Mengapa Bertambahnya Usia Dapat Memengaruhi Kesuburan Wanita

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23/12/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Seiring dengan bertambahnya umur, perubahan fisik tidak dapat dihindari. Perubahan fisiologis yang dipengaruhi usia ini ternyata juga berpengaruh terhadap kesuburan wanita. Mengapa demikian?

Pengaruh usia terhadap kesuburan wanita

Umur merupakan salah satu faktor utama yang sangat menentukan kesuburan seorang wanitaHal ini dikarenakan seiring dengan bertambahnya usia, jumlah dan kualitas sel telur pun ikut terpengaruh. 

Umumnya, seorang wanita lahir dengan sel telur yang akan ia miliki semasa hidupnya. Jika umur Anda bertambah, tentu sel telur pun ikut menua dan jumlahnya akan menurun bersama dengan kualitasnya. 

Penurunan tersebut akan terus terjadi secara alami dari Anda dilahirkan sampai mencapai usia menopause. Bahkan, kualitas dan jumlah sel telur Anda akan berkurang lebih cepat pada pertengahan usia 30-an. 

Maka itu, umur adalah salah satu faktor terpenting perihal kesuburan wanita. Gaya hidup dan kesehatan memang tidak kalah penting, tetapi keduanya tidak begitu banyak berpengaruh dibandingkan efek usia Anda. 

Namun, masih banyak wanita di luar sana yang tidak mengetahui fakta tersebut.  Menurut sebuah penelitian dari JBRA Assisted Reproduction, lebih banyak wanita yang sadar tentang efek penuaan ketika hamil dibandingkan penurunan kesuburan terkait usia. 

Oleh karena itu, diperlukan edukasi tertentu agar para wanita lebih paham tentang kesuburan mereka sendiri. 

Faktor lain yang dapat memengaruhi kesuburan wanita

vape bebas nikotin untuk berhenti merokok

Selain usia, tentu saja ada faktor lainnya yang bisa mengurangi tingkat subur seorang wanita. Entah itu gaya hidup atau masalah kesehatan tertentu juga bisa berdampak pada peluang Anda untuk hamil. 

Ini dia beberapa faktor lainnya yang dapat mengurangi peluang wanita untuk sukses hamil. 

  • Memiliki anggota keluarga, ibu atau saudara kandung perempuan, yang mengalami menopause lebih cepat. 
  • Pernah menjadi perokok berat. 
  • Pernah menjalani operasi ovarium. 
  • Terpapar oleh radiasi dari kemoterapi untuk mengobati kanker. 
  • Menstruasi sering terlambat. 
  • Terpapar senyawa kimia yang berbahaya, seperti pestisida. 

Bisakah pengaruh usia terhadap kesuburan wanita diperlambat?

Seperti yang dilansir dari laman American Society for Reproductive Medicine, pengaruh usia terhadap kesuburan wanita tidak bisa dicegah atau diperlambat. 

Akan tetapi, mengubah pola makan menjadi lebih sehat, rutin berolahraga, dan membiasakan tidur cukup setidaknya bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat. Hal ini dikarenakan rokok, stres, dan pola makan yang tidak sehat bisa mempercepat terjadinya menopause. 

Walaupun demikian, perlu diingatkan lagi bahwa peningkatan kesehatan secara keseluruhan tidak akan mencegah efek penuaan terhadap tingkat kesuburan wanita.

Berbeda dengan pria, wanita membawa sel telur tersebut sejak lahir, sehingga tidak ada metode yang bisa memproduksi atau menjaga kualitas sel telur yang tersisa. 

Akan tetapi, Anda bisa meningkatkan tingkat kesuburan melalui tindakan medis. Metode tersebut dilakukan dengan menyatukan sel telur dan sperma pada kondisi terbaik agar terjadi pembuahan. 

Metode ini termasuk inseminasi intrauterin (IUI), fertilisasi in vitro (IVF), dan konsumsi obat kesuburan. Mungkin pendekatan ini bisa membantu, tetapi tidak dapat mencegah usia yang memengaruhi kondisi sel telur wanita. 

Pengaruh usia terhadap kesuburan wanita ternyata sangat besar, sehingga penting bagi Anda untuk rutin memeriksakan diri jika ingin memiliki anak namun umur sudah mendekati 30an. Hal ini bertujuan agar Anda tahu jumlah dan kualitas sel telur yang siap dibuahi. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Beragam Tes Kesuburan dan Pemeriksaan Organ Reproduksi Pada Wanita

Tes kesuburan dan pemeriksaan organ reproduksi wanita disarankan jika kehamilan tidak kunjung terjadi. Apa saja tes tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesuburan, Kehamilan 04/11/2019 . Waktu baca 4 menit

4 Fakta Soal Kesuburan Wanita yang Sering Disalahpahami

Mungkin Anda kira bercinta saat ovulasi dijamin paling tokcer; padahal belum tentu. Apa lagi fakta soal kesuburan wanita yang belum Anda tahu? Cek di sini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/12/2018 . Waktu baca 4 menit

Minum Aspirin Bisa Meningkatkan Peluang Hamil, Kata Penelitian

Penelitian menemukan bahwa wanita dengan peradangan, bisa memiliki peluang hamil lebih besar dengan minum aspirin. Namun, benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 29/09/2018 . Waktu baca 3 menit

5 Mitos Seputar Penyakit PCOS yang Sebenarnya Keliru

Lima dari 10 wanita didiagnosis memiliki penyakit PCOS. Penyakit ini cukup umum terjadi, tapi masih banyak yang salah kaprah soal penyakit ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 19/09/2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hormon-gnrh

Mengenal Fungsi Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH) bagi Kesuburan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 4 menit
puasa pengaruhi kesuburan

Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . Waktu baca 3 menit
phthalate mempengaruhi kesuburan

Phthalate, Kandungan Utama Plastik yang Katanya Bisa Pengaruhi Kesuburan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 21/02/2020 . Waktu baca 3 menit
makanan berlemak meningkatkan kesuburan

Makan Makanan Berlemak Ternyata Ada Pengaruhnya Bagi Kesuburan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19/01/2020 . Waktu baca 4 menit