Apa Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Thalasemia?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Penyakit thalasemia adalah kelainan pada darah keturunan yang membuat tubuh tidak dapat menghasilkan hemoglobin (Hb). Akibatnya, mereka akan mengalami anemia. Hal yang sering menjadi pertanyaan adalah, apakah penyakit ini dapat disembuhkan? Jika bisa, apa saja pilihan pengobatan atau obat untuk penderita thalasemia?

Apakah penyakit thalasemia bisa disembuhkan?

Penyebab penyakit thalasemia adalah adanya mutasi genetik di dalam tubuh. Artinya, seseorang yang lahir dalam keluarga pembawa gen bermutasi ini berisiko besar kena thalasemia. Lantas, karena ini penyakit keturunan, apakah thalasemia bisa disembuhkan?

Jawabannya, tentu bisa. Hanya saja, pilihannya sangat terbatas dan memiliki risiko yang tinggi. Sampai saat ini, satu-satunya pengobatan yang mampu mengatasi thalasemia secara menyeluruh adalah transplantasi sumsum tulang.

Sayangnya, tidak mudah menemukan donor sumsum tulang yang cocok. Selain itu, prosedur transplantasi sumsum tulang (BMT/Bone Marrow Transplant) dinilai masih sangat berisiko.

Menurut situs National Heart, Lung, and Blood Disease, para ahli masih mencari cara pengobatan lain yang mungkin dapat mengobati dan menyembuhkan thalasemia. Contohnya, mungkin saja di masa depan akan ada teknologi yang mampu memasukkan gen hemoglobin normal ke sel induk di dalam sumsum tulang.

Dengan cara tersebut, tubuh penderita thalasemia diharapkan mampu memproduksi sel darah merah dan hemoglobin yang sehat.

Para peneliti juga sedang mempelajari cara-cara untuk merangsang kemampuan seseorang untuk membuat hemoglobin janin setelah lahir. Jenis hemoglobin ini ditemukan pada janin dan bayi yang baru lahir.

Setelah lahir, tubuh beralih untuk membuat hemoglobin dewasa. Membuat lebih banyak hemoglobin janin mungkin dapat menutupi kurangnya hemoglobin dewasa yang sehat.

Apa saja pengobatan yang tersedia untuk thalasemia?

Pengobatan tergantung pada jenis thalasemia dan tingkat keparahan yang diderita masing-masing pasien.

Orang dengan thalasemia minor, baik alfa maupun beta, biasanya hanya menunjukkan gejala thalasemia ringan, atau bahkan tidak ada gejala sama sekali. Orang dengan kondisi ini mungkin hanya memerlukan sedikit pengobatanatau bisa tanpa pengobatan sama sekali.

Untuk kasus thalasemia berat maupun ringan, dokter menganjurkan tiga jenis pengobatan standar, yaitu transfusi darah, terapi khelasi zat besi (iron chelation therapy), dan suplemen asam folat. Pengobatan jenis lain yang telah dikembangkan atau masih dalam proses pengujian lebih jarang digunakan.

Pilihan pengobatan untuk thalasemia

Berikut ini adalah beberapa pilihan pengobatan yang bisa dijalani oleh penderita thalasemia:

1. Transfusi darah

transfusi trombosit obat pengobatan thalasemia

Transfusi sel darah merah adalah pengobatan utama untuk orang yang memiliki thalasemia sedang atau berat. Perawatan ini dapat meningkatkan jumlah sel darah merah yang sehat dengan hemoglobin yang normal.

Selama transfusi darah, jarum digunakan untuk menyisipkan intravena (IV) ke salah satu pembuluh darah, hingga darah yang sehat masuk ke dalam tubuh. Prosedur ini biasanya memakan waktu 1-4 jam.

Sel darah merah hanya bertahan sekitar 120 hari. Oleh karena itu, Anda mungkin perlu menjalani transfusi berulang untuk menjaga pasokan sel darah merah sehat.

Bagi penderita penyakit hemoglobin H atau beta thalasemia intermedia, Anda mungkin perlu transfusi darah pada kondisi tertentu, misalnya ketika terserang infeksi atau penyakit lainnya, atau ketika Anda terserang anemia parah yang menyebabkan kelelahan.

Bagi penderita beta thalasemia mayor (anemia Cooley), Anda mungkin akan membutuhkan transfusi darah secara teratur (setiap 2-4 minggu sekali). Transfusi ini akan membantu Anda mempertahankan tingkat normal hemoglobin dan sel darah merah.

Transfusi darah dapat membantu Anda merasa lebih baik, menikmati aktivitas sehari-hari, dan hidup normal. Walaupun sangat berguna bagi keselamatan jiwa, perawatan ini tergolong mahal dan membawa risiko penularan infeksi dan virus (seperti hepatitis). Meski begitu, risiko penularan infeksi dan virus sangat rendah di Amerika Serikat karena sudah melalui skrining darah yang ketat.

2. Terapi kelasi zat besi

Deferoxamine adalah

Hemoglobin dalam sel darah merah merupakan protein yang kaya zat besi. Melalui tranfusi secara teratur, zat besi dalam darah akan menumpuk pada organ-organ tertentu, seperti hati, jantung, dan organ tubuh lain. Kondisi ini disebut kelebihan zat besi atau iron overload.

Untuk mencegah kerusakan ini, dokter menggunakan terapi khelasi zat besi untuk membuang kelebihan zat besi dari tubuh. Dua obat utama yang digunakan dalam terapi khelasi besi untuk thalasemia adalah:

  • Deferoxamine adalah obat thalasemia dalam bentuk cair yang diberikan perlahan-lahan di bawah kulit, biasanya melalui pompa portabel kecil yang digunakan semalaman. Pengobatan thalasemia ini membutuhkan waktu dan sedikit menyakitkan. Efek samping obat ini pada penderita thalasemia adalah gangguan penglihatan dan pendengaran.
  • Deferasirox adalah pil yang diminum 1 kali sehari. Efek samping obat thalasemia ini adalah sakit kepala, mual (perut tidak nyaman), muntah, diare, nyeri sendi, dan kelelahan.

3. Suplemen asam folat

mencegah infeksi virus obat pengobatan thalasemia

Asam folat merupakan salah satu jenis vitamin B yang berperan dalam pembentukan sel darah merah sehat. Dokter merekomendasikan suplemen asam folat di samping pengobatan transfusi darah dan/atau terapi khelasi zat besi.

4. Transplantasi darah dan sumsum tulang

Pengobatan untuk thalasemia yang satu ini sebenarnya telah dikembangkan dan melalui tahap pengujian. Namun, untuk di Indonesia sendiri, transplantasi sumsum tulang alias BMT (bone marrow transplant) lebih jarang dilakukan.

transplantasi sumsum tulang belakang

Transplantasi darah dan sel induk sumsum dilakukan untuk mengganti sel-sel induk yang rusak dengan yang sehat dari pendonor. Sel induk (sel punca) adalah sel-sel di dalam sumsum tulang yang berperan dalam produksi sel-sel darah merah dan jenis sel darah lainnya.

Transplantasi sel induk merupakan satu-satunya pengobatan yang dapat menyembuhkan thalasemia. Akan tetapi, hanya sedikit pasien thalasemia berat yang mampu menemukan donor yang cocok.

Pengobatan terkini memungkinkan pasien thalasemia sedang dan berat untuk hidup lebih lama. Namun, mereka harus menghadapi komplikasi thalasemia yang mungkin terjadi dari waktu ke waktu.

Bagian penting dari pengobatan thalasemia adalah mengobati komplikasinya. Pengobatan komplikasi mungkin diperlukan untuk menangani masalah jantung atau penyakit hati, infeksi, osteoporosis, dan masalah kesehatan lainnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Fototerapi, Terapi Cahaya untuk Penyakit Kulit dengan Sinar UV

Pengobatan penyakit kulit dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya dengan fototerapi atau terapi cahaya. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Kulit 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Ragam Penyebab Eksim Beserta Faktor Pemicu Kekambuhannya

Eksim membuat kulit memerah, kasar, pecah-pecah, terasa amat gatal, dan sangat kering. Apa sebenarnya penyebab eksim alias dermatitis atopik?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Jenis-Jenis Thalasemia dan Perbedaan Masing-Masingnya

Thalasemia memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan keparahannya, yaitu mayor dan minor. Apa perbedaan thalasemia minor dan mayor?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 5 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Thalasemia

Thalasemia adalah penyakit kelainan darah karena mutasi gen pada hemoglobin akibat keturunan. Kondisi ini bisa menyebabkan anemia ringan hingga berat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 5 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bmt transplantasi sumsum tulang

Memahami Prosedur Transplantasi Sumsum Tulang Belakang (BMT)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
obat pereda nyeri otot

Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Obat Herbal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 17 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
komplikasi dermatitis

Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
dermatitis numularis

Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit