Manfaat dan Risiko Menggunakan Epidural Saat Melahirkan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Gambar: The Huffington Post

Setiap ibu bersalin menginginkan proses kelahiran yang lancar, dengan rasa sakit yang seminim mungkin. Maka saat ini telah banyak pilihan bagi ibu hamil untuk menjalani proses persalinan yang tidak terlalu sakit. Salah satunya adalah bius epidural. Sebelum Anda memutuskan metode yang tepat untuk persalinan Anda, penting untuk memahami sifat-sifat dan jenis bius ini. Berikut adalah pro dan kontra epidural yang harus Anda ketahui.

Apa itu epidural?

Epidural adalah salah satu bentuk bius lokal yang digunakan untuk membuat bagian tertentu pada tubuh Anda mati rasa. Epidural tidak akan membuat Anda hilang kesadaran sepenuhnya, karena fungsinya hanya untuk menawar rasa sakit (analgesia). Ketika Anda diberikan epidural, impuls-impuls saraf sensoris tulang belakang Anda akan dihentikan. Saraf sensoris bertugas untuk mengirimkan berbagai sinyal pada otak, seperti rasa sakit atau panas. Akibatnya, sensasi atau rasa sakit yang seharusnya Anda rasakan pada bagian bawah torso Anda, lebih tepatnya di rahim, leher rahim, dan bagian atas vagina akan berkurang. Namun, saraf motoris Anda masih akan bekerja dengan baik sehingga otak masih bisa mengirimkan perintah bagi panggul dan bagian-bagian tubuh lainnya untuk berkontraksi dan bekerja sesuai kebutuhan.

Jenis-jenis epidural

Ada dua tipe epidural yang biasanya ditawarkan bagi ibu bersalin di rumah sakit atau pusat layanan kesehatan. Biasanya para petugas kesehatan akan memberikan jenis epidural yang sesuai bagi ibu bersalin tergantung pada dosis dan kombinasi obat yang sudah diberikan sebelumnya.

Yang pertama adalah epidural biasa. Jenis epidural biasa ini diberikan dengan cara disuntikkan pada bagian punggung ibu bersalin melalui otot punggung, hingga analgesia tersebut mencapai rongga epidural. Epidural biasa mengandung obat-obatan yang akan memperkuat kerja bius, seperti fentanil atau morfin. Bila efek epidural ini mulai berkurang dalam waktu satu sampai dua jam, ibu bersalin akan mendapatkan suntikan berikutnya.

Jenis epidural yang kedua adalah kombinasi spinal epidural. Pada kombinasi spinal epidural, biasanya obat-obatan bius diinjeksi pada membran yang melapisi tulang belakang hingga mencapai rongga epidural. Kemudian, selang atau kateter akan dipasang pada jalur tersebut sehingga lebih mudah untuk diinjeksi lagi jika ibu bersalin membutuhkannya. Ibu bersalin juga tetap bisa bergerak dengan bebas setelah kateter dipasang sehingga tidak akan mengganggu proses persalinan. Kombinasi spinal epidural biasanya akan mulai kehilangan efeknya setelah empat sampai delapan jam.

Kapan epidural perlu diberikan bagi ibu bersalin?

Epidural bukanlah prosedur yang wajib dilakukan saat proses persalinan. Beberapa wanita memilih untuk tidak menggunakan bius epidural sama sekali dan menjalani proses persalinan secara alamiah. Namun, jika Anda memiliki tingkat toleransi yang rendah terhadap rasa sakit, tidak ada salahnya merencanakan kelahiran dengan epidural.

Untuk proses persalinan normal, biasanya epidural akan diberikan setelah ibu bersalin mencapai bukaan 4 atau 5 sentimeter. Bila bukaan sudah lebih dari 5 sentimeter, penggunaan epidural tidak dianjurkan karena bayi sudah akan keluar. Sementara bagi ibu bersalin yang akan menjalani operasi caesar, epidural akan diberikan sebelum operasi dimulai.

Penggunaan epidural juga tidak disarankan bagi Anda yang mengalami perdarahan atau tekanan darah rendah, sedang ada infeksi terutama di bagian punggung, menggunakan pengencer darah, proses persalinannya sudah berjalan dengan cepat sehingga tidak ada waktu untuk memberikan epidural, serta jika tenaga medis tidak bisa menentukan letak rongga epidural Anda.

Keuntungan menggunakan epidural

Beberapa wanita memilih menggunakan epidural saat melahirkan untuk mengurangi rasa sakit. Namun, bukan itu saja manfaat memakai epidural.

  • Otot-otot akan melemas, terutama otot panggul bawah sehingga proses kontraksi akan terasa lebih ringan.
  • Bila Anda melalui proses persalinan yang panjang, Anda jadi bisa beristirahat karena sakit yang dirasakan telah diredam. Dengan begitu, Anda lebih mudah berkonsentrasi sepanjang persalinan dan tidak terlalu kelelahan.
  • Bagi ibu bersalin yang memiliki tekanan darah tinggi, epidural bisa membantu menurunkan tekanan darah untuk menghindari berbagai komplikasi pada proses persalinan.
  • Untuk ibu bersalin yang menjalani operasi caesar, epidural tak akan membuat Anda tak sadarkan diri sehingga Anda masih bisa mengikuti jalannya persalinan. Selain itu, epidural yang telah diberikan akan membantu mengurangi rasa sakit yang muncul pasca operasi.
  • Karena rasa sakit berkurang atau hilang sama sekali, ibu bersalin bisa menjalani proses persalinan dengan pikiran yang lebih tenang dan tidak panik. Dengan begitu, kelahiran bayi Anda pun jadi lebih lancar.

Risiko memakai epidural

Penggunaan epidural bisa menimbulkan risiko tertentu sehingga banyak ibu bersalin yang bertanya-tanya soal pro dan kontra epidural. Berikut adalah kerugian yang bisa terjadi karena penggunaan epidural saat bersalin.

  • Pada kasus tertentu, pemberian epidural mengakibatkan rasa kebas sehingga ibu bersalin kesulitan berkontraksi dan mendorong bayi keluar. Bila terjadi, Anda akan diberikan obat-obatan untuk memicu kontraksi.
  • Efek samping dari epidural antara lain menggigil, telinga berdenging, sakit kepala, mual, dan rasa sakit pada punggung atau bagian yang disuntik. Hanya sedikit ibu bersalin yang mengalami efek samping dari epidural, tapi sebaiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan sebelum proses persalinan dimulai supaya pada saatnya Anda bisa mengambil keputusan dengan baik.
  • Epidural berisiko menurunkan tekanan darah sehingga bila Anda memiliki tekanan darah rendah, Anda akan diberikan cairan melalui infus untuk menghindari komplikasi.
  • Beberapa ibu bersalin mengeluhkan kesulitan buang air kecil karena epidural berisiko membuat kantong kemih mati rasa.
  • Belum ada bukti atau penelitian yang telah berhasil menentukan dampak pemberian epidural bagi bayi. Pada beberapa kasus, bayi yang lahir mengalami masalah pernapasan dan detak jantung yang melemah. Namun, ada banyak faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan bayi yang lahir sehingga sulit untuk menentukan secara pasti efek samping epidural bagi bayi.

BACA JUGA:

Sumber