5 Sebab Wanita Bersalin Butuh Obat Antibiotik

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10/08/2018
Bagikan sekarang

Antibiotik digunakan untuk membantu tubuh melawan infeksi. Dokter biasanya akan mewanti-wanti wanita untuk menghindari minum obat antibiotik saat hamil, terutama pada trimester pertama kehamilan. Namun, dalam beberapa kasus, antibiotik justru berperan penting pada proses persalinan untuk mengatasi masalah kesehatan tertentu. Lantas, kondisi apa saja yang membuat wanita membutuhkan obat antibiotik saat melahirkan?

Siapa saja yang perlu obat antibiotik saat melahirkan?

Berikut ini beberapa kondisi yang membuat Anda membutuhkan obat antibiotik saat melahirkan:

1. Grup B Strep (GBS)

dibius saat hamil

Center for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan agar semua ibu hamil melakukan tes Grup B Streptococcus (GBS) ketika memasuki usia kehamilan 35 hingga 37 minggu. GBS sendiri merupakan jenis bakteri yang seringkali ditemukan di vagina dan rektum pada wanita sehat.

Melalui tes GBS dokter akan melihat ada tidaknya potensi Anda membawa bakteri streptokokus grup B yang dapat ditularkan kepada bayi saat persalinan. Jika Anda positif membawa bakteri tersebut, dokter akan memberikan Anda antibiotik (biasanya penisilin) selama persalinan melalui infus. Apabila Anda alergi terhadap antibiotik penisilin, dokter mungkin memberikan beberapa antibiotik lainnya yang dapat membantu selama persalinan.

Walaupun GBS umumnya tidak berbahaya pada orang dewasa yang sehat, bakteri ini dapat menyebabkan keguguran dan infeksi serius pada bayi. Minum obat antibiotik sebelum persalinan tidak akan melindungi bayi Anda karena bakteri akan cepat tumbuh kembali. Maka, para tenaga kesehatan menganjurkan ibu bersalin untuk mengonsumsi antibiotik ini pada saat proses melahirkan sudah berjalan, bukan sebelumnya.

2. Operasi caesar

prosedur operasi ambeien

Dalam operasi caesar, dokter mungkin akan memberikan Anda antibiotik. Karena operasi caesar melibatkan pembedahan, maka risiko terjadinya infeksi pun akan meningkat. Nah, antibiotik diberikan untuk mencegah terjadinya infeksi.

Selain itu, mungkin juga ada alasan lain yang membuat Anda membutuhkan antibiotik saat melahirkan. Silakan diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

3. Persalinan prematur

merawat bayi prematur

Infeksi pada rahim dan infeksi vagina, seperti infeksi bacterial vaginosis (BV) dapat menyebabkan kelahiran prematur. Infeksi yang terjadi pada bagian tubuh lainnya juga dapat memicu kelahiran prematur. Mulai dari infeksi pada ginjal, pneumonia, radang usus buntu, hingga infeksi pada saluran kemih. Begitu pula dengan infeksi umum yang disertai dengan demam tinggi (lebih dari 38 derajat Celsius) pada ibu hamil.

Nah, karena fakta tersebut, dokter biasanya menggunakan antibiotik untuk menunda persalinan atau setidaknya membantu mengurangi risiko infeksi. Bahkan jika proses persalinan tidak dapat ditunda, maka penggunaan antibiotik dapat membantu mengurangi risiko terjadinya infeksi.

4. Ketuban pecah selama jangka waktu tertentu

penyebab ketuban pecah lebih awal

Biasanya antibiotik diberikan 18 jam setelah ketuban pecah. Entah karena ketuban pecah terlalu dini ataupun sengaja dipecahkan untuk menginduksi persalinan atau mempercepat persalinan.

Hal ini dilakukan untuk mencegah infeksi rahim atau karioamnionitis (infeksi pada kantung ketuban) jika status GBS Anda tidak diketahui. Cepat atau lambatnya pemberian antibiotik tergantung pada protokol rumah sakit atau dokter yang menangani Anda.

5. Kena demam saat melahirkan

mandi saat sakit demam

Jika Anda mengalami demam saat persalinan, dokter mungkin akan memberi Anda antibiotik. Pemberian antibiotik ini bahkan diberikan sebelum dokter tahu penyebab demam yang Anda alami. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan bakteri apa pun yang mungkin Anda miliki pada bayi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Saat pandemi COVID-19, ibu hamil perlu mengikuti prosedur tindakan pencegahan sampai proses melahirkan selesai. Apa saja yang perlu siapkan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14/05/2020

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

6 Makanan Kaya Gizi yang Harus Ibu Hamil Penuhi Saat Sahur

Ibu hamil yang berpuasa tidak bisa makan sembarangan. Berikut beberapa contoh makanan sahur untuk ibu hamil yang bisa menjadi referensi Anda.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hari Raya, Ramadan 13/05/2020

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
obat maag ibu hamil

Pilihan Obat Maag yang Aman untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020