Kanker Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/07/2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kanker darah?

Kanker darah, atau bisa juga disebut dengan kanker hematologi, adalah kanker yang memengaruhi produksi dan fungsi sel darah. Kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan sel darah yang abnormal dan tidak terkontrol atau disebut sel kanker.

Sebagian besar kanker darah dimulai dari sumsum tulang di mana darah diproduksi. Di sumsum tulang, darah terbentuk ke dalam empat komponen, yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit, yang masing-masing memiliki fungsi berbeda.

Ketika sel-sel abnormal atau sel kanker terbentuk, fungsi darah tersebut menjadi terhalang, sehingga menimbulkan gejala yang dapat mengganggu atau bahkan hingga kematian.

Ada tiga jenis kanker darah yang paling umum, yaitu:

1. Leukemia

Leukemia atau kanker sel darah putih adalah sel kanker yang ditemukan di dalam darah dan sumsum tulang. Kondisi ini disebabkan oleh produksi sel darah putih abnormal yang terlalu banyak. Sel abnormal ini mencegah sel darah putih dalam melawan infeksi serta merusak kemampuan sumsum tulang untuk memproduksi sel-sel darah merah dan trombosit yang dibutuhkan tubuh.

2. Limfoma

Limfoma berkembang pada limfosit, yaitu tipe sel darah putih yang berperan untuk melawan infeksi. Kanker jenis ini juga memengaruhi kelenjar getah bening, limpa, timus, sumsum tulang, dan bagian lain dari tubuh.

Limfosit yang tidak normal dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh Anda. Hal ini akan mengurangi daya tahan tubuh penderitanya terhadap faktor berbahaya dari luar.

Limfoma terdiri dari berbagai jenis, yang dikelompokkan ke dalam dua kategori utama, yaitu limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin.

3. Multiple myeloma

Multiple myeloma adalah jenis kanker yang bermula di sel plasma darah. Sel plasma merupakan sejenis sel darah putih yang dibuat di sumsum tulang dan berfungsi menghasilkan antibodi (atau immunoglobulin), yang membantu tubuh menangkal penyakit dan infeksi dalam tubuh Anda. Bila sel kanker myeloma terbentuk, sistem kekebalan tubuh Anda bisa melemah dan rentan terhadap infeksi.

Selain tiga jenis kanker di atas, terdapat berbagai jenis kanker darah lainnya yang jarang terjadi, seperti myelofibrosis, polycythaemia vera (PV), atau myelodysplastic syndromes (MDS).

Seberapa umum penyakit ini?

Kanker darah adalah salah satu jenis kanker yang dapat dialami oleh pasien pada usia berapa pun. Bahkan, leukemia merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi pada anak-anak.

Berdasarkan data Globocan 2018, jenis limfoma non-Hodgkin merupakan kasus kanker darah yang paling sering terjadi di Indonesia, di antara jenis kanker darah lainnya. Adapun, di antara seluruh jenis penyakit kanker, limfoma non-Hodgkin menempati urutan ketujuh dalam jumlah kasus kanker terbanyak di Indonesia, yang mencapai 14.164 kasus.

Kemudian, disusul oleh leukemia di urutan kesembilan, multiple myeloma di urutan ke-20, serta limfoma Hodgkin di urutan ke-29. Adapun tingkat kematiannya paling tinggi ditempati oleh leukemia di antara jenis kanker hematologi lainnya, dengan jumlah kasus mencapai 11.134 kasus. Tingkat kematian leukemia ini menempati urutan kelima di antara seluruh jenis kanker lainnya.

Meski tampak mengerikan, Anda dapat mencegah penyakit ini dengan menghindari faktor risiko penyebabnya. Silakan konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala kanker darah?

Gejala, ciri-ciri, atau tanda-tanda penyakit kanker darah berbeda-beda tergantung jenisnya. Namun, beberapa gejala yang paling umum, yaitu:

  • Demam.
  • Menggigil.
  • Kelelahan secara terus menerus atau terasa lemah.
  • Nyeri tulang dan sendi.
  • Kehilangan nafsu makan atau mual.
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Sakit kepala.
  • Sesak napas.
  • Sering terjadi infeksi.
  • Kulit gatal atau ruam di kulit.
  • Berkeringat pada malam hari.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan.
  • Anemia.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala lain yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala seperti yang tercantum di atas, terutama jika orang tua atau saudara kandung memiliki kanker darah, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab & faktor-faktor risiko

Apa penyebab kanker darah?

Kanker darah disebabkan oleh pertumbuhan sel darah yang abnormal dan tidak terkendali. Normalnya, sel-sel darah di dalam tubuh mengikuti jalur pertumbuhan teratur, pembelahan, dan kematian. Namun, sel-sel penyebab kanker darah tidak mati secara otomatis. Sel-sel kanker ini dapat menyebar ke area lain, menekan sel darah normal dan menghambat fungsinya.

Para ilmuan masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab kanker darah. Namun, para ahli menduga bahwa perubahan atau mutasi DNA bisa membuat sel-sel yang sehat menjadi kanker.

Mutasi DNA ini bisa diturunkan secara genetik atau terjadi selama masa hidup seseorang. Selain itu, beberapa faktor lainnya juga bisa meningkatkan risiko seseorag terkena penyakit ini.

Apa yang meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini?

Kanker hematologi bisa terjadi pada siapapun. Namun, para ahli meyakini, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini. Memahami faktor risiko dapat membantu Anda menemukan solusi terbaik untuk mencegah penyakit ini berkembang.

Secara umum, berikut beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab penyakit kanker darah pada seseorang:

  • Berjenis kelamin pria.
  • Berusia lanjut.
  • Riwayat keluarga dengan penyakit yang sama.
  • Paparan radiasi atau bahan kimia tertentu, seperti benzena.
  • Memiliki kondisi atau penyakit tertentu, seperti penyakit autoimun atau HIV/AIDS.
  • Pernah menjalani pengobatan untuk kanker, seperti kemoterapi atau terapi radiasi.
  • Merokok.
  • Infeksi virus tertentu, seperti virus Epstein-Barr.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.

Memiliki satu atau lebih faktor risiko di atas belum berarti Anda akan pasti terkena penyakit ini. Sebaliknya, seseorang yang terkena penyakit ini bisa saja memiliki faktor risiko yang tidak diketahui. Konsultasikan dengan dokter bila Anda khawatir akan faktor risiko tertentu pada diri Anda.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana penyakit ini didiagnosis?

Untuk mendiagnosis penyakit kanker darah, dokter akan meminta Anda menjawab beberapa pertanyaan terkait riwayat kesehatan Anda. Beberapa pertanyaan ini meliputi kondisi Anda secara keseluruhan, apa saja gejala atau perubahan yang Anda rasakan, kapan gejala tersebut mulai dirasakan, dan berbagai faktor risiko yang mungkin Anda miliki.

Kemudian, dokter akan memeriksa Anda secara fisik untuk melihat apakah ada tanda lainnya yang mungkin terlihat, seperti pembengkakan di kelenjar getah bening. Jika memiliki gejala ini, Anda belum pasti memiliki kanker. Pasalnya, hal tersebut bisa jadi merupakan tanda infeksi lain.

Namun, bila Anda dicurigai memiliki kanker darah, Anda mungkin perlu menjalani serangkaian tes untuk memastikannya. Tes pemeriksaan yang dijalani setiap pasien belum tentu sama. Hal ini tergantung pada kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh serta jenis kanker yang mungkin Anda miliki. Konsultasikan dengan dokter mengenai jenis tes yang tepat.

Namun, secara umum, berikut beberapa tes atau pemeriksaan yang umumnya perlu dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini:

  • Tes darah, seperti hitung darah lengkap atau complete blood count (CBC) atau tes darah lainnya, seperti pemeriksaan protein darah, fungsi hati, ginjal, atau lainnya.
  • Tes/biopsi/aspirasi sumsum tulang, yang dilakukan dengan mengambil sampel sel sumsum tulang untuk diperiksa di laboratorium. Tes ini untuk mengetahui apakah terdapat sel darah yang abnormal atau tidak.
  • Biopsi kelenjar getah bening, yang dilakukan dengan mengambil semua atau sebagian dari kelenjar getah bening untuk kemudian diteliti di laboratorium. Tes ini juga untuk mengetahui apakah terdapat sel darah yang abnormal atau tidak.
  • Tes pencitraan, seperti rontgen dada, MRI, atau PET scan, atau CT scan, yang dilakukan untuk melihat kondisi dan fungsi organ dan tulang di dalam tubuh Anda, guna mengetahui penyebaran sel kanker.

Selain tes-tes di atas, Anda mungkin perlu menjalani serangkaian tes lain, seperti tes ultrasound, genetik, atau tes-tes lainnya. Konsultasikan dengan dokter mengenai jenis tes apa saja yang perlu Anda jalani sesuai dengan kondisi Anda.

Bagaimana cara mengobati kanker darah?

Pengobatan untuk kanker darah tergantung pada jenis dan penyebaran sel kanker, usia dan kesehatan pasien secara keseluruhan, serta respon pasien terhadap pengobatan. Beberapa pengobatan kanker darah yang umum termasuk:

  • Transplantasi stem cell. Transplantasi stem cell dilakukan dengan menanamkan stem cell pembentuk darah yang sehat ke dalam tubuh. Stem cell dapat dikumpulkan dari sumsum tulang, darah perifer, dan darah tali pusat.
  • Kemoterapi. Kemoterapi adalah penggunaan obat antikanker, baik melalui injeksi vena atau oral, untuk mengganggu dan menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker dalam tubuh. Kemoterapi kadang-kadang terdiri dari pemberian beberapa obat secara bersamaan. Selain itu, kemoterapi juga dapat diberikan sebelum transplantasi stem cell.
  • Terapi radiasi. Prosedur ini dilakukan dengan dilakukan menggunakan gelombang energi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker atau untuk mengurangi gejala yang muncul. Terapi radiasi juga mungkin dilakukan sebelum transplantasi stem cell. 
  • Terapi target. Terapi target adalah terapi yang menggunakan obat-obatan yang secara spesifik dapat membunuh sel kanker, tanpa merusak sel-sel normal.

Secara umum, pengobatan yang akan dilakukan terdiri dari kombinasi beberapa terapi. Beberapa pengobatan lain, seperti operasi pengangkatan kelenjar getah bening, pun mungkin dibutuhkan.

Konsultasikan dengan dokter Anda untuk pilihan terapi dan obat kanker yang tepat untuk Anda. Setiap pengobatan penyakit ini memiliki efek samping yang berbeda-beda. Pertimbangkan risiko pengonsumsian obat kanker dengan kondisi Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini?

Selain menjalani pengobatan medis, Anda perlu melakukan perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kanker darah. Berikut adalah cara-caranya:

  • Tetap aktif dengan berolahraga secara teratur.
  • Disiplin mengikuti gaya hidup sehat.
  • Mengonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang.
  • Menjalani pengobatan atau minum obat secara teratur sesuai dengan yang diresepkan dokter.
  • Menghindari stres, seperti dengan melakukan hobi, meditasi, serta mencari dukungan dari orang terdekat, termasuk dari orang-orang dengan kondisi penyakit yang sama.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah kanker darah?

Penyakit ini dapat mengganggu kehidupan Anda sehari-hari dan bahkan bisa mengancam nyawa. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pencegahan kanker, terutama bagi Anda yang berisiko tinggi terkena penyakit ini. Berikut cara mencegah kanker darah yang dapat Anda lakukan:

  • Berolahraga secara teratur.
  • Disiplin menjalani pola hidup sehat.
  • Menghindari paparan bahan kimia, seperti herbisida atau insektisida.
  • Menghindari paparan radiasi.
  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang serta perbanyak minum air putih.
  • Selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai setiap masalah kesehatan yang Anda alami, termasuk bila merasakan adanya gejala kanker darah pada diri Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter untuk lebih memahami dan mendapat solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tes Kesehatan untuk Menegakkan Diagnosis Kanker Ovarium

Penegakkan diagnosis kanker ovarium harus melalui tes kesehatan yang sesuai. Lantas, tes apa saja yang digunakan sebagai cara mendeteksi kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 27/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Kenali Perbedaan Kista Ovarium dan Kanker Ovarium

Kanker dan kista ovarium itu berbeda. Lantas, apa perbedaan kista ovarium dengan kanker ovarium? Apakah kista bisa menjadi kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker 26/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Komplikasi yang Dapat Terjadi Akibat Penyakit dan Pengobatan Kanker Ovarium

Komplikasi kanker ovarium bisa terjadi akibat penyakit maupun pengobatan yang dilakukan. Apa saja komplikasinya? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 23/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Daftar Obat Herbal yang Berpotensi Mengobati Kanker Ovarium

Selain pengobatan dokter, periset terus meneliti berbagai obat herbal kanker ovarium. Apa saja obat tradisional untuk kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pencegahan cara mencegah kanker ovarium

Hal-hal yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
makanan buah dan sayur yang baik dan bagus untuk pasien kanker ovarium

Aturan dan Jenis Makanan yang Disarankan untuk Pasien Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 5 menit
prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
pembengkakan prostat jinak adalah

Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 11 menit