Apa Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Thalasemia?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Penyakit thalasemia adalah kelainan pada darah keturunan yang membuat tubuh tidak dapat menghasilkan hemoglobin (Hb). Akibatnya, mereka akan mengalami anemia. Hal yang sering menjadi pertanyaan adalah, apakah penyakit ini dapat disembuhkan? Jika bisa, apa saja pilihan pengobatan atau obat untuk penderita thalasemia?

Apakah penyakit thalasemia bisa disembuhkan?

Penyebab penyakit thalasemia adalah adanya mutasi genetik di dalam tubuh. Artinya, seseorang yang lahir dalam keluarga pembawa gen bermutasi ini berisiko besar kena thalasemia. Lantas, karena ini penyakit keturunan, apakah thalasemia bisa disembuhkan?

Jawabannya, tentu bisa. Hanya saja, pilihannya sangat terbatas dan memiliki risiko yang tinggi. Sampai saat ini, satu-satunya pengobatan yang mampu mengatasi thalasemia secara menyeluruh adalah transplantasi sumsum tulang.

Sayangnya, tidak mudah menemukan donor sumsum tulang yang cocok. Selain itu, prosedur transplantasi sumsum tulang (BMT/Bone Marrow Transplant) dinilai masih sangat berisiko.

Menurut situs National Heart, Lung, and Blood Disease, para ahli masih mencari cara pengobatan lain yang mungkin dapat mengobati dan menyembuhkan thalasemia. Contohnya, mungkin saja di masa depan akan ada teknologi yang mampu memasukkan gen hemoglobin normal ke sel induk di dalam sumsum tulang.

Dengan cara tersebut, tubuh penderita thalasemia diharapkan mampu memproduksi sel darah merah dan hemoglobin yang sehat.

Para peneliti juga sedang mempelajari cara-cara untuk merangsang kemampuan seseorang untuk membuat hemoglobin janin setelah lahir. Jenis hemoglobin ini ditemukan pada janin dan bayi yang baru lahir.

Setelah lahir, tubuh beralih untuk membuat hemoglobin dewasa. Membuat lebih banyak hemoglobin janin mungkin dapat menutupi kurangnya hemoglobin dewasa yang sehat.

Apa saja pengobatan yang tersedia untuk thalasemia?

Pengobatan tergantung pada jenis thalasemia dan tingkat keparahan yang diderita masing-masing pasien.

Orang dengan thalasemia minor, baik alfa maupun beta, biasanya hanya menunjukkan gejala thalasemia ringan, atau bahkan tidak ada gejala sama sekali. Orang dengan kondisi ini mungkin hanya memerlukan sedikit pengobatanatau bisa tanpa pengobatan sama sekali.

Untuk kasus thalasemia berat maupun ringan, dokter menganjurkan tiga jenis pengobatan standar, yaitu transfusi darah, terapi khelasi zat besi (iron chelation therapy), dan suplemen asam folat. Pengobatan jenis lain yang telah dikembangkan atau masih dalam proses pengujian lebih jarang digunakan.

Pilihan pengobatan untuk thalasemia

Berikut ini adalah beberapa pilihan pengobatan yang bisa dijalani oleh penderita thalasemia:

1. Transfusi darah

transfusi trombosit obat pengobatan thalasemia

Transfusi sel darah merah adalah pengobatan utama untuk orang yang memiliki thalasemia sedang atau berat. Perawatan ini dapat meningkatkan jumlah sel darah merah yang sehat dengan hemoglobin yang normal.

Selama transfusi darah, jarum digunakan untuk menyisipkan intravena (IV) ke salah satu pembuluh darah, hingga darah yang sehat masuk ke dalam tubuh. Prosedur ini biasanya memakan waktu 1-4 jam.

Sel darah merah hanya bertahan sekitar 120 hari. Oleh karena itu, Anda mungkin perlu menjalani transfusi berulang untuk menjaga pasokan sel darah merah sehat.

Bagi penderita penyakit hemoglobin H atau beta thalasemia intermedia, Anda mungkin perlu transfusi darah pada kondisi tertentu, misalnya ketika terserang infeksi atau penyakit lainnya, atau ketika Anda terserang anemia parah yang menyebabkan kelelahan.

Bagi penderita beta thalasemia mayor (anemia Cooley), Anda mungkin akan membutuhkan transfusi darah secara teratur (setiap 2-4 minggu sekali). Transfusi ini akan membantu Anda mempertahankan tingkat normal hemoglobin dan sel darah merah.

Transfusi darah dapat membantu Anda merasa lebih baik, menikmati aktivitas sehari-hari, dan hidup normal. Walaupun sangat berguna bagi keselamatan jiwa, perawatan ini tergolong mahal dan membawa risiko penularan infeksi dan virus (seperti hepatitis). Meski begitu, risiko penularan infeksi dan virus sangat rendah di Amerika Serikat karena sudah melalui skrining darah yang ketat.

2. Terapi kelasi zat besi

Deferoxamine adalah

Hemoglobin dalam sel darah merah merupakan protein yang kaya zat besi. Melalui tranfusi secara teratur, zat besi dalam darah akan menumpuk pada organ-organ tertentu, seperti hati, jantung, dan organ tubuh lain. Kondisi ini disebut kelebihan zat besi atau iron overload.

Untuk mencegah kerusakan ini, dokter menggunakan terapi khelasi zat besi untuk membuang kelebihan zat besi dari tubuh. Dua obat utama yang digunakan dalam terapi khelasi besi untuk thalasemia adalah:

  • Deferoxamine adalah obat thalasemia dalam bentuk cair yang diberikan perlahan-lahan di bawah kulit, biasanya melalui pompa portabel kecil yang digunakan semalaman. Pengobatan thalasemia ini membutuhkan waktu dan sedikit menyakitkan. Efek samping obat ini pada penderita thalasemia adalah gangguan penglihatan dan pendengaran.
  • Deferasirox adalah pil yang diminum 1 kali sehari. Efek samping obat thalasemia ini adalah sakit kepala, mual (perut tidak nyaman), muntah, diare, nyeri sendi, dan kelelahan.

3. Suplemen asam folat

mencegah infeksi virus obat pengobatan thalasemia

Asam folat merupakan salah satu jenis vitamin B yang berperan dalam pembentukan sel darah merah sehat. Dokter merekomendasikan suplemen asam folat di samping pengobatan transfusi darah dan/atau terapi khelasi zat besi.

4. Transplantasi darah dan sumsum tulang

Pengobatan untuk thalasemia yang satu ini sebenarnya telah dikembangkan dan melalui tahap pengujian. Namun, untuk di Indonesia sendiri, transplantasi sumsum tulang alias BMT (bone marrow transplant) lebih jarang dilakukan.

transplantasi sumsum tulang belakang

Transplantasi darah dan sel induk sumsum dilakukan untuk mengganti sel-sel induk yang rusak dengan yang sehat dari pendonor. Sel induk (sel punca) adalah sel-sel di dalam sumsum tulang yang berperan dalam produksi sel-sel darah merah dan jenis sel darah lainnya.

Transplantasi sel induk merupakan satu-satunya pengobatan yang dapat menyembuhkan thalasemia. Akan tetapi, hanya sedikit pasien thalasemia berat yang mampu menemukan donor yang cocok.

Pengobatan terkini memungkinkan pasien thalasemia sedang dan berat untuk hidup lebih lama. Namun, mereka harus menghadapi komplikasi thalasemia yang mungkin terjadi dari waktu ke waktu.

Bagian penting dari pengobatan thalasemia adalah mengobati komplikasinya. Pengobatan komplikasi mungkin diperlukan untuk menangani masalah jantung atau penyakit hati, infeksi, osteoporosis, dan masalah kesehatan lainnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jenis-jenis Pengobatan untuk Skoliosis untuk Anak dan Dewasa

Cara menyembuhkan skoliosis sangat beragam, tergantung kondisi penderitanya. Berikut informasi lengkap pengobatan skoliosis di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Kelainan Tulang Belakang 3 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Waspada, Ini Bahaya Anemia yang Mungkin Mengintai Anda

Anemia membuat tubuh Anda kekurangan sel darah merah sehat. Jika dibiarkan, anemia bisa menyebabkan komplikasi. Apa saja bahaya anemia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Menghilangkan Jerawat yang Ampuh, Cepat, dan Aman?

Suka risih karena jerawat terus datang lagi dan lagi? Mungkin ini saatnya Anda mencoba cara menghilangkan jerawat yang lebih ampuh. Simak di sini ya!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Jerawat, Kesehatan Kulit 2 November 2020 . Waktu baca 13 menit

Ketahui Gejala, Penyebab Nyeri Sendi Hingga Cara Mengatasinya

Nyeri sendi bisa terasa di persendian mana pun, mengingat sendi berada di berbagai bagian tubuh. Yuk, cari tahu gejala, penyebab dan cara mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 27 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyebab penyakit jantung, jantung koroner, gejala penyakit jantung pada wanita, gejala awal penyakit jantung, obat jantung

Mengulik Gejala dan Penyebab Terjadinya Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2020 . Waktu baca 12 menit
Transfusi Darah

Menyoal Transfusi Darah: Kapan Harus Dilakukan, Manfaat, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab trombosit turun dan cara menaikkan trombosit

Berbagai Penyebab Trombosit Turun dan Cara Menaikkan Jumlahnya Normal Kembali

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 8 menit
cara menghilangkan bekas jerawat cara menghilangkan jerawat menghilangkan bekas jerawat alami

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat, dari Perawatan Dokter Hingga Kebiasaan Sehat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 10 menit