adalah kondisi yang umumnya cukup mudah untuk didiagnosis. Dokter dapat memeriksa dengan melihat tampilan pertumbuhan jaringan pada mata. Selain itu, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan pada kelopak mata.

Tes tambahan yang mungkin diperlukan untuk mendapatkan hasil diagnosis yang akurat adalah:

Tes ketajaman visual

Pada tes ini, dokter akan meminta Anda membaca huruf-huruf yang ada di papan. Ukuran huruf akan bervariasi dan menentukan seberapa tajam penglihatan Anda.

Tes topografi kornea

Tes topografi kornea dilakukan untuk mengukur perubahan lengkungan pada kornea mata.

Tes pengambilan gambar

Prosedur ini dilakukan dengan mengambil foto jaringan di mata. Foto akan diambil secara berkala untuk mengetahui kecepatan pertumbuhan jaringan.

Bagaimana mengobati kondisi ini?

Umumnya, pterigium adalah kondisi yang tidak memerlukan penanganan khusus jika gejala-gejala yang muncul masih tergolong ringan.

Namun, apabila keberadaan jaringan mulai mengganggu penglihatan dan menimbulkan rasa tidak nyaman, Anda dapat meminta rekomendasi dokter untuk penanganan yang sesuai.

Tindakan yang dilakukan dokter untuk mengobati pterigium adalah:

  • Obat tetes mata, air mata buatan, atau salep mata
  • Penggunaan obat tetes mata vasokonstriktor
  • Penggunaan obat tetes mata steroid dalam jangka pendek, untuk membantu meredakan peradangan

Pada kasus pterigium yang lebih serius, ketika jaringan semakin melebar dan mengganggu penglihatan, dokter akan merekomendasikan prosedur operasi pengangkatan pterigium.

Apabila ukuran jaringan melebihi 3,5 mm, ada kemungkinan penglihatan Anda telah terganggu dan terdapat risiko terjadinya astigmatisme atau mata silinder.

Namun, prosedur operasi hanya dapat mengangkat jaringan. Keampuhannya dalam mengatasi mata silinder masih belum bisa dipastikan.

Selain itu, pterigium adalah kondisi yang mungkin kembali lagi muncul sewaktu-waktu setelah operasi selesai dilakukan.

Anda harus berdiskusi dengan dokter tentang kemungkinan memilih pengobatan dengan jalan operasi jika perawatan medis lainnya tidak berhasil dan Anda berisiko kehilangan penglihatan.

Berikut adalah beberapa jenis operasi untuk mengobati pterigium:

1. Teknik bare sclera

Prosedur ini dilakukan dengan cara mengangkat jaringan berlebih dari selaput mata. Namun, persentase kemungkinan jaringan tumbuh lagi cukup besar, yaitu sekitar 24-89 persen.

2. Teknik autograft konjungtiva

Teknik ini memiliki persentase kemungkinan kambuh yang jauh lebih kecil, yaitu 2 persen. Operasi dilakukan dengan cara transplantasi jaringan yang terdapat di tubuh Anda, umumnya diambil dari konjungtiva superotemporal pada mata.

Jaringan tersebut kemudian akan diletakkan di sklera setelah pterigium diangkat.

3. Amniotic membrane grafting

Teknik ini juga merupakan alternatif yang dilakukan agar kondisi ini tidak lagi muncul di lain waktu.

4. Terapi tambahan

Beberapa terapi tambahan akan diberikan oleh dokter untuk mengurangi risiko munculnya lagi penyakit ini. Beberapa di antaranya adalah terapi MMC dan beta irradiation.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi pterigium?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi pterigium:

1. Menggunakan kacamata hitam

Kacamata hitam adalah perlindungan yang wajib Anda miliki untuk mencegah terjadinya pterigium. Dikutip dari Web MD, kacamata hitam ampuh melindungi mata dari radiasi sinar UV.

Pastikan Anda selalu mengenakan kacamata hitam saat berada di luar ruangan, bahkan saat cuaca mendung sekalipun. Hal ini disebabkan karena awan mendung tidak akan menghalangi radiasi UV.

Pilihlah kacamata hitam yang dapat menghalangi sinar ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB) sebanyak 99-100 persen.

2. Istirahatkan mata

Jangan paksakan mata Anda untuk bekerja terlalu keras. Sesekali beri jeda waktu untuk mata di sela-sela kesibukan.

3. Gunakan obat tetes mata

Obat tetes mata dan air mata buatan dapat membantu melembapkan mata Anda, terutama jika Anda tinggal di daerah bercuaca panas dan cenderung kering.

4. Hindari polusi dan debu

Paparan polusi, debu, dan angin di luar ruangan dapat meningkatkan risiko Anda mengalami iritasi, sehingga masalah-masalah lainnya dapat terjadi di mata Anda.

Zat-zat yang terdapat di polusi udara, seperti karbon monoksida, arsenik, dan asbes, berbahaya bagi kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan, terutama mata.

Sebisa mungkin, hindari paparan polusi dan debu dengan menggunakan kacamata ketika Anda berada di luar ruangan.

5. Membersihkan mata

Apabila Anda memang terpaksa beraktivitas di luar ruangan dan sering terpapar polusi, bersihkan mata dengan air bersih adalah cara yang tepat untuk menghindari pterigium. Air dapat membantu menenangkan mata dan mengurangi risiko munculnya iritasi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apakah Tumor Payudara Berbahaya dan Bisa Disembuhkan?

    Mengetahui adanya benjolan di payudara mungkin membuat Anda khawatir. Padahal, sering kali tumor di payudara bersifat jinak. Kenali gejalanya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Kanker Payudara, Health Centers 22/01/2020 . Waktu baca 8 menit

    3 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma di Rumah

    Glaukoma adalah kerusakan saraf mata yang menjadi penyebab kebutaan. Kabar baiknya, ada cara rumahan untuk membantu mengatasi glaukoma. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Kesehatan Mata, Hidup Sehat 01/10/2019 . Waktu baca 3 menit

    Penyebab Muncul Bintik-Bintik Cokelat (Freckles) di Mata, Plus Tanda-Tandanya

    Freckles di kulit adalah hal yang biasa. Namun, bagaimana jika freckles juga ternyata muncul di mata? Yuk kenali penyebab dan gejalanya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hidup Sehat, Fakta Unik 16/06/2019 . Waktu baca 4 menit

    Inilah 5 Penyakit Mata yang Sering Menyerang Si Kecil Selain Mata Merah

    Tidak hanya mata merah, ternyata ada banyak jenis penyakit mata yang sering terjadi pada anak. Apa sajakah penyakitnya? Simak ulasannya berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Anak, Parenting 09/06/2019 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
    mata plus pada anak

    Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    cara mengobati kalazion benjolan di mata

    6 Cara Menghilangkan Benjolan di Kelopak Mata (Kalazion)

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . Waktu baca 4 menit