Ebola

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit Ebola?

Ebola adalah penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus. Ada 5 strain virus Ebola yang, 4 di antaranya diketahui menyerang manusia.

Virus Ebola menyerang sistem imun dan organ lainnya, terutama sel pembeku darah. Pada akhirnya, infeksi ini menyebabkan perdarahan yang serius pada seluruh organ tubuh yang seringnya tidak terkendali.

Ebola sangat menular dan mengancam nyawa. Sekitar 90% dari pasien yang terinfeksi penyakit ini tidak dapat bertahan hidup. Penting untuk segera mencari penanganan medis apabila Anda menduga terkena penyakit ini.

Virus Ebola menyeramkan, tetapi juga jenis yang sangat langka. Anda dapat tertular hanya melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi. 

Dikutip dari Mayo Clinic, penyakit virus Ebola tidak menular melalui udara dan tidak menyebar melalui kontak biasa, seperti berada di dekat orang yang terinfeksi. 

Tidak seperti penyakit pernapasan, yang dapat menyebar melalui partikel di udara setelah orang yang terinfeksi batuk atau bersin, virus Ebola disebarkan melalui kontak langsung. 

Berikut daftar cairan tubuh yang dapat menularkan penyakit Ebola:

  • Darah
  • Feses
  • Muntahan
  • Air liur
  • Lendir
  • Air mata
  • ASI
  • Air seni
  • Air mani
  • Keringat.

Bukti menunjukkan bahwa Ebola pertama kali dirasakan manusia melalui hidangan mamalia yang terinfeksi, seperti monyet, kelelawar buah, kijang hutan, dan landak. Virus Ebola kemudian menyebar dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Ebola adalah penyakit yang jarang ditemui namun tergolong sangat serius. Penyakit ini paling banyak terjadi di Afrika. Meski begitu, bisa juga ditemui di negara-negara lainnya.

Jika Anda berencana untuk bepergian ke daerah yang berisiko terkena Ebola, pastikan Anda mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga diri Anda. Penyakit ini dapat memengaruhi pria dan wanita pada usia berapa pun.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit Ebola?

Tanda dan gejala Ebola biasanya muncul tiba-tiba dalam 5-10 hari sejak tubuh terinfeksi virus. Tanda-tanda dan gejala awal Ebola meliputi:

Seiring berjalannya waktu, gejala bisa berkembang semakin parah yang meliputi:

  • Mual dan muntah
  • Diare (mungkin berdarah)
  • Mata merah
  • Ruam yang timbul
  • Nyeri dada dan batuk
  • Penurunan berat badan yang parah
  • Perdarahan internal
  • Perdarahan, biasanya dari mata, dan memar (pasien tingkat parah dapat berdarah dari lubang lainnya, seperti telinga, hidung, dan anus).

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki gejala penyakit ini, sebaiknya hubungi pihak rumah sakit terlebih dahulu. Cara ini dapat membantu tim medis untuk mempermudah penanganan Anda, sekaligus melindungi orang lain agar tak tertular penyakit ini.

Segera hubungi dokter jika:

  • Anda memiliki gejala seperti flu dan Anda mungkin telah terekspos pada virus.
  • Anda pernah melakukan kontak dengan seseorang yang terinfeksi virus tersebut. Anda perlu memperhatikan gejala dan hindari mengekspos virus ke orang sekitar.

Penyebab

Apa penyebab penyakit Ebola?

Virus Ebola bisa ditemukan pada monyet, simpanse, dan primata lainnya. Strain Ebola yang lebih ringan telah ditemukan pada monyet dan babi di Filipina.

Penularan dari hewan ke manusia

Para ahli menduga bahwa virus Ebola berpindah ke manusia melalui cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti:

  • Darah. Memotong atau mengonsumsi hewan yang terinfeksi dapat menyebarkan virus. Para ilmuwan yang pernah mengoperasi hewan yang terinfeksi untuk penelitian juga terkena virus ini.
  • Produk pembuangan. Turis di beberapa gua di Afrika serta beberapa pekerja tambang bawah tanah telah terinfeksi dengan virus ini. Kemungkinan dikarenakan adanya kontak dengan kotoran atau urin kelelawar yang terinfeksi.

Penularan dari orang ke orang

Orang-orang yang terinfeksi biasanya tidak menularkan penyakit ini sampai nantinya mereka mengalami gejala-gejalanya. Anggota keluarga sering kali tertular karena biasanya mereka merawat kerabat yang sakit atau mempersiapkan jasad untuk penguburan.

Personel medis juga dapat tertular jika tidak menggunakan perlengkapan pelindung, seperti masker dan sarung tangan saat menangani pasien. Beberapa penularan Ebola juga bisa terjadi akibat pemakaian ulang jarum dan alat suntik yang tidak steril karena sudah terkontaminasi.

Tidak ditemukan bukti bahwa virus Ebola dapat disebarkan oleh gigitan serangga.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk penyakit Ebola?

Risiko penularan penyakit ini dapat meningkat jika Anda:

  • Berpergian ke Afrika atau negara-negara lain yang berisiko. Anda berada dalam risiko yang tinggi jika Anda mengunjungi atau bekerja di daerah di mana virus Ebola atau Marburg tersebar.
  • Melakukan penelitian pada hewan. Manusia lebih mudah terkena virus Ebola atau Marburg jika melakukan penelitian hewan seperti monyet dari Afrika atau Filipina.
  • Memberikan perawatan medis atau personal. Anggota keluarga sering kali tertular karena merawat kerabat yang sakit. Personel medis juga dapat tertular jika tidak menggunakan peralatan pelindung, seperti masker dan sarung tangan.
  • Mempersiapkan jasad untuk penguburan. Jasad pasien Ebola atau Marburg hemorrhagic fever masih menularkan virus. Membantu menyiapkan jasad untuk menguburkan meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

Komplikasi

Penyakit Ebola dapat menyebabkan kematian bagi sebagai besar orang yang terkena dampak. Seiring dengan perkembangan penyakit, penyakit Ebola dapat menyebabkan:

Salah satu alasan virus Ebola sangat mematikan adalah karena virus tersebut mengganggu kemampuan sistem kekebalan sebagai pertahanan tubuh. Namun, para ilmuwan tidak mengerti mengapa beberapa orang dapat pulih, sedangkan beberapa orang lainnya dapat selamat. 

Bagi orang yang berhasil selamat, pemulihannya akan berjalan lambat. Mungkin butuh berbulan-bulan untuk mendapatkan kekuatan semula. Virus pun akan tetap di dalam tubuh selama berminggu-minggu. 

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis kondisi ini?

Penyakit ini cukup sulit didiagnosis karena tanda-tanda dan gejala awal menyerupai penyakit lain, seperti tifoid dan malaria. Jika dokter menduga Anda memiliki virus Ebola, akan dilakukan tes darah untuk mengidentifikasi virus, termasuk:

  • Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA)
  • Reverse transcriptase polymerase chain reaction (PCR)

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendeteksi penyakit Ebola?

Sejauh ini, obat untuk menyembuhkan penyakit ini belum ditemukan. Namun, para peneliti masih terus berusaha untuk mencari pengobatan yang tepat. Pengobatan meliputi serum percobaan yang menghancurkan sel yang terinfeksi.

Dokter bisa membantu mengatasi penyakit akibat virus Ebola dengan cara:

  • Cairan dan elektrolit
  • Oksigen
  • Pengobatan tekanan darah
  • Transfusi darah
  • Penanganan infeksi lainnya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini?

Satu-satunya cara untuk mengobati ebola adalah dengan segera mencari pertolongan medis begitu Anda berkontak dengan virus atau ketika gejala mulai muncul.

Segera cari pertolongan medis pada situasi berikut:

  • Jika Anda berpergian ke tempat yang diketahui memiliki virus Ebola seperti negara-negara Afrika.
  • Jika Anda memiliki kontak dengan penderita Ebola.
  • Jika Anda memiliki gejala yang menyerupai penyakit Ebola.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hewan Penyebab Novel Coronavirus Disinyalir Adalah Ular

Virus corona baru dari China kini menjadi pusat perhatian. Penelitian mengungkapkan bahwa penyebab novel coronavirus diduga berasal dari ular. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 24 Januari 2020 . Waktu baca 6 menit

Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan SARS dan Coronavirus COVID-19

SARS dan coronavirus yang menyebabkan COVID-19 memang terlihat mirip. Pada kenyataannya, ada beberapa hal yang membuat keduanya berbeda, apa saj?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 23 Januari 2020 . Waktu baca 7 menit

Benarkah HPV Bisa Hilang dengan Sendirinya?

HPV merupakan infeksi menular seksual yang paling umum terjadi dan wajar jika orang bertanya apakah virus HPV bisa hilang dengan sendirinya. Cek di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 November 2019 . Waktu baca 4 menit

4 Infeksi Menular Mematikan yang Paling Banyak Terjadi di Indonesia

Ada beberapa infeksi menular mematikan yang tersebar luas di Indonesia. Apa saja? Temukan info lengkap tentang penyakit menular mematikan di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Fakta Unik 12 Juni 2019 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Wabah Virus Ebola Kembali Muncul di Kongo, Bagaimana Penanganannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 5 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
kucing tertular covid-19

Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 9 April 2020 . Waktu baca 4 menit
penanganan COVID-19 di Indonesia

Cerita Dokter IGD, Garis Depan Penanganan COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 7 April 2020 . Waktu baca 10 menit