Sensory Processing Disorder

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit sensory processing disorder?

Sensory processing disorder adalah suatu kondisi di mana otak kesulitan menerima dan merespons informasi yang masuk melalui pancaindra. Sensory processing disorder sebelumnya disebut dengan disfungsi integrasi sensorik.

Beberapa orang dengan sensory processing disorder sangat sensitif terhadap hal-hal di sekitar mereka. Suara yang umum bisa jadi menyakitkan atau dirasa berlebihan. Sentuhan ringan dari pakaian bisa melukai kulit. Orang yang memiliki sensory processing disorder juga dapat:

  • Tidak terkoordinasi
  • Menabrak benda-benda
  • Sulit untuk terlibat dalam percakapan atau permainan

Masalah proses sensorik biasanya teridentifikasi pada masa anak-anak, namun dapat juga mengenai orang dewasa. Masalah proses sensorik lebih umum ditemukan dalam kondisi perkembangan seperti gangguan spektrum autisme.

Sensory processing disorder tidak diakui sebagai gangguan yang berdiri sendiri, tetapi banyak ahli yang beranggapan bahwa gangguan ini dapat berdiri sendiri.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Sensory processing disorder sangatlah umum terjadi. Gangguan ini dapat memengaruhi pasien usia berapa pun. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sensory processing disorder?

Sensory processing disorder dapat memengaruhi salah satu indra, seperti pendengaran, sentuhan, atau perasa. Namun, dapat juga memengaruhi beberapa indra sekaligus. Seseorang bisa jadi terlalu atau kurang responsif terhadap hal-hal yang dirasa sulit bagi mereka.

Seperti banyak penyakit lain, gejala sensory processing disorder bervariasi bagi masing-masing orang. Pada beberapa anak, misalnya, suara selang otomatis untuk menyiram rumput bisa saja membuat mereka muntah atau sembunyi di bawah meja.

Mereka juga bisa berteriak jika disentuh. Mereka bisa takut terhadap tekstur makanan tertentu. Namun, yang lain bisa tampak tidak responsif terhadap apa pun di sekitarnya. Misalnya saja mereka tidak merespons terhadap panas atau dingin yang ekstrem atau bahkan rasa sakit.

Banyak anak dengan penyakit sensory processing disorder ditandai dengan masa bayi yang rewel dan menjadi cemas seiring bertambahnya usia. Anak-anak ini sering kali tidak dapat mengatasi perubahan dengan baik. Mereka bisa sering membuat ulah atau mengalami keterpurukan.

Banyak anak yang memiliki gejala seperti ini dari waktu ke waktu. Namun, para terapis memutuskan seseorang dengan diagnosis penyakit sensory processing disorder ketika gejala yang dialami telah cukup parah dan berdampak pada fungsi normal serta mengganggu kehidupan sehari-hari.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami satu pun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apa pun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab penyakit sensory processing disorder?

Penyebab pasti dari masalah proses sensorik belum jelas. Namun, studi anak kembar pada tahun 2006 menemukan bahwa hipersensitivitas terhadap cahaya dan suara kemungkinan memiliki komponen genetik yang kuat.

Percobaan lain telah menemukan bahwa anak-anak dengan sensory processing disorder memiliki aktivitas otak yang abnormal ketika mereka secara terus-menerus terpapar cahaya dan suara.

Percobaan yang lain lagi menunjukkan bahwa anak-anak dengan masalah ini akan terus merespons dengan kuat terhadap sentuhan di tangan atau suara keras, sementara anak lainnya dapat dengan cepat terbiasa dengan sensasi tersebut.

Faktor Pemicu

Apa saja yang dapat membuat seseorang berisiko terkena sensory processing disorder?

Ada banyak faktor risiko untuk penyakit sensory processing disorder, seperti:

  • Kelahiran prematur
  • Malnutrisi
  • Perawatan dini jangka panjang di awal usia
  • Kurangnya stimulasi

Penyakit sensory processing disorder lebih tinggi terjadi pada anak-anak yang diadopsi dari panti asuhan dan pada mereka yang menderita infeksi berulang pada telinga sebelum usia 2 tahun.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana penyakit ini didiagnosis?

Penyakit sensory processing disorder bukanlah diagnosis medis yang diakui untuk saat ini.

Apa saja pengobatan untuk sensory processing disorder?

Meskipun dengan kurangnya kriteria diagnostik yang diterima secara luas, para terapis biasa menemukan dan mengobati anak-anak dan orang dewasa dengan masalah proses sensorik.

Pengobatannya tergantung pada kebutuhan masing-masing anak. Namun secara umum, pengobatannya berfokus untuk membantu anak-anak dalam melakukan aktivitas yang biasanya tidak mereka kuasai. Pengobatan juga membantu mereka untuk terbiasa dengan hal-hal yang tidak bisa mereka toleransi.

Pengobatan untuk masalah proses sensorik disebut integrasi sensorik. Tujuan integrasi sensorik adalah untuk menantang anak-anak dengan cara yang menyenangkan sehingga mereka dapat belajar untuk merespons seperti yang seharusnya dan berfungsi dengan lebih normal.

Salah satu jenis terapi untuk penyakit ini adalah Developmental, Individual Difference, Relationship-based (DIR) model. Sebagian besar dari terapi ini adalah metode “floor-time.” Metode ini melibatkan beberapa sesi bermain dengan anak-anak dan orangtuanya. Sesi bermain tersebut berlangsung selama 20 menit.

Selama menjalani sesi dalam metode “floor-time”, orangtua pertama-tama diminta untuk mengikuti arahan anak, meskipun perilakunya ketika bermain tidaklah umum. Misalnya, jika seorang anak menggosok lantai satu tempat yang sama berulang kali, orangtua juga harus melakukan hal yang sama. Tindakan ini memungkinkan orangtua untuk “masuk” ke dunia sang anak.

Metode tersebut kemudian diikuti dengan fase kedua, di mana orangtua menggunakan sesi bermain untuk membuat tantangan bagi anaknya. Tangtangan membantu menarik anak masuk ke dalam apa yang disebut Greenspan sebagai dunia yang “dibagi” dengan orangtuanya. Lagi pula, tantangan memberikan kesempatan bagi anak untuk menguasai keahlian penting dalam berbagai area, seperti:

  • Bersosialisasi
  • Berkomunikasi
  • Berterima kasih

Setiap sesi dirancang sesuai kebutuhan anak. Misalnya, jika anak-anak cenderung untuk kurang bereaksi terhadap sentuhan dan suara, orangtua harus sangat energetik selama fase kedua sesi bermain. Jika anak cenderung bereaksi berlebihan terhadap sentuhan dan suara, orangtua harus lebih menenangkan. Interaksi ini akan membantu anak bergerak maju dan membantu dalam masalah sensor.

Pencegahan

Apa yang dapat saya lakukan di rumah untuk mengatasi penyakit sensory processing disorder?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi penyakit sensory processing disorder:

  • Anjuran pola makan bagi anak-anak dengan ADHD, ADD, atau masalah integrasi sensorik adalah menyingkirkan gula dari semua makanan
  • Buat area belajar yang tenang
  • Berikan waktu lebih untuk mengerakan tugas
  • Ajari mereka untuk mengenali dan memisahkan pesan-pesan yang masuk

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Direkomendasikan untuk Anda

    sensorik anak balita

    Perkembangan Kemampuan Sensorik Anak Balita Usia 2-5 Tahun

    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 26/11/2019 . Waktu baca 8 menit
    kemampuan sensorik adalah

    Perkembangan Kemampuan Sensorik Bayi dan Cara Mengasahnya

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21/11/2019 . Waktu baca 8 menit
    sensory processing disorder

    Mengenal Sensory Processing Disorder: Saat Otak Salah Menginterpretasikan Informasi

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 07/07/2017 . Waktu baca 4 menit