Tes Kesuburan yang Perlu Dilakukan untuk Mengatasi Sulit Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Februari 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Tes kesuburan suami istri diperlukan terutama jika kehamilan tidak segera terwujud dalam jangka waktu tertentu. Itu sebabnya, sebagian pasangan ada yang melakukan tes kesuburan sebelum menikah, agar mengetahui kondisi kesuburan masing-masing.

Tes kesuburan adalah tes yang dilakukan untuk menilai apakah organ-organ reproduksi pada pria maupun wanita mendukung terjadinya kehamilan secara alami. Sebenarnya apa saja yang dilakukan pada tes kesuburan dan kapan perlu dilakukan tes kesuburan? Ketahui informasi lengkapnya berikut ini.

Apa perlu tes kesuburan sebelum menikah?

Beberapa pasangan memilih untuk menjalani tes kesuburan sebelum menikah. Pasalnya, mereka khawatir jika nantinya ada salah satu, baik pria maupun wanita, yang ternyata diketahui tidak subur.

Sebenarnya tes kesuburan sebelum menikah itu tidak wajib untuk dilakukan. Justru pemeriksaan yang lebih diutamakan untuk dilakukan sebelum menikah adalah pemeriksaan kesehatan organ-organ reproduksi.

Tujuannya untuk melihat kemungkinan penyakit infeksi menular seksual atau penyakit tertentu (misalnya HIV/AIDS) yang dapat ditularkan kepada pasangan sebelum mulai aktif secara seksual. Jadi, tes ini belum tentu berhubungan dengan tingkat kesuburan seseorang.

Lalu, kapan tes kesuburan perlu dilakukan?

Tes kesuburan dianjurkan dilakukan saat pasangan suami istri (pasutri) sudah masuk ke kriteria tidak subur. Tanda adanya masalah kesuburan adalah jika selama satu tahun sudah aktif berhubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi tapi tidak kunjung hamil.

Biasanya, tes kesuburan ini lebih banyak dilakukan oleh pasangan yang baru menikah di usia lanjut atau ingin segera memiliki momongan karena berbagai alasan lain.

Nah, bila pasangan tersebut belum menikah dan belum aktif secara seksual, maka tidak bisa dikatakan bahwa wanita dan pria tersebut tidak subur. Maka itu, tes kesuburan sebelum menikah sebenarnya bukan hal yang wajib dilakukan.

Namun, bila pasangan yang sedang merencanakan pernikahan ingin melakukan tes kesuburan, itu adalah hak masing-masing dan boleh-boleh saja untuk dilakukan tes kesuburan.

Sebenarnya, kapan pasutri dapat dikatakan sulit hamil?

sulit hamil kapan ke dokter

Sebetulnya, tidak semua kasus pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak akan dikatakan sulit hamil. Hal ini tentu juga akan disampaikan jika Anda melakukan tes kesuburan.

Pasangan suami istri yang berusia di bawah 35 tahun dan telah berhubungan seks secara rutin selama satu tahun, tapi tak kunjung punya anak, baru bisa dinyatakan sulit hamil. Pada kasus ini, pasangan suami istri tersebut dapat dikatakan infertil atau tidak subur.

Akan tetapi, rentang waktu satu tahun tersebut tidak berlaku bagi pasangan suami istri yang menikah di usia lebih dari 35 tahun. Pasangan suami istri usia di atas 35 tahun akan dikatakan tidak subur jika sudah rutin berhubungan seks selama enam bulan, tetapi tidak juga dikaruniai momongan.

Mengapa rentang waktunya berbeda? Ini karena waktu satu tahun dirasa terlalu lama bagi pasangan suami istri untuk menunggu dan berusaha hamil secara natural atau alami, sementara usia 35 tahun sudah terlalu tua dan termasuk kehamilan risiko tinggi.

Itulah sebabnya, pasangan suami istri harus segera melakukan tes kesuburan dan pemeriksaan medis lainnya supaya bisa cepat hamil.

Apa saja tes kesuburan untuk wanita dan pria?

Sebelum menjalani tes kesuburan, pasangan suami istri dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat terlebih dahulu. Sebagai contoh makan makanan yang bergizi, olahraga secara teratur, dan mencapai berat badan ideal.

Bahkan, hal ini justru harus dilakukan sebelum menikah dan merencanakan kehamilan. Semakin sehat dan prima tubuh suami maupun istri, semakin mudah dan besar pula peluangnya untuk hamil.

Namun, jika Anda dan pasangan sudah melakukan pola hidup sehat tapi tak juga hamil, barulah Anda berdua dianjurkan untuk melakukan sejumlah tes kesuburan dan pemeriksaan medis lainnya.

Tes kesuburan ini terbagi menjadi dua, yaitu tes kesuburan untuk wanita dan tes kesuburan untuk pria.

Tes kesuburan untuk wanita

Biasanya, tes kesuburan untuk wanita akan diawali konsultasi dengan dokter yang menangani kesuburan Anda.

Dokter akan menanyakan tentang riwayat kesehatan Anda. Dokter akan mencari tahu tentang siklus menstruasi Anda, apakah Anda pernah menjalani operasi sebelumnya, pernahkah Anda menggunakan kontrasepsi, dan sebagainya.

Sebelum tes kesuburan untuk wanita, dokter mungkin juga akan bertanya mengenai gaya hidup yang Anda jalani termasuk kebiasaan Anda di tempat kerja sebelum menyarankan tes kesuburan untuk wanita apa yang sebaiknya Anda lakukan.

tes kesuburan sebelum menikah

1. USG transvaginal

Ini adalah prosedur paling dasar yang harus dilakukan pada menjalani tes kesuburan untuk wanita. Prosedur USG transvaginal sebetulnya mirip dengan USG perut. Bedanya,  tes kesuburan untuk wanita ini dilakukan dengan memasukkan alat USG lewat vagina.

Sesuai dengan namanya, tes kesuburan ini dilakukan dengan menggunakan ultrasound. Berbeda dengan tes kesuburan menggunakan sinar X-ray, teknik USG tidak menggunakan sinar radiasi. Hal ini menandakan tes kesuburan ini tidak memiliki efek samping yang dapat membahayakan Anda.

Saat menjalani tes kesuburan USG transvaginal, dokter akan meminta Anda untuk mengganti pakaian Anda dengan pakaian rumah sakit. Lalu, pada saat menjalani tes kesuburan untuk wanita ini ini, Anda akan diminta untuk berbaring di meja pemeriksaan dengan posisi lutut tertekuk.

Setelah itu, sebuah alat bernama transduser akan dimasukkan ke dalam vagina. Alat ini berbentuk seperti tongkat pipih yang ukurannya sedikit lebih besar dibanding sebuah tampon.

Sebelum alat ini dimasukkan ke dalam vagina Anda saat tes kesuburan, dokter akan membalut transduser dengan sebuah kondom dan mengolesinya dengan gel terlebih dahulu.

Saat berada di dalam vagina, alat ini akan memberikan informasi secara langsung ke monitor dalam bentuk gambar-gambar.

Gambar yang tertangkap oleh alat ini selama tes kesuburan untuk wanita ini akan ditayangkan langsung pada layar tersebut sehingga Anda bisa melihat kondisi di dalam rahim Anda saat itu juga.

Tujuan USG transvaginal adalah untuk melihat kesehatan organ kandungan, baik pada rahim, ovarium (indung telur), tuba falopi (saluran telur), atau organ reproduksi lainnya.

2. Pemeriksaan hormon

Pemeriksaan hormon dalam tes kesuburan untuk wanita yang ingin menjalani program hamil, sebetulnya tidak wajib. Hal ini tergantung pada keluhan dan masalah kesuburan yang ditemukan oleh dokter saat tes USG transvaginal.

Jika penyebab sulit hamil pada wanita adalah kista cokelat yang ukurannya cukup besar. Gangguan kesehatan ini tentunya hanya bisa diatasi dengan operasi kista, bukan dengan tes hormon untuk kesuburan.

Lain halnya jika penyebab sulit hamil pada wanita karena siklus menstruasi yang kacau, kualitas sel telur yang tidak optimal, atau sel telur yang sangat sedikit, maka barulah pemeriksaan hormon akan dilakukan.

Selain melihat kemungkinan gangguan hormon pada wanita, tes kesuburan ini biasanya lebih dibutuhkan untuk pasangan suami istri yang ingin menjalani prosedur bayi tabung.

Tes kesuburan untuk pria

tes kesuburan pria lewat analisis sperma

Beberapa jenis tes kesuburan untuk pria yang mungkin dilakukan, seperti:

1. Analisis sperma

Ini merupakan tes kesuburan untuk pria paling dasar dan paling penting. Tes kesuburan untuk pria ini dilakukan untuk menilai kuantitas dan kualitas sperma, baik dari segi jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma.

Sebelum menjalani  tes  kesuburan untuk pria dengan analisis sperma untuk kesuburan, pria dianjurkan untuk puasa seks selama tiga sampai lima hari terlebih dahulu. Tujuannya adalah supaya jumlah spermanya mencukupi dan matang saat dilakukan analisis sperma nanti.

Sperma yang diejakulasikan oleh suami untuk dianalisis sebenarnya adalah sperma yang diproduksi sejak tiga bulan yang lalu.

Kalau hasil tes analisis sperma untuk kesuburan ini tidak bagus, maka suami tidak bisa lagi beralasan bahwa ia sedang kecapekan, stres, atau kurang fit pada saat itu. Jadi, kondisi sperma saat ini merupakan gambaran dari pola hidup tiga bulan sebelumnya.

2. Pemeriksaan hormon dan tes darah

Dua jenis pemeriksaan ini juga termasuk ke dalam tes kesuburan untuk pria. Tes hormon dan darah ini akan dilakukan sesuai indikasi bila ditemukan kelainan pada pada tes kesuburan pria lainnya, yaitu analisis sperma.

Bila pasangan suami istri ingin menjalani program bayi tabung, maka biasanya tes hormon untuk kesuburan pada pria tidak perlu dilakukan.

3. USG

USG pada tes kesuburan untuk pria sebetulnya tidak umum dilakukan oleh dokter kandungan, sebab biasanya hanya akan dilakukan oleh dokter spesialis andrologi atau dokter spesialis urologi.

USG pada pria dilakukan untuk melihat adanya tumor, penyumbatan saluran reproduksi, maupun pelebaran pembuluh darah.

Salah satu manfaat USG untuk pria adalah untuk melihat kemungkinan varikokel, yaitu pembengkakan pembuluh darah vena di dalam skrotum alias buah zakar yang melapisi testis. Kondisi ini dapat menyebabkan kualitas sperma menjadi tidak optimal dan memicu infertilitas.

Jika semua hasil pemeriksaannya normal, apa yang disarankan oleh dokter?

Setelah menjalani tes kesuburan untuk wanita atau tes kesuburan untuk pria, tak perlu bingung saat hasil tes menunjukkan kondisi normal alias subur. Nyatanya, ada sekitar 10 persen kasus sulit hamil yang tidak diketahui penyebabnya.

Hal ini dapat terjadi karena tidak semua jenis pemeriksaan medis akan dilakukan untuk pasangan suami istri. Kalau semua pemeriksaan dilakukan, maka ini tentu akan menghabiskan banyak biaya, waktu, dan tidak efektif untuk pasien.

Masalah kesuburan Anda maupun pasangan bisa saja terdapat pada subseluler atau submolekuler, yaitu partikel paling kecil yang sudah menyangkut DNA atau kromosom.

Itulah sebabnya, masalah kesuburan yang tidak diketahui penyebabnya akan langsung diarahkan kepada program bayi tabung.

Bila salah satu ada yang tidak subur, apa yang disarankan oleh dokter?

Bila ternyata ada salah satu pihak yang tidak subur, baik tes kesuburan wanita atau pria, dokter akan memastikan dulu apa penyebab ketidaksuburan tersebut. Hal ini akibat kelainan rongga rahim wanita atau kelainan sperma pria.

Faktor yang kasat mata dan sering memengaruhi kesuburan adalah obesitas. Artinya, bila salah satu pasangan mengalami obesitas, maka proses pembuahan pun cenderung lebih sulit.

Secara statistik, wanita atau pria yang mengalami obesitas meningkatkan risiko sulit hamil sekitar 30 persen daripada yang tidak obesitas.

Dari hasil pemeriksaan, dokter akan mempertimbangkan pengobatan kesuburan mana yang sesuai, baik itu terapi kesuburan terlebih dahulu, hingga inseminasi, atau bayi tabung.

Pemeriksaan kesuburan biasanya juga dapat digunakan untuk mendeteksi kelainan lain seperti kista atau tumor kandungan (miom).

Sebagai contoh, jika pria memiliki jumlah sperma terlalu sedikit atau pergerakan spermanya tidak bagus. Biasanya, dokter akan mempertimbangkan dulu apakah masih ada peluang untuk bisa membuahi dengan normal atau tidak.

Jadi, solusi yang akan diberikan bisa dengan suplementasi terlebih dahulu atau dengan langsung meningkatkan kualitas spermanya melalui proses inseminasi atau bayi tabung setelah menikah.

Tes kesuburan dapat dilakukan baik tes kesuburan untuk wanita atau pria, guna memastikan masalah yang dapat menurunkan kemungkinan hamil. Konsultasi ke dokter untuk tes kesuburan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan Anda dan pasangan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tes Swab Uji COVID-19 Bisa Dilakukan Sendiri, Apa Maksudnya?

Beberapa orang mengakui pengujian COVID-19 menimbulkan rasa sakit. Dengan hadirnya tes swab mandiri, sebagian besar masyarakat mengakui merasa lebih aman.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 26 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

Apakah Anda khawatir puasa pengaruhi kesuburan Anda dan suami? Sebelum Anda menebak-nebak, baca dulu artikel ini jika Anda sedang mengusahakan kehamilan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hari Raya, Ramadan 29 April 2020 . Waktu baca 3 menit

Fakta Seputar Masa Subur Wanita & Pria yang Penting Diketahui

Waktu yang tepat untuk berhubungan seksual agar cepat hamil adalah pada masa subur. Namun, tahukah bagaimana tanda atau ciri Anda telah memasuki masa subur?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 8 April 2020 . Waktu baca 15 menit

Ini Tes Kesuburan untuk Wanita & Pria yang Penting Dilakukan

Jika kehamilan dapat dideteksi dengan test pack, maka masa subur bisa dilihat dengan alat juga tes kesuburan. Namun, sudahkah Anda tahu cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesuburan, Kehamilan 5 Februari 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

yang harus diketahui sebelum melakukan pemeriksaan MRI

Yang Harus Anda Tahu Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 3 menit
pelumas seks lubrikan bikin susah hamil

Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit
makan toge

Makan Taoge Bikin Pria Lebih Subur, Fakta atau Mitos?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit
cek kehamilan dengan test pack

Kapan Saya Bisa Mulai Cek Kehamilan dengan Test Pack?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 11 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit