Apa Bedanya Persalinan Spontan Dengan Persalinan Normal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Persalinan normal adalah metode melahirkan yang paling diidam-idamkan oleh para ibu hamil. Pasalnya, persalinan melalui vagina ini dinilai lebih cepat proses pemulihannya dibandingkan persalinan caesar. Jadi, Anda bisa lebih cepat meninggalkan rumah sakit dan segera menjalani masa-masa indah dengan bayi Anda.

Namun, persalinan normal sering kali disamakan dengan persalinan spontan. Meski sama-sama merupakan persalinan lewat vagina, ternyata keduanya berbeda, lho! Lantas, apa itu persalinan spontan? Baca terus ulasan berikut.

Apa itu persalinan spontan?

Persalinan spontan adalah proses persalinan lewat vagina yang berlangsung tanpa menggunakan alat maupun obat tertentu, baik itu induksi, vakum, atau metode lainnya. Jadi, persalinan ini benar-benar hanya mengandalkan tenaga dan usaha ibu untuk mendorong keluarnya bayi. Persalinan ini dapat dilakukan dengan persentasi belakang kepala (kepala janin lahir terlebih dahulu) maupun persentasi bokong (sungsang).

Beda persalinan spontan dengan persalinan normal

Persalinan spontan memang mirip dengan persalinan normal, namun keduanya tidaklah sama. Perbedaannya terletak pada penggunaan bantuan alat dan juga posisi bayi lahir.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, persalinan spontan lebih mengandalkan tenaga dan usaha ibu. Jadi, persalinan ini tidak membutuhkan induksi, vakum, atau metode lain untuk mendorong persalinan sehingga bayi bisa dilahirkan secara normal. Sementara itu, jika persalinan terjadi dengan bantuan induksi maupun vakum, maka persalinan ini termasuk dengan persalinan normal.

Kedua tipe persalinan ini juga memiliki perbedaan dalam hal persentasi atau posisi bayi saat lahir. Pada persalinan spontan, persalinan dapat terjadi pada persentasi belakang kepala (kepala janin lahir terlebih dahulu) maupun persentasi bokong (sungsang). Sementara dengan persalinan normal, persalinan biasanya lebih kepada persentasi belakang kepala.

Bagaimana proses persalinan spontan?

Lamanya proses persalinan tidak selalu sama pada setiap ibu hamil. Bila Anda melahirkan untuk yang pertama kalinya, proses ini cenderung berlangsung selama 12 hingga 24 jam dimulai dari awal pembukaan. Sementara itu, bila Anda sudah pernah melahirkan, proses melahirkan selanjutnya biasanya terjadi lebih cepat, sekitar 6 sampai 8 jam.

Menjelang menghadapi persalinan spontan, Anda akan mengalami tiga fase yang menjadi sinyal bahwa Anda siap untuk bersalin, di antaranya:

  1. Terjadi pecah ketuban yang kemudian menyebabkan kontraksi. Saat kontraksi berlangsung, serviks akan melebar secara bertahap sampai cukup fleksibel untuk memudahkan bayi keluar dari rahim Anda.
  2. Saat pembukaan mencapai diameter 10 cm (pembukaan 10), Anda akan mulai diarahkan untuk mengejan oleh dokter guna mendorong bayi turun sampai ia lahir.
  3. Dalam waktu satu jam, Anda akan melahirkan plasenta, yaitu organ yang menghubungkan antara Anda dan bayi Anda untuk mengalirkan nutrisi dan oksigen melalui tali pusar selama kehamilan.

Namun, tidak semua ibu hamil bisa langsung menjalani proses persalinan spontan. Terdapat beberapa kondisi yang memungkinkan Anda untuk beralih ke proses persalinan caesar bila Anda mengalami beberapa hal berikut:

  • Plasenta previa, yaitu kondisi plasenta yang menutup sebagian atau seluruh serviks
  • Virus herpes dengan lesi aktif
  • Terinfeksi HIV yang tidak diobati
  • Pernah menjalani proses caesar satu atau dua kali maupun pernah melakukan operasi rahim

Yang harus dipersiapkan sebelum menjalani persalinan spontan

Belakangan ini sudah banyak tersedia kelas ibu hamil yang bisa Anda manfaatkan untuk menggali informasi seputar persalinan yang Anda idam-idamkan. Anda bisa menanyakan berbagai macam hal yang mungkin menjadi kebingungan dan ketakutan Anda selama ini, di antaranya:

  • Cara mengetahui kapan Anda melahirkan
  • Kemungkinan komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan dan persalinan
  • Cara meredakan nyeri, baik dengan metode relaksasi atau epidural
  • Cara bekerja sama dengan pendamping melahirkan
  • Perawatan setelah melahirkan (post natal care), termasuk perawatan masa nifas
  • Cara merawat bayi, dan sebagainya

Menjelang persalinan, tetap posisikan diri Anda dalam keadaan rileks, cukup asupan makanan dan cairan, serta berpikir positif. Pasalnya, perasaan takut, gugup, dan tegang akan melepaskan hormon adrenalin yang bisa memperlambat proses persalinan.

Yakinkan diri Anda bahwa Anda bisa melewati setiap proses persalinan normal seperti wanita pada umumnya. Fokuskan bahwa sebentar lagi Anda akan bertemu dengan buah hati yang selama ini Anda nantikan guna mempercepat proses persalinan.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menyamarkan Bekas Luka Operasi Caesar

Bekas luka operasi caesar bukan hanya lama sembuhnya, tapi kadang meninggal bekas yang mengganggu penampilan. Bagaimana cara menyamarkannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Perawatan Ibu, Perawatan Setelah Persalinan, Kehamilan 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

Tak ada ibu yang ingin bayinya lahir dengan berat rendah. Tapi, tahukah Anda bahwa bayi yang terlalu besar dalam kandungan juga bisa menimbulkan bahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Metode Kangguru untuk Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah

Metode kangguru terbukti manjur memulihkan kondisi bayi yang lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah. Bagaimana cara melakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Bayi Prematur, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda tanda mau melahirkan tanda-tanda persalinan

10 Tanda-Tanda yang Muncul Ketika Anda Akan Melahirkan dalam Waktu Dekat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
cara menggugurkan kandungan

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
aborsi

Aborsi, Prosedur Medis untuk Menggugurkan Kandungan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
pandemi membuat risiko stillbirth meningkat

Infeksi Postpartum

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit