Hasil Test Pack Positif, Padahal Anda Tidak Hamil? Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/03/2018 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Beberapa perempuan bisa saja melihat hasil test pack positif, padahal setelah periksa ke dokter dan cek USG ternyata dirinya tidak hamil. Ini yang juga terjadi pada Anda. Sebenarnya, apa penyebab kesalahan hasil tes kehamilan tersebut? Mengapa terkadang test pack menunjukkan hasil positif, meski sebenarnya Anda tidak hamil?

Cara kerja test pack

Test pack kehamilan pada dasarnya bekerja dengan cara memeriksa hCG (human chorionic gonadotropin) yang muncul di dalam tubuh wanita yang sedang hamil.

Hormon ini ada karena diproduksi oleh sel plasenta yang masuk ke aliran darah saat sel telur dibuahi di dalam rahim selama kurang dari seminggu. Lalu, hal apa yang kira-kira menyebabkan test pack kehamilan palsu?

Penyebab hasil test pack positif padahal tidak hamil

Hasil tes pack kehamilan tidak selalu akurat. Alat tes hamil komersil tersebut hanya bisa mendeteksi kehamilan hingga 97 persen. Itu sebabnya beberapa kasus bisa menunjukkan hasil test pack positif hamil, meski kenyataannya Anda tidak benar-benar hamil setelah dicek dokter. Ini disebut sebagai positif palsu alias false positive.

Apa yang menyebabkannya? Apakah alat yang Anda pakai memang rusak, atau karena ada yang salah dengan tubuh Anda? Berikut uraiannya.

1. Tidak mengikuti instruksi

Jika Anda menggunakan test pack untuk uji kehamilan, penting untuk memeriksa hasilnya dalam jangka waktu sesuai petunjuk pemakaian. Jika Anda sengaja membiarkan membaca hasil test pack terlalu lama,  urine pada tes bisa menguap dan membuat terlihat seperti muncul dua garis, bukan hanya satu. Cara terbaik untuk menghindari hal ini adalah membaca petunjuk tes kehamilan dan ikuti arahannya dengan tepat untuk menghindari test pack positif palsu.

2. Sedang mengonsumsi obat kesuburan

Saat Anda mengikuti program hamil, Anda memang diberikan obat atau suntik kesuburan, salah satunya suntik hCG. Sayangnya ini bisa membuat hasil test pack positif saat hamil menjadi palsu.

Menurut Zev Williams, MD, seorang dokter akndungan di Albert Einstein College, hal ini memang banyak terjadi pada beberapa wanita.

Wanita yang sangat termotivasi dan mencoba untuk hamil, menjadi lebih sering melakukan test kehamilan lewat test pack lebih awal. Hasilnya, beberapa ada yang mengalami test pack positif palsu.

3. Anda keguguran di awal

Test pack positif palsu bisa jadi menunjukkan adanya tanda Anda mengalami keguguran awal. Sebetulnya ada kemungkinan Anda memang sudah benar hamil, namun karena beberapa penyebab, Anda bisa juga mengalami keguguran awal.

Sebagian besar keguguran terjadi pada 13 minggu pertama kehamilan, dan walaupun tidak ada statistik nyata, diperkirakan banyak keguguran terjadi sebelum wanita bahkan tahu dia hamil. Menurut American Pregnancy Association, kehamilan kimia ini, biasa disebut demikian, terjadi saat kehamilan hilang sesaat setelah implantasi

Biasanya, hal itu terjadi karena kelainan kromosom pada sel telur yang telah dibuahi. Kehamilan kimia ini menajdi penyebab 50 sampai 75 persen dari semua kasus keguguran.

4. Anda masih memiliki sisa hormon kehamilan setelah keguguran

Setelah Anda melahirkan atau keguguran, hormon hCG masih dapat bertahan dalam tubuh Anda selama berbulan-bulan. Dr. Williams dari American Pregnancy Association mengatakan, bahwa tubuh butuh beberapa waktu untuk menormalkan kembali kadar hCG

Hal ini juga bisa terjadi karena beberapa plasenta dapat tertinggal di dalam tubuh, dan bisa terus menghasilkan hCG pada beberapa waktu setelah keguguran.

Akan tetapi, tenang. Kasus hasil test pack positif palsu seperti ini jarang terjadi. Baiknya segera konsultasikan ke dokter jika Anda memiliki keraguan atau pertanyaan lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Baru Mengetahui Positif Hamil, Kapan Ibu Harus Periksa ke Dokter?

Setelah positif hamil, ibu terkadang bingung kapan saatnya harus menjalani pemeriksaan kehamilan untuk pertama kali. Lantas, kapan waktu yang tepat?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 09/01/2020 . 5 menit baca

Benarkah Wanita yang Jadi Perokok Pasif Berisiko Susah Hamil?

Rokok bukan hanya membahayakan kehamilan, tapi juga dapat membuat perokok pasif susah hamil atau meningkatkan risiko mandul pada wanita perokok pasif.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesuburan, Kehamilan 16/09/2019 . 6 menit baca

Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kehamilan Kriptik

Segelintir orang mungkin tidak sadar dirinya hamil sampai usia kandungan semakin besar. Bisa jadi, Anda mengalami kehamilan kriptik. Apakah itu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 16/08/2019 . 6 menit baca

Bukan Cuma Perut Besar, Ini 5 Ciri Anda Sedang Hamil Kembar

Ukuran perut besar bukanlah satu-satunya ciri hamil anak kembar. Ada tanda lainnya yang menunjukkan bahwa Anda mengandung lebih dari satu janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 07/05/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

puasa pengaruhi kesuburan

Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . 3 menit baca
ciri ciri subur

8 Ciri Wanita Sedang dalam Masa Subur

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 08/04/2020 . 10 menit baca
efek kehamilan palsu

Efek Kehamilan Palsu Terhadap Kondisi Ibu dan Cara Menghadapinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 08/02/2020 . 4 menit baca
pemeriksaan profil biofisik janin

Profil Biofisik Selama Hamil, Tes untuk Menilai Kondisi Kesehatan Janin

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 27/01/2020 . 4 menit baca