Periode Perkembangan

Bahaya Dehidrasi Pada Ibu Hamil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: Hello Sehat Medical Review Team.

Dehidrasi merupakan suatu keadaan di mana tubuh Anda kekurangan cairan. Ketika kadar air dalam tubuh Anda berkurang, maka keseimbangan mineral-mineral dalam tubuh juga terganggu sehingga menyebabkan fungsi tubuh Anda terganggu. Sebagian besar tubuh kita terdiri dari air, fungsi utamanya selain menjaga keseimbangan mineral adalah untuk melubrikasi persendian, mata, membantu melancarkan pencernaan dan membuang produk sisa metabolism dari tubuh, serta menjaga kesehatan kulit. Dehidrasi biasanya disebabkan oleh kurangnya asupan cairan untuk menggantikan cairan yang dikeluarkan oleh tubuh. Selain itu faktor eksternal seperti cuaca dan berat atau ringannya aktivitas fisik yang dilakukan juga dapat meningkatkan risiko dehidrasi.

Selain menyebabkan ketidakseimbangan mineral dalam tubuh, dehidrasi dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan lain yang lebih serius seperti:

  • Cerebral edema: ketika tubuh sudah terlalu lama dehidrasi dan tiba-tiba mendapat asupan cairan kembali, tubuh akan menarik cairan yang masuk sebanyak mungkin ke sel-sel tubuh, ini dapat menyebabkan sel membengkak dan pecah. Kejadian seperti ini berbahaya terutama jika terjadi pada sel di otak.
  • Kejang: mineral dalam tubuh (terutama potasium dan sodium) berperan dalam proses penyampaian sinyal antar sel. Ketika kadar elektrolit dalam tubuh terganggu, pengiriman sinyal juga mengalami gangguan sehingga bisa berakibat pada timbulnya kontraksi otot yang tidak disadari. Efek yang terparah adalah kehilangan kesadaran.
  • Shock karena tekanan darah rendah: rendahnya cairan tubuh dapat menyebabkan turunnya volume darah. Rendahnya volume darah memicu penurunan tekanan darah sehingga oksigen yang dialirkan melalui darah juga berkurang.

Bahaya dehidrasi pada ibu hamil

Lalu bagaimana dampak dehidrasi pada ibu hamil? Pada saat hamil, cairan memegang peranan penting. Tidak hanya untuk meregulasi keseimbangan elektrolit dan menjaga fungsi lubrikasi, cairan pada masa kehamilan memiliki fungsi tambahan. Pada trimester awal kehamilan, volume darah ibu akan bertambah untuk mendukung perkembangan janin dan pembentukan plasenta. Volume darah sangat bergantung dengan keseimbangan cairan tubuh. Tidak hanya plasenta, air ketuban juga terbentuk dari air yang ibu minum, maka dari itu sebaiknya ibu hamil benar-benar memperhatikan asupan air jangan sampai mengalami dehidrasi. Beberapa masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan jika ibu hamil mengalami dehidrasi yaitu:

1. Rendahnya volume air ketuban

Air ketuban berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi. Cairan jernih yang sedikit berwarna kekuningan ini merupakan tempat tinggal bayi selama berada di perut ibu. Air ketuban membantu bayi untuk dapat bergerak di dalam rahim, hal ini mendukung pertumbuhan tulang bayi. Selain itu air ketuban juga berfungsi untuk memaksimalkan perkembangan paru-paru, menjaga suhu sekitar bayi, serta melindungi bayi dari goncangan atau tekanan dari luar. Kekurangan air ketuban disebut oligohydramnios, dapat terjadi karena kehamilan tua, robeknya membran, serta dehidrasi.

Rendahnya volume air ketuban, terutama pada masa awal kehamilan, dapat menyebabkan terganggunya perkembangan janin hingga keguguran. Sementara pada usia kehamilan yang lebih tua, kekurangan air ketuban dapat berdampak pada kelahiran sebelum waktunya, cacat pada bayi, hingga komplikasi saat melahirkan.

2. Risiko kesehatan lainnya

Kelelahan, sembelit, serta kurang maksimalnya produksi ASI, merupakan beberapa masalah kesehatan yang disebabkan oleh dehidrasi pada ibu hamil. Selain itu, air berfungsi untuk menjaga fungsi hati dan ginjal agar bisa tetap bekerja dengan maksimal. Kurangnya air dalam tubuh dapat menyebabkan tubuh kesulitan membuang sisa-sisa metabolisme karena tidak adanya air untuk melarutkan sisa metabolisme tersebut, ini bisa berdampak pada kesehatan hati dan ginjal bayi karena harus bekerja lebih keras.

Tanda-tanda dehidrasi

Tanda-tanda dehidrasi, terutama dehidrasi ringan, sering diabaikan. Cara paling mudah untuk mendeteksi apakah Anda dehidrasi adalah ada atau tidaknya rasa haus. Selain rasa haus, tanda-tanda dehidrasi ringan hingga sedang antara lain mulut kering, merasa lelah atau mengantuk lebih dari biasanya, buang air kecil tidak sesering biasanya, kulit kering, sakit kepala, konstipasi, hingga berkunang-kunang atau seperti mau pingsan. Sementara pada dehidrasi berat tanda-tanda tersebut menjadi lebih parah, disertai tekanan darah rendah, detak jantung dan napas yang semakin cepat, demam, serta berkurangnya elastisitas kulit.

12 gelas air per hari mencegah dehidrasi

Untuk mencegah dehidrasi, ibu hamil disarankan untuk minum 12 gelas air per hari. Jumlah ini bisa bertambah jika ibu berada di cuaca yang panas atau sedang mengalami morning sickness, karena muntah dan diare dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Aktivitas fisik yang lebih dari biasanya juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih banyak sehingga jika ibu hamil beraktivitas fisik, disarankan untuk selalu memperhatikan asupan cairannya. Tetapi ibu hamil tidak disarankan untuk mengonsumsi cairan yang berasal dari minuman tinggi gula dan kafein karena jenis minuman ini bersifat diuretik sehingga malah memicu keluarnya cairan tubuh.

BACA JUGA:

Yang juga perlu Anda baca