Yang Perlu Anda Tahu Sebelum Menjalani Kuret

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Kuret, pasti Anda pernah mendengar istilah ini, terutama bagi Anda kaum hawa. Kuret erat hubungannya dengan keguguran. Setelah ibu hamil mengalami keguguran, ibu akan dikuret untuk membersihkan rahim. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai kuret, sebaiknya simak penjelasan berikut.

Apa itu kuret?

Kuret dalam bahasa medis biasanya dikenal dengan nama D&C (dilation and curettage) atau dalam Bahasa Indonesia disebut dengan dilasi dan kuretase. Kuret atau kuretase tidak bisa terlepas dari prosedur dilasi yang dilakukan sebelumnya. Dilasi dan kuretase merupakan prosedur operasi yang sering dilakukan setelah wanita mengalami keguguran pada usia kandungan trimester pertama.

Dilasi mengacu pada pembukaan atau pelebaran leher rahim, karena leher rahim ibu tentu tidak terbuka sendiri setelah mengalami keguguran. Pada saat melahirkan, tubuh ibu secara otomatis merangsang pelebaran leher rahim dan juga dengan bantuan dari dorongan kepala bayi. Sedangkan, pada saat keguguran, tubuh ibu tidak merangsang pelebaran leher rahim, sehingga perlu dilakukan dilasi untuk membuka leher rahim. Setelah dilasi, maka selanjutnya akan dilakukan kuretase. Kuretase mengacu pada pengambilan dan pembersihan isi rahim dari jaringan abnormal.

Kapan kuret perlu dilakukan?

Ternyata bukan saja setelah keguguran, dilasi dan kuretase perlu dilakukan juga pada saat:

  • Aborsi atau setelah melahirkan

    Dilasi dan kuretase perlu dilakukan untuk membuang jaringan dalam rahim selama atau setelah keguguran atau aborsi. Sedangkan, setelah melahirkan, dilasi dan kuretase perlu dilakukan untuk membuang sisa-sisa dari plasenta. Pembersihan ini dilakukan untuk mencegah infeksi atau perdarahan hebat.

  • Mendiagnosis atau mengobati kelainan rahim

    Dilasi dan kuretase dapat membantu mendiagnosis atau mengobati pertumbuhan kelainan jaringan pada rahim, seperti fibroid, polip, endometriosis, ketidakseimbangan hormonal, atau kanker rahim. Sampel dari jaringan rahim yang berhasil diambil akan diperiksa untuk mengetahui kelainan sel rahim.

Bagaimana kuret dilakukan?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, prosedur pertama yang dilakukan adalah dilasi dan kemudian kuretase. Semua prosedur ini biasanya membutuhkan waktu selama 15-30 menit. Berikut ini merupakan langkah-langkah yang biasanya dilakukan saat proses kuret.

  • Dilasi

    Atau pelebaran dilakukan untuk bisa mencapai rahim. Dokter akan membuka vagina Anda dan kemudian melebarkan leher rahim Anda secara perlahan, sehingga dokter bisa mencapai rahim Anda. Untuk membantu melebarkan leher rahim Anda, mungkin dokter akan memasukkan laminaria (batang ramping) ke vagina Anda untuk melebarkan leher rahim secara perlahan atau Anda akan diberikan obat yang dapat melunakkan leher rahim, sehingga mudah untuk dilakukan pelebaran. Agar Anda tidak merasa kesakitan, mungkin dokter akan memberikan obat yang membuat Anda mati rasa.

  • Kuretase

    Setelah proses dilasi selesai, dokter akan mencapai rahim Anda, dan pada saat ini dokter akan menggunakan alat khusus untuk kuretase atau kuretase hisap (biasa dikenal dengan vakum aspirasi) yang berfungsi untuk membersihkan rahim Anda. Dokter akan menggoreskan alat ini ke lapisan dinding rahim Anda secara perlahan, sehingga jaringan abnormal yang ada di rahim Anda bisa dibersihkan.

Apa yang akan terjadi pada ibu setelah kuret?

Sama seperti setelah melahirkan, Anda juga akan merasakan sedikit sakit setelah menjalani prosedur dilasi dan kuretase. Anda akan merasakan kram dan mengalami perdarahan kecil, seperti bercak darah. Hal ini adalah hal yang normal Anda rasakan.

Proses pemulihan setelah dilakukannya dilasi dan kuretase tergantung dari jenis prosedur yang dilakukan dan jenis anestesi (bius) yang diberikan. Bisa pulih dalam waktu beberapa jam saja atau bisa lebih dari satu hari.

Setelah melakukan kuret, Anda lebih baik untuk tidak melakukan hubungan seksual dengan pasangan Anda terlebih dahulu selama setidaknya 2 minggu atau sampai perdarahan Anda berhenti. Selain itu, sebaiknya batasi aktivitas Anda, seperti jangan dulu melakukan aktivitas berat atau mengangkat beban berat.

Periode menstruasi Anda mungkin akan terjadi lebih awal atau terlambat dari waktu biasanya. Hal ini disebabkan karena lapisan rahim Anda telah dikikis dan membutuhkan waktu untuk membangunnya kembali.

Apakah terdapat risiko atau komplikasi setelah kuret?

Dalam kasus yang sangat jarang, sekitar hanya 16% wanita yang pernah menjalani kuret dapat membentuk jaringan parut di dalam rahim atau di sekitar leher rahim. Hal ini disebut sebagai sindrom Asherman, dapat menyebabkan ketidaksuburan dan perubahan siklus menstruasi.

Untuk menyembuhkan sindrom ini, Anda dapat melakukan operasi lagi untuk menghilangkan jaringan parut tersebut. Kemungkinan besar Anda akan sembuh dan dapat memperbaiki masalah ini.

Jika Anda keguguran pada usia kehamilan di atas 20 minggu, kemungkinan Anda mengembangkan jaringan parut atau mengalami komplikasi lainnya, seperti perdarahan berat, infeksi, dan perforasi dinding rahim, akan lebih besar. Hal ini terjadi karena rahim mengembang lebih besar dan lebih tipis selama kehamilan.

Komplikasi mungkin jarang terjadi. Namun, sebaiknya periksakan segera ke dokter jika Anda mengalami hal sebagai berikut:

  • Perdarahan atau penggumpalan darah berat atau berkepanjangan
  • Demam
  • Nyeri abdomen
  • Keputihan berbau busuk dari vagina

Apakah kuret dapat mempengaruhi kesempatan untuk hamil lagi?

Tidak sama sekali. Melakukan kuretase setelah keguguran tidak akan mengurangi kesempatan Anda untuk hamil lagi. Bahkan, kesempatan Anda untuk hamil lagi setelah mengalami keguguran dan melakukan kuretase akan sama seperti Anda tidak pernah mengalami keguguran. Berdasarkan penelitian American College of Obstetrics and Gynecology, sekitar 65% wanita yang telah mengalami keguguran sebanyak 4 kali berturut-turut berhasil untuk hamil lagi sampai ia melahirkan anak.

Para ahli menyarankan agar sebaiknya menunggu sampai tiga siklus menstruasi setelah melakukan kuretase sebelum Anda mencoba untuk hamil lagi. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu kepada rahim untuk membangun kembali lapisannya, sehingga keadaan rahim sudah sehat ketika Anda hamil lagi.

 

BACA JUGA

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca