Glaukoma Kongenital

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu glaukoma kongenital?

Glaukoma kongenital atau glaukoma pediatrik adalah penyakit di mana ada tekanan cairan tinggi pada mata bayi atau anak-anak yang merusak saraf optik.

Penyakit ini biasanya didiagnosis saat lahir atau tidak lama setelahnya. Banyak kasus juga didiagnosis saat bayi berusia satu tahun ke bawah.

Peningkatan tekanan pada mata dapat berujung pada kerusakan saraf optik (glaukoma) dan bisa mengakibatkan hilang penglihatan (kebutaan) secara permanen pada bayi atau anak.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Penyakit ini sering menjangkit bayi yang baru lahir hingga usia 3 tahun. Menurut situs American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus, glaukoma kongenital ditemukan pada satu dari setiap 10.000 bayi. Kalau tidak ditangani, kasus ini bisa menjadi penyebab kebutaan.

Glaukoma kongenital dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Ciri-ciri dan gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala glaukoma kongenital?

Gejala glaukoma tipe kongenital yang paling khas adalah sebagai berikut:

  • Keluar air mata berlebihan (disebut juga epifora)
  • Sensitif terhadap cahaya silau (disebut juga fotofobia)
  • Kejang kelopak mata (disebut juga blefarospasme)
  • Ukuran mata lebih besar dari kondisi normal

Apabila seorang bayi atau anak kecil mengalami gejala-gejala tersebut, Anda harus mencari perawatan medis sesegera mungkin.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing bayi berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan bayi.

Penyebab

Apa penyebab glaukoma kongenital?

Penyebab glaukoma secara umum adalah meningkatkan tekanan pada bola mata. Pada glaukoma kongenital, hal yang serupa juga terjadi.

Penyakit ini ditandai dengan tidak normalnya jalur drainase mata (struktur pada mata yang disebut anyaman trabekular). Cairan bening yang disebut aqueous humor terus-menerus mengalir di dalam mata, dari area bagian belakang iris yang kemudian keluar melalui saringan anyaman trabekular, lalu disalurkan kembali ke aliran darah.

Karena anyaman trabekular tidak berfungsi dengan baik, terdapat gangguan pada aliran aqueous humor, menghasilkan tekanan tinggi di dalam mata.

Pada glaukoma kongenital, sel dan jaringan mata pada bayi tidak berhasil berkembang dengan sempurna sejak di dalam kandungan. Akibatnya, bayi terlahir dengan masalah drainase di matanya.

Sayangnya, penyebab tidak sempurnanya pembentukan drainase mata pada bayi belum diketahui secara pasti. Beberapa kasus merupakan kondisi keturunan, sementara kasus lainnya tidak.

Faktor pemicu

Apa yang membuat bayi berisiko terkena glaukoma kongenital?

Orangtua dengan riwayat keluarga yang memiliki kondisi ini lebih berisiko melahirkan bayi dengan glaukoma kongenital.

Apabila anak pertama dan kedua Anda memiliki penyakit ini, maka kemungkinan besar anak setelahnya juga akan memiliki penyakit yang sama.

Bayi laki-laki lebih rentan terhadap kondisi ini daripada bayi perempuan. Terkadang kondisi ini juga hanya terjadi pada salah satu mata, tetapi bisa juga berdampak pada kedua mata.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis glaukoma kongenital?

Berdasarkan usia dan respon anak terhadap pengobatan, beberapa pemeriksaan dapat dilakukan di klinik.

Pada bayi, pemeriksaan biasanya dilakukan lebih mudah jika dilakukan saat bayi rileks dan mengantuk, seperti saat menyusui atau sesaat setelah menyusui.

Pada banyak kasus, pemeriksaan tambahan harus dilaksanakan dengan obat penenang atau bius, dan dapat direncanakan segera setelah diagnosis. Dokter Anda akan memulai dengan bertanya tentang waktu gejala terjadi dan riwayat keluarga dalam penyakit glaukoma dan kelainan mata lainnya.

Beberapa tes tambahan dapat dilakukan di ruang dokter dan di ruang operasi:

1. Pemeriksaan penglihatan

Pada bayi, pemeriksaan terbatas pada apakah bayi dapat fokus pada satu objek dan mengikuti objek bergerak dengan mata.

2. Pengukuran pembiasan

Tes ini dilakukan untuk mendeteksi adanya rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme. Dalam glaukoma kongenital, tekanan mata yang tinggi dapat menyebabkan rabun jauh (miopi) dan astigmatisme.

3. Tonometri

Tonometri adalah pemeriksaan untuk mengukur tekanan mata dan lazim digunakan sebagai metode diagnosis glaukoma. Alat yang digunakan adalah tonometer.

4. Gonioskopi

Tes gonioskopi penting untuk mendeteksi apabila sudut (lokasi anyaman trabekular) terbuka, menyempit, atau tertutup, dan adanya kondisi lain, seperti terdapat sobekan jaringan pada sudut.

5. Pemeriksaan saraf optik (dengan oftalmoskopi)

Untuk melihat tanda-tanda kerusakan saraf optik akibat glaukoma kongenital, pemeriksaan ini merupakan opsi yang tepat. Pemeriksaan ini membutuhkan pelebaran pupil untuk memastikan pandangan cukup memadai.

Bagaimana cara mengobati penyakit ini?

Pilihan pengobatan glaukoma yang utama biasanya adalah operasi. Namun, karena terlalu berisiko untuk membius bayi, dokter lebih memilih melakukannya hanya jika diagnosis sudah dipastikan. Jika kedua mata terkena, dokter akan mengoperasi keduanya sekaligus.

Jika operasi tidak dapat dilakukan segera, dokter mungkin memberikan resep obat tetes mata, obat minum, atau kombinasi keduanya untuk memantau tekanan cairan.

Banyak dokter melakukan prosedur operasi kecil untuk kasus glaukoma kongenital. Mereka menggunakan alat-alat kecil untuk membuka saluran drainase bagi cairan berlebih. Terkadang, dokter dapat memasang sebuah katup atau pipa kecil untuk membawa cairan keluar dari mata.

Jika metode normal tidak bekerja, dokter dapat melaksanakan operasi laser untuk menghancurkan bagian yang memproduksi cairan. Dokter juga mungkin meresepkan obat untuk membantu mengontrol tekanan mata setelah operasi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengenal Implan Glaukoma, Pengobatan Termutakhir untuk Glaukoma

    Salah satu pengobatan untuk mengatasi kebutaan yang disebabkan penyakit glaukoma adalah pemasangan implan. Tahukah Anda mengenai implan glaukoma?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Mata, Hidup Sehat 27 Juni 2019 . Waktu baca 7 menit

    Inilah 5 Penyakit Mata yang Sering Menyerang Si Kecil Selain Mata Merah

    Tidak hanya mata merah, ternyata ada banyak jenis penyakit mata yang sering terjadi pada anak. Apa sajakah penyakitnya? Simak ulasannya berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Anak, Parenting 9 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

    Keratitis

    Keratitis bisa menyebabkan mata merah, terasa pedih, dan sensitif terhadap cahaya. Temukan berbagai cara mengobati infeksi mata akibat keratitis disini!

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20 Maret 2019 . Waktu baca 8 menit

    Panduan Memilih Dokter Mata Terbaik dan Sesuai Kebutuhan

    Memilih dokter mata yang bagus memang tak bisa sembarangan. Ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan untuk menemukan yang paling cocok buat Anda.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Kesehatan Mata, Hidup Sehat 14 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Retinopati diabetik

    Retinopati Diabetik

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 8 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit
    cara mengobati kalazion benjolan di mata

    6 Cara Menghilangkan Benjolan di Kelopak Mata (Kalazion)

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 1 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
    obat herbal tradisional glaukoma

    5 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma, Mulai dari Obat Herbal hingga Makanan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit